Warm Family Circle Love At Multiply

Warm Family Circle Love At Multiply

 

Cinta tak selalu berawal dari tatapan mata lalu turun ke hati. Tapi cinta bisa hadir lewat untaian kata-kata indah yang kita tuliskan lewat blog post. Perlahan namun pasti kehadirannya mampu menempati ruang kosong di dalam hati. 

Tapi semua itu tidak akan ada kalau tiada ketulusan disana. Persahabatan indah terjalin dari waktu ke waktu. Hingga kami mengukuhkan diri menjadi “Family” hu-hu-hu terimakasih untuk segalanya my “Friendship Forever Family” lewat kalian aku belajar ketulusan itu apa. Lima belas tahun persahabatan kita kakak, mau dirayakan dimana kalau pandemi berakhir. Lampung, Ambon, Jakarta atau dimana? Yang penting bukan Balikpapan ya . 

Sekian waktu, belajar dari ketulusan itu saya pun memperlakukan hal yang sama dengan sahabat-sahabat Multiply yang lain. Sayang beberapa sempat merasa dikhianati oleh orang-orang disekitar kita (I know, mereka hanyalah 10 dari 1000 dari orang-orang yang tak tulus) meski sempat membuatku shock, parno, waspada dan enggan sok baik-baik lagi dengan orang yang belum dikenal. 

Tapi disini lagi ternyata saya berdiri. Berdiri diantara para blogger yang memang paling suka berbagi kasih sayang lewat coretan. Lihatlah perlahan namun pasti luka yang menghunjam itu pulih. Meski waspada itu tetap ada. Biarlah waktu menyembuhkan luka. Orang-orang yang memilih hanya mengambil keuntungan sendiri, negative thinking pasti akan tersingkir dengan sendirinya. Biarkan alam yang menyeleksinya. 

Kakak icha Marina ini owner blogger parenting. Blognya bermanfaat banget lho. Banyak info parenting yang dibagi disana. Dan berbicara Liebster Award, ah rasanya saya pengen berlari mengulang lagi masa-masa indah waktu masih ngeblog di MULTIPLY tahun 2006 silam. Sungguh rasanya hanyalah kebagiaan disana. Maklum masih gadis. Masih free mingle kesana-sini. Ngerumpi di chat room dengan duo kakak Hermawati dan Fairiz el Taqi. Juga adek kesayangan Riana Azzahra. Kalian bertiga kapan bikin blog lagi sih, kangen tahu. 

Warm Family Circle syndrom 

Hallo blogger milenial apa kabar? Ada yang sudah pernah ngeblog di multiply? Cung, Berarti kita seumuran dong. But wait, Multiply, apa itu? Friendster kali hahahaha. Iyes, sebenarnya multiply ada karena pindahan dari Friendster. Jejaring social pertama yang lebih hits daripada facebook pada masanya. Blogspot dan Wordpress juga sudah ada sih sebenarnya saat itu, tapi entahlah saya lebih nyaman dengan Multiply. Andai sejak tahun 2006 saya sudah aktif di blogspot pasti postingan saya sudah ribuan dan DA saya sudah berapa ya? Sambal nulils ini tiba-tiba saja fikiran ini terlintas. Nyesel kan blog ditelantarin dan baru setahunan ini memulai lagi dari nol. 

Warm family circle syndrome mau tak mau menghinggapi kami. Yang bukan siapa-siapa sampai mengaku-aku menjadi kaka-adek. Uhuks kaka-ade ketemu gede. Tapi untungnya ya di circle positif. Ada mbak Elly Butet entah tak terhitung berapa kali kopdar, makan bareng, massage bareng. Ah teman positif insyallah ke depannya juga hanya hal positif yang ada insyallah. 

Windhitia terimakasih banyak sentakannya disuatu pagi yang membuat saya akhirnya kembali menekuni dunia ini dengan menulis. 
“Kamu masih suka nulis kan Syah?” tanyanya kala itu. 

“Masih, masih kog” jawabku tergagap. Nulis status di wa dan facebook masih termasuk nulis kan? Atau rekapan belanjaan pembeli di toko juga. 

Asli kala itu bibir menjadi beku. Lalu entah mengapa dalam hati ada semangat. Suatu hari saya ingin kembali lagi menjadi writer. Windhitia ini dulu orang yang sangat berjasa bagi saya. Apa jadinya kalau nggak suka diingatkan sama dia. Beliau juga yang selalu memberi semangat kala ada deadline tulisan. Terimakasih buat malam-malam panjangnya. Meski masih sangat jauh kalau buat saya kembali menulis novel seperti impian saya dulu. Tapi insyallah apapun medianya saya akan tetap berusaha menjadi orang yang bermanfaat wind, terimakasih buat segalanya. 

Ustadzah Nina Maulinawati, aih kalau ingat suka malu-malu sendiri. Dulu suka banget curcol sama beliau waktu masih gadis. Begini begitu suka pm di Yahoo massanger. Beliau adalah sosok panutan yang terbaik. Dan beberapa tahun berselang ternyata Allah menakdirkan kami bertemu di Balikpapan. Dan beliau menjadi ustadzah di kafe Muslimah mneggantikan ustad Deris Arista. Mengingat kembali ini menjadi senyum-senyum sendiri. Bedanya dulu suka curcol online sekarang bisa langsung bertanya pas kajian. See, Allah benar-benar membawa warm family circle syndrome. Tanpa Multiply saya mungkin tak akan pernah mengenal beliau. 

Hijrah Cinta Berawal Dari Multiply. 

Dulu mendapatkan buku-buku islami itu lumayan susah. Kantong juga masih sangat tipis, jadi mencari artikel-artikel islami ya hanya dari blog. Tergabung di group-group islami membuat pola fikir saya berubah. Mulai lagi hijrah, bertemu dalam lingkaran sahabat yang MasyaaAllah indahnya juga dari blog. Oh iya ada beberapa mahasiswa/i dari Al Ahzar, Kairo yang rajin mengupdate blog nya juga dengan siraman rohani. Lalu beberapa juga menjadi sahabat dekat. Well kalau tidak dari blog entah bagaimana saya bisa mengenal mereka. Thanks ade bontot Fazlul Rahman.. beliau sekarang Dekan. Berkah ilmunya ya de’. Terimakasih buat kebaikannya selama ini. 

Lalu ka Nicco El Qassam sosok kakak yang sangat berwibawa banget. Pernah meet up sekali di Balikpapan waktu beliau ada tugas dari kantornya Gorontalo. Siapa sangka beliau yang suka berbagi nasehat lewat blognya dengan cara yang sangat ringan justru luar biasa baiknya. Hahaha saya sempat ngambek nih gara-gara keputusannya yang agak nggak bisa saya terima. Percayalah ka, dulu saya hanya setia kawan. Meskipun sampai detik ini saya juga masih setia kawan. Tapi setidaknya sudah lebih dewasa… umur sudah kepala tiga tentu saja sudah dewasa dong hehehe. 

Dan diantara semua itu ada satau kakak yang sangat berjasa bagi hijrah saya. Almarhum ka Ibnu. Semoga Allah menempatkannya di surga yang terbaik. Entah bagaimana saya memanggilnya kakak kalau sebenarnya kita seumuran. Sikapnya yang baik, ngemong, kadang keras yah memang begitulah yang seharusnya dilakukan seorang kakak. Beliau juga yang membuat sahabatnya (my laki) akhirnya menjadi soulmate saya. Pengaturan Allah ini sangat indah sekali. 

Say no to competition 

Tahun 2006 itu blogger Indonesia masih sedikit. Tak ada persaingan lomba, jarang banget. Kalau mau palingan menulis buat koran atau majalah. Ini sih bukan lomba, hanya setiap bulan dag-dig -dug cepen siapa yang dimuat. Foto siapa yang akhirnya nangkring di halaman belakang. Disinilah bisa mendapatkan cuan dari menulis. Info-info menulis gini biasa didapat dari FLP bukan dari wag blog malahan. Ya iyalah zaman dulu belum ada wag blogger. Jadi kalau ngeblog ya nggak ada serius-seriusnya macam sekarang. Nggak ada perduli SEO, nggak perduli aturan baku. Tak ada minimal kata buat satu post. Bahkan tak jarang menulis hanya puisi atau coretan tak penting. Yang sering di post ya kehidupan sehari-hari. Tak ada bewe, tapi kalau sudah berbalas komen bisa panjang banget. Terlebih beberapa teman tersebar di berbagai negara dengan waktu yang berbeda. Terkadang kalau sudah chat bisa beneran lupa waktu hingga pagi, apalagi kalau keesokannya hari libur. 

Finding Nemo Husband at Multiply 

Dua hari yang lalu saya iseng nanya ke suami. 

“Dear Laki, kamu kog bisa Fall in love ke aku sih?” kurang lebih gitu lah ya dengan Bahasa cinta ala saya.

“Entahlah, sudah merasa klik aja kali” jawabnya sambil membelai rambut saya. Diluar hujan deras. Scene lagi romantic nih. Jadinya timbul pertanyaan iseng buat suami. Please yang belum merried bayangin aja saya nanya sambil makan bakso atau kfc ya . Dengan suasana rame, jaga protocol kesehatan, pakai masker, jarak minimal 1 meter wkwkwk.

“Masa, kan kita belum ketemu sebelum merried. Kog sudah merasa cocok aja.” Kejar lagi, kan pengen dapat jawaban yang pasti.

“Kan aku rajin baca postinganmu di Blog. Jadi aku tahu kamu gimana-gimananya. Keseharian kamu, organisasi kamu dll.”

Wow speechless lah saya. Ahahaha ternyata my husband selama ini fall in love sama coretan saya di blog. Pantes setelah puluhan tahun saya absent nggak ngeblog beliau suka uring-uringan.  Intinya mengingatkan saya untuk rajin-rajin  menulis. Berbagi manfaat buat orang lain itu keharusan sesuai  dengan kemampuan. Dan saat ini hal yang paling bisa saya lakukan hanyalah ngeblog. Jadi saya akan ngeblog dengan riang gembira. Semoga dari blog ini bisa menjadi ladang pahala saya. Dan juga ladang cuan saya untuk bisa berbagi ke yang lebih membutuhkan dengan penghasilan blog. Aamiin Ya Allah.

Nah sobat blogger, apa yang menjadi motivasimu ngeblog sekarang? Share di kolom komen yuks.

 

 

 

 






Ngaku Pecinta Drakor? Ini Yang Harus Kamu Tahu

Ngaku Pecinta Drakor? Ini Yang Harus Kamu Tahu



Annyeonghaseyo chinggu.
Bagaimana aktivitas selama lock down? Sebagai kaum rebahan sejati sudah berapa episode drama korea yang dihabiskan? (Kalau saiya sudah tidak terhitung lagi) oh ya kalau mau intip recomendasi judul drakor  bisa mampir ke blog nya kak icha ya.

Membicarakan Drama Korea, tentu tak bisa lepas dari makanannya kan? nah, ini contoh makanan yang sering muncul di  drakor yang harus kamu tahu

1. Kimchi
Resepkokiku.com

Kimchi merupakan fermentasi  sawi putih dan bubuk cabe. Rasanya segar, bisa dimakan sebagai makanan pendamping pada saat makan mie ataupun nasi. Dapat dengan mudah kita dapatkan di supermarket ataupun bisa kita buat sendiri di rumah.

Cara membuat kimchi
- Sawi putih besar potong jadi 2 atau 4 bagian. Wortel potong korek api, daun bawang memanjang.
- Buat  pasta cabai (bisa beli instant) yang terdiri dari bawang putih, bawang bombay, jahe, gula pasir, tepung beras, garam, bubuk cabai dan air. Blender jadi satu.
- Campur bahan pasta cabai dan sawi putih. Oleskan lembar demi lembar sampai merata.
-Masukan dalam tempat, taburi diatasnya dengan biji wijen yang telah disangrai. 
-kimchi siap disajikan setelah 3-6 hari terfermentasi.

2. Ramen 

Percaya nggak penilaianku pada efek buruk mie instan jadi luntur semenjak doyan nge-drakor. Nggak perduli kamu dokter, Ceo, Jaksa, princess maupun pangeran pasti selalu makan mie Ramen. Makannya pun pakai cara Ala drakor dong. Dimakan satu panci nggak pakai mangkok cukup dengan tutupnya saja. Hemat mencuci peralatan dapur pokoknya. Oh ya pancinya ini sekarang sudah banyak dijual di marketplace indonesia. Harganya berkisar Rp 150.000- Rp 200.000.

3. Kimbab
Sekilas tampilan kimbab terlihat seperti sushi, atau anggap saja kimbab itu sushinya orang Korea. Simple dan mengenyangkan. Apalagi makannya pas nonton drakor, wuiiih seru kan?

Bahan membuat kimbab
- Nori atau rumput laut
- Nasi. Campur nasi hangat dengan garam dan minyak wijen. Tunggu hingga nasi dingin.
- Telur dadar potong memanjang
- Wortel potong korek api panjang
- sayuran (bisa bayam, rebus sebentar, tiriskan)
- sosis potong memanjang

Cara membuat kimbab
- Susun nori, diatas roll bambu. Lalu taruh nasi hingga rata. Tambahkan sosis, telur, sayuran, acar.
- Gulung secara perlahan, agak ditekan agar menyatu. Lalu potong sesuai selera. Kasih taburan biji wijen agar tampilannya lebih cantik.
Sering nonton drakor mau nggak mau ada beberapa kalimat yang kamu hapal luar kepala dong, biar lancar bisa kog diucapkan sedikit-sedikit. misalnya pas lagi chat ataupun membalas obrolan post teman di blog ataupun sosmed.

Beberapa kata panggilan yang wajib kamu tahu waktu nonton drakor.

- Na
Saya (informal) sedangkan untuk kata formal menggunakan Jeo

- Neo
Anda (informal) sedangkan kata formalnya menggunakan kata Dangsin

- Geu
Berarti dia. Dia perempuan menggunakan kata Geu nyeo. Sementara Geu-deul artinya Mereka. Sedangkan untuk kami menggunakan kata : Uri.

- Oppa 
Biasanya adik cewek memanggil kakak laki-lakinya. Atau beberapa sering kita dengar cewek memanggil pacarnya dengan sebutan Oppa.

- Eonni atau Eounni.
kakak perempuan. Biasanya adik perempuan akan memanggil Eounni. Sementara adik laki-laki memanggil Noona kepada kakak perempuannya.

- Dongsaeng
Panggilan untuk adik. Panggilan ini digunakan untuk cewek atau cowok. kita cukup menambahkan Yeo pada adik cewek, YeoDongsaeng. Sedangkan untuk adik cowok kita tambahkan Nam menjadi NamDongsaeng.

- Hyung /Hyeong
Panggilan kepada kakak cowok yang digunakan pada adik cowok atau teman dekat yang usianya lebih muda juga.

- Eommonim / Eommoni
Panggilan anak untuk ibunya (formal) sementara biasanya dalam sehari-hari memakai kalimat Eomma.

- Aboji / Abonim
Panggilan anak kepada ayah dalam bentuk formal. Sementara untuk biasa memanggil dengan sebutan Appa

- Haraboji /Halmoni.
Panggilan cucu kepada kakek dan neneknya.

- Samchon / Imo
Panggilan kepada Paman dan bibi.

- Sunbae 
Panggilan kepada senior. Biasanya akan ditambahkan kata menjadi Sunbae-nim. Sementara senior memanggil juniornya dengan kata Hobae.

- Ahjuma 
Panggilan pada yang lebih tua daripada kita (perempuan) sementara kalau laki-laki dipanggil dengan Ahjusi

- Chagiya 
Panggilan kepada pacar agar lebih romantis. Sementara untuk pasangan suami/istri menggunakan kata Yeobo. Suami : Nampyeon . Istri : Anae.

Kalimat - kalimat ringan yang sering muncul di drakor yang mudah kita ingat

- Mian-hee : Maaf
- Nae Ma eum : Hatiku
- JamKanman : Tunggu sebentar
- Bogoshipo : aku merindukanmu
- Hagoshipo : aku ingin
-Jinjja/jeongmal/jinjjaro/jeongmalyo?: Benarkah
- Eotteokhae (otoke) : Bagaimana?
- Jal-ja : Tidur yang nyenyak
- Gwenjhana : Tidak apa-apa (it's okey)
- Waegeurae? : Ada yang salah?
- Na ddo ara: Aku juga tau
-  Heng-bok-hae : Saya bahagia
-  Gajja /Kajja :  Ayo
- Ga-ji-ma : Jangan pergi!
- Aigo :
-Eomeo (Ommo) : kaget/takjub. Biasa perempuan lebih fasih menggunakan kalimat ini 
- Jebal : Tolong
- Nuguya?: Siapa?
- Nuguseyo?: Anda siapa?/ Ini siapa?
-  Saranghaeyo: Saya mencintaimu
- Nde : Oke
- Uhdeeya/eudiseo: Dimana?
- Shireo (siro) : nggak mau
- Arraso : iya, mengerti
-Onje: Kapan?
-Aya : Aduh (mengeluh rasa sakit, misal kepentok kepala di pintu)
- Eoyu : Aduh (sesuatu yang tak diinginkan terjadi)
- Jaljayo : Baik-baik, ya.
- Mwo/mwoya/mworago?: Apa?
- Wae/waeyo?: Kenapa?
- Ireohge?: Seperti ini?
- Daebak : keren/awesome
- Mashigetta (matsta) :Enak
- Mateobseo : Nggak enak
- Nemsik : Bau
- Anieyo : Bukan
- Yeppo : Cantik
- Uljima : Jangan menangis
- Yeongwonhi : Selamanya
- Haebongkae : Saya bahagia!
- Palli : Cepat
- Yaksohkhae : Janji ya
-Uh-dee-ya : Di mana?
-Jal Meoggesseumnida :Selamat makan
- Gomawo : Terima kasih (informal)
- Molla :  Tidak tahu
- Hwaiting / Fighting: cemunguts/semangat

Gimana-gimana? Pelan-pelan pasti bisa lah ya ngapalin kata-kata sederhana di drakor.  Apalagi kalau sering diucapin, Siapa tahu pan kapan bisa liburan ke Korea kan ya? Masa tahunya cuma Oppa dan Sarangheo ajah.
Kado Pernikahan Buat Mantan

Kado Pernikahan Buat Mantan

Surat undangan pernikahan
Surat Undangan Pernikahan

Tak terasa bulan Syawal sudah ada di depan mata. Biasanya sih, setelah bulan syawal, Dzulqadah  lalu Dzulhijjah bakalan banyak banget berdatangan surat undangan pernikahan ke rumah. 

Eit's, terus bagaimana kalau surat undangannya datang dari si Mantan Pacar? Tabahkan hati ya dear. Mau apapun dan bagaimanapun life must go on. Mantan pacar merried ataupun enggak hidup kamu kudu tetap berjalan kan? Tatap masa depan dan terus semangat.

Searching of Happinest

Nah apa aja nih yang kira-kira dapat kita lakukan kalau kita menerima surat undangan dari sang mantan. Yang pastinya jangan teriak, jangan histeris dan jangan menangis. Ingat, air mata kamu jangan sampai menetes hanya untuk menangisi dia yang bukan siapa-siapa itu. Sedih boleh sih, tapi ya dalam hati saja.

- Doakan Yang Terbaik.

Doa buat pengantin

Satu-satunya doa yang terbaik buat mantan ketika doski menikah adalah "Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khoir."

Yang artinya; “Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu serta keberkahan atasmu dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”.

- Ingat Kebaikannya

Seberapapun buruknya mantan pasti adalah 1 atau 2 kebaikannya.  Ya sudahlah, kekhilafan adalah miliknya manusia.  Kalau dengan orang lain kita harus berbuat baik apalagi dengan orang yang pernah menghadirkan beberapa hari manis bersama kita. Syukuri bahwa bukan kamu yang kelak hidup bersamanya.

- Bahagia bukan perlombaan.

mantan menikah bukan berarti kamu harus kebakaran jenggot. Bahagia bukanlah perlombaan. Ini adalah titik balik dimana kamu harus memetakan hidup kamu.

Nah kalau hati sudah lega, yakin sanggup menghadiri pesta pernikahannya, yang harus kita lakukan adalah memilih kado pernikahan. Bisa saja sih kita memberi uang, namun akan lebih baik kalau kita memberi kado terbaik. Biar dikenang sepanjang masa sebagai mantan terindah.

Lagipula kalau kita memberikan hadiah berupa barang yang terus-terusan dipakai dan memberi manfaat bukankah itu menjadi tabungan pahala juga buat kita?

1. Bed Cover Set atau Seprai.

Memberi kado bed cover set ataupun seprai tempat tidur biasanya sangat bermanfaat sekali. Terlebih apabila kita tahu motif atau warna kesukaannya.

2. Peralatan Dapur.

- Magic Jar
Nggak perlu dibelikan magic jar yang ukuran besar. biasanya malah tidak terpakai. Buat pengantin baru penanak nasi listrik ukuran kecillah yang terpakai.

- Blender / juicer
Blender / juicer buat kado tentu Menjadi pilihan yang terbaik. Karena gaya hidup anak milenial sekarang lebih ke gaya hidup sehat. Bikin juice buah akhir-akhir ini menjadi menu andalan sehari-hari.

Selain buat bikin juice buah, fungsi blender adalah untuk membuat bumbu masakan. Males ribet mengulek, tapi tetap pengen masak menggunakan bumbu dapur yang fresh tentu blender solusinya.

- Peralatan makan set.

Di zaman sekarang peralatan makan bentuknya unyu-unyu dan imut banget.  Siapapun pasti akan jatuh cinta bila mendapatkan kado satu set peralatan makan yang terdiri dari piring, gelas, sendok, garpu serta sumpit dengan warna yang senada.

3. Sepasang adalah Segalanya

pasangan yang habis menikah, mereka yang sedang jatuh cinta biasanya suka banget dengan segala sesuatu yang berbau couple-an. Nah nggak ada salahnya kalau kamu kadoin everything yang berbau couple.  Contohnya ada kain batik sarimbit, 
jam tangan couple, baju tidur couple, kaos maupun jaket couple. Yah biarpun pada akhirnya tidak bisa menjadi couple sama kita biarkan saja asal mereka bahagia. *pedih ya hehehe.

Tips memilih kado pernikahan

Mencari kado pernikahan sebenarnya susah-susah gampang. Banyak hal yang sebenarnya harus kita pertimbangkan kalau tidak ingin kado kita menjadi sia-sia. Berakhir di gudang ataupun dipindah tangankan ke orang lain.

1. Bermanfaat.
Pilihlah kado yang memiliki manfaat, bukan sekedar cantik. Di era yang serba minimalis begini banyak pasangan muda yang enggan dengan bermacam pernak-pernik rumah. Luas rumah yang semakin sempit di perkotaan juga yang memaksa kita lebih efisien. Less is more..

2. Benda Favorite.

Ingat kan karakter favoritenya apa? Jangan sampai salah beli. favoritenya Hello kitty nanti diberi Doraemon. Oh ya selain karakter bisa juga warna favorite jadi pertimbangan. Misal blue lover jangan juga dikasih kado warna ungu/pink. Ngajak perang itu namanya.

Well semoga coretan kali ini bermanfaat ya,  bye-bye ketemu di ocehan saya selanjutnya.

Megengan Tradisi Yang Menyatukan Hati

Megengan Tradisi Yang Menyatukan Hati

Secuil Kebersamaan Tradisi Megengan


Di Ngawi, tepatnya di desa Ngrambe kampung halaman saya setiap menjelang bulan puasa H-1 selalu ada tradisi Megengan. Yaitu membawa satu bungkus nasi berserta lauk-pauknya yang ditaruh di dalam baskom ditutupi daun pisang dan taplak meja.

Awalnya saya mengira tradisi apaan sih kayak gitu? Toh Nggak ada dalam Hadits Kita harus melakukan tradisi seperti itu? Jadi lebih baik nggak usah dilakukan deh.

Tapi makin kesini saya makin bisa bertoleransi. Ini hanyalah satu salah satu tradisi kalaupun toh dilakukan juga tidak berdosa. Karena tujuan awalnya adalah silaturahim. Mempererat hubungan persaudaraan antar Tetangga. 

Oh ya acara megengan ini biasanya satu KK membawa 1 buah baskom nasi dan lauk pauknya dibawa ke masjid setelah ba'da Ashar. Lalu sampai di masjid kita taruh di tengah ruangan. Setelah semua berkumpul biasa akan ada sedikit Tausiah dari ustadz mengenai penyambutan bulan Ramadhan (malamnya sudah tarawih kan?) Lalu dibacakan doa trus pulang deh.

Oh ya, biasanya makanannya yang dibawa pulang akan saling tukar menukar. Ini yang sesi seru nya, dapat punya siapa ya? Hehehe meskipun rata-rata ya sama menu nya.

Menu yang biasa ada dalam acara megengan.

-  Nasi Putihmudah si Uduk.
Nasi putih kira-kira cukup kenyang untuk dimakan 2-4 orang. Di desa yang rata-rata petani nggak pernah pelit nasi. Kadang cukup sampai kita makan sampai buat sahur lho. 

- Ayam 
Satu potong ayam (ayam 1 dibagi 4) biasa dimasak rujak, bacem, curry. Tergantung dari yang memasak. Disinilah serunya biarpun sama-sama ayam kadang kita mendapatkan masakan yang beda

- Telur Rebus
Telur rebus matang jangan dikupas. Biasa kita mendapatkan 1-2 pcs telur rebus.

- Kering Tempe
Tempe dipotong kecil-kecil korek api. Digoreng lalu dibumbui dengan cabe Rawit, cabe merah,  bawang merah, bawang putih, gula merah dan kecap. 

- Mie goreng / Bihun goreng
Ini juga tergantung pada kesukaan yang memasak. Nggak harus mie kuning ataupun mie bihun putih. Yang penting dimasak dengan cara digoreng dicampur dengan sayuran sop-sop-an.

- Kerupuk
Indonesia tentu identik dengan kerupuk. Entahlah nggak lengkap rasanya makan tanpa kerupuk. Begitu juga isian makanan megengan ini juga ada kerupuknya. Biasanya yang digoreng kerupuk merah, kerupuk opak dan kerupuk rengginan. 3 macam kerupuk ini biasanya ada semua.

- Buah Pisang
Pisang memang buah yang paling mudah didapat. Terlebih di perdesaan. Hampir setiap rumah memiliki pohon pisang. Buah yang enak, manis, mudah didapat serta murah. Pisang yang dipakai biasa pisang raja/ pisang ambon.

- Snack. 

Aneka snack sebagai penyertanya biasa isinya macam-macam. Tapi yang pasti ada yaitu apem. Entah itu apem goreng ataupun apem yang di kukus.
1. Apem
2. Kue lapis
3. Bolu gulung
4. Donat
5. Lumpia
6. Dadar gulung
7. Bolu kukus
8. Cantik manis


Megengan tahun ini sih memang agak berbeda keadaannya. Duduknya pada jauh-jauhan. Sosial distancing tetep berlaku meski di perdesaan lho. Salut sama warganya. Merekapun patuh memakai masker kain. Semoga pandemi ini lekas berlalu. Rindu banget pengen pulang rasanya.
Dapur Minimalis Ala Emak Modern

Dapur Minimalis Ala Emak Modern

Minimalis Sebuah Gaya Hidup Sederhana Yang Menyelamatkan segalanya.
Belajar dari Uda Fadli, yang berbagi cara hidup sederhana ala anak muda sayapun juga jadi tertarik untuk menulis serta menerapkan  gaya hidup sederhana ala emak-emak rumahan.

"Minimalis atau pelit?" Itu adalah pertanyaan pertama yang ditunjukkan suami kepada saya waktu saya menerangkan beberapa gaya hidup minimalis yang akan saya terapkan sehari-hari di rumah. 

Yang paling penting sebenarnya adalah masalah makanan. Sebelumnya suami sangat jarang bawa bekal makan ke kantor. Kira-kira bakal malu-maluin nggak ya? Layak makan nggak masakan saya. Tapi semua ke khawatiran tersebut luntur karena ternyata banyak dari teman-teman satu kantor yang bawa bekal makan siang juga setiap hari.

Oh ya, kami pada istri punya juga dong whatsapp group. Jadi ada apa-apa bisa sharring. Seringnya sih berbagi resep menu masakan. Tapi sering juga buat sarana curcol. Nggak papa, yang penting bermanfaat.

Berawal dari kerinduan kampung Halaman.

Saya berasal dari Ngawi. Kota yang terkenal serba murah, rakyatnya makmur gemah ripah loh jinawi. Bisa dibilang sejak kecil sangat jarang beli beras, sayur-sayuran dan buah-buahan karena selalu tersedia di kebun dan sawah milik keluarga. 

Begitu juga dengan ayam, telur dan kolam ikan. Hahahaha mendadak pengen mudik kalau ingat begini.

Ritme hidup yang serba mudah membuat hidup menjadi nyaman dan damai. Nggak terlalu memaksakan diri mengejar rezeki. Dan rasanya hal itu tertanam dalam alam bawah sadar saya. Sayang beberapa tahun belakangan ini hidup jadi agak berubah. Saya jadi kehilangan ketenangan selama ini.

Terdampar di kota minyak
Saat ini saya berdomisili di kota Balikpapan. Satu kota yang terkenal dengan tingkat kemahalan kebutuhan sehari-harinya. Dulu awal tinggal disini saya agak shock. 

Tapi hidup toh harus tetap berjalan. Seberapa susahnya bertahan ya harus tetap semangat. Kalau nggak cukup ya harus diakali bagaimana caranya agar cukup. 

Lalu teringat dengan beberapa teman suami. Secara gaji mereka bahkan lebih dibawahnya suami. Punya anak 2-3, membiayai sekolah, bahkan masih ada yang ngontrak rumah. Kalau mereka bisa bertahan hidup Bukankah harusnya saya lebih bisa?

Hari ini saya pengen menulis sedikit rahasia dapur Minimalis ala dapur saya. Bismillah, niat menulis kali ini sama sekali nggak ada niat menggurui ya Mom's. Ini hanya sebagian kecil dari tips dan trick dari saya murni agar bisa menambah pundi-pundi tabungan demi impian besar saya yang belum terwujud.

Usia semakin menua, kebutuhan semakin hari semakin meningkat. Kesehatan mulai menurun. Kalau terus-terusan hidup boros, jajan diluar lalu kapan bisa sehat? Msg, gula tinggi, minyak-minyak goreng, rendah serat bisa menjadi kekhawatiran yang nyata.

Kapan bisa menabung buat impian besar? Takutnya sebelum bisa melakukan banyak kebaikan, belum sempat menunaikan ibadah haji malah sudah sakit-sakitan.
Duh padahal untuk biaya haji sendiri biayanya tak juga sedikit. Slot waiting List di Balikpapan sendiri 26 tahun. Saya harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang dua kali lipat dari biasanya agar bisa berhaji. Itu yang terbesit dalam fikiran saya saat itu saat belum memiliki tabungan haji.

Pembukuan Dapur Keluarga

Beberapa bulan terakhir saya benar-benar membukukan pengeluaran harian, masalah terbesar saya adalah biaya makan.  Sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Biaya sekali makan termurah di Balikpapan pasti antara Rp 15.000 - Rp 35.000, dikali 2 karena suami juga otomatis jajan diluar dan terakhir dikali 30 hari. Dan jujur saya agak terkejut karena jumlahnya fantastis banget. Anggap sekali makan Rp 25.000 x 3 : Rp 75.000 x 2 = 150.000 x 30 = Rp 4.500.000 . 

Kalau saja bisa ditabung 50% dari pengeluaran makan tersebut sudah lumayan banget. Padahal jujur nominal sekali makan kadang lebih dari segitu, apalagi pas makan dengan teman-teman sekali makan minimal Rp 50.000 - Rp 100.000. Saya harus secepatnya berubah nih agar tidak berlarut-larut borosnya.

Ternyata salah satu keborosan saya hanyalah urusan perut. Kenapa pula sekarang di marketplace isinya pre order kuliner, di aplikasi ojek online serta aplikasi pemesanan ticket pesawat isinya promo makanan meskipun sudah diskon ya tetep saja mahal. Kalau sesekali nggak papa ya, tapi kalau tiap hari?

Padahal hal tersebut bisa diakali dengan membawa bekal makan. Saya hanya perlu bangun 1/2 jam lebih cepat, habis subuh nggak boleh tidur lagi (berat sumpah ini berat) selain lebih hemat juga akan lebih sehat. 

Kami (saya dan suami) saat ini hanya tinggal berdua. Jadi please jangan disamakan dengan yang tinggal bertiga ataupun berlima. Sudah pasti budget pengeluarannya tidak bakal sama. 

Dulu waktu masih tinggal bersama dengan ibu mertua saya termasuk yang paling bahagia. Urusan dapur dan  segala sesuatunya diatur mamak mertua. Tinggal kasih uang bulanan beres. karena saya kebetulan sibuk di toko jadi urusan dapur beliau yang atur. Pagi-sore-malam selalu ada masakan yang mengenyangkan. Bahkan makan siang dianterin ke toko dalam keadaan panas-panas (maka nikmat punya mertua sayang manalagi yang akan aku dustakan?)  Lagipula masakan mama mertua itu ter the best jadi saya sih nggak pengen merebut daerah kekuasaan beliau, wkwkw (alasan clasic menantu kesayangan *malas)

Nah setelah tiga tahun tinggal dirumah sendiri ini saya kebingungan dengan keuangan yang mengalir bak air bah. Suami kerja, istri punya usaha tapi tabungan minus? Lalu salahnya dimana? Bahahaha sumpah merasa tertuduh gitu soalnya suami sudah memasrahkan segalanya kesaya, eh belum akhir bulan tabungan sudah kosong saja.

Sehat itu mahal? Ah nggak juga.

Sebulan Rp 2.000.000 cukup nggak sih? Awalnya saya tertawa ngakak dengan kegilaan tersebut. Niat hidup ingin minimalis atau kurang nutrisi nih? Tapi jujur ini jadi tantangan tersendiri, terlebih suami sudah menyerahkan segala sesuatunya kepada saiya sebagai pemegang kekuasaan dapur.

Saya nggak boleh egois. Selain sederhana harus memastikan kebutuhan nutrisi, gizi dan vitamin terpenuhi. Apalah artinya hidup sederhana tapi malah sakit-sakitan. Biaya ke dokter dan rumah sakit mahal kakak. Nggak semuanya tercover BPJS.

Kebutuhan selama sebulan di dapur sehat saya

- Listrik Rp 300.000
-Pulsa + kuota : 250.000
- Pdam Rp 100.000
- Gas melon (2) Rp 40.000
- Sembako Rp 250.000
- Daging, ayam, ikan Rp 400.000
- Sayur mayur Rp 150.000
- Buah - buahan Rp 400.000

Setelah bikin list belanja satu bulan saya bahagia banget dong ya karena totalnya hanya Rp 1.900.000 masih ada banyak sisa dari yang biasa saya keluarkan tiap bulannya hanya untuk biaya makan. Wish me luck.

Tips agar kebutuhan dapur tercukupi dengan budget yang terbatas.

-Belanja kebutuhan dapur ke Pasar tradisional. Beberapa barang dijual sangat murah di pasar tradisional ketimbang di minimart. Dalam kasus tertentu saya memilih membeli di nenek-nenek yang sudah tua dan tanpa menawar harganya. Barangnya dapat sedekahnya pun tepat sasaran.

- Belanja ke minimart (giant dan hypermart) di jam-jam sore/malam. Banyak roti, sayur, buah dan ikan/daging dijual dengan harga diskon 20-50%

- Beli beberapa barang pada saat diskon. Tapi pastikan hanya beli 1-2 pcs. Perhatikan tanggal expirednya.
Beberapa barang sengaja di diskon karena tanggal berlakunya sudah mendekati expired date.

- Apabila belum diperlukan tak perlu kalap belanja seperti orang lain hanya gara-gara transferan gaji sudah masuk ATM.

- Beli kemasan kecil.
Berbeda dengan beberapa orang yang menyarankan membeli dalam kemasan besar lebih murah. Tapi untuk kepraktisan saya menyarankan membeli dalam kemasan kecil, selain lebih murah, tertata rapi juga alam bawah sadar kita akan terbentuk agar selalu berhemat.

-Food preparing
Selain lemari es kita tertata rapi, bahan makanan juga akan lebih awet. susun sayuran dll dalam kotak sayuran yang rapi. Beri alas kain atau tisyu dapur untuk mencegah cepat berair.
2 Cara Mengisi Liburan Yang Menyenangkan

2 Cara Mengisi Liburan Yang Menyenangkan

Hi everybody apa kabarnya hari ini? Di hari jumat yang penuh berkah ini Bagaimana keadaannya? Sudah mulai bosan di rumah? Sama, saya pun juga. 
*curcol mode on* nggak papa mari Saling menguatkan sebagai emak-emak yang biasanya super power full menjadi emak-emak rumahan yang sholehah.
Rindu Ta'lim, pengajian, jalan bareng teman, kulineran,  nonton, dan tentu saja rindu buka toko. Meski hasilnya tak seberapa tapi menghasilkan uang sendiri itu menyenangkan. Sekedar info, Ketika tulisan macam begini dibuat berarti dompet saya sedang menipis sementara lihat kalender gajian suami masih lama wkwkwk. Abaikan kalimat terakhir.

Tapi apapun itu stay at home adalah hal yang paling bijak untuk kita lakukan sat ini. Hal yang terbaik untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Jadi sabar sabar ya. Banyak kog hal-hal positif yang bisa kita lakukan dari rumah selain mengerutu dalam hati yang tidak ada manfaatnya

Ingat Allah, ingat Dosa kejar pahala.
Nah agar nggak mati bosan hal terbaik yang paling bisa kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah, berusaha menambal sulam dosa dan kesalahan kita di masa lalu. 

Ingat-ingat deh dosa apa yang sering kita lakukan sama Allah dan Soulmate aka suami. Meski Kadang kita tahu itu bukan lupakan dosa besar tapi tetap aja berawal dari titik-titik bisa menjadi noda. Nah saat berada di dalam rumah begini adalah waktu yang tepat untuk kita Muhasabah diri lalu mencari cara untuk memperbaiki nya

1. Memperbaiki hubungan dengan Allah

Pernah nggak sih merasa putus asa dengan keadaan sekarang ini. Kalau saya jujur iya. Setiap sore melihat live dari instagramnya pak Walikota membuat dada deg-deg an tak menentu. Angka odp, pdp, bahkan yang positif covid 19 semakin hari semakin bertambah.

Kemana lagi hati akan mencari ketenangan kalau tidak memasrahkan diri pada pemilik hati, Allah swt. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan agar semakin dekat dengan Allah.

- Menjaga wudhu kita dari waktu ke waktu.
Sebagai pedagang di pasar terkadang susah bagi saya untuk tetap menjaga wudhu. Nggak mungkin juga saya bolak-balik ke toilet untuk wudhu. Kecuali pas waktu sholat zuhur, ashar ataupun magrib. Nah dengan berada di rumah ini Saya berusaha banget untuk bisa menjaga wudhu saya setiap saat. Believe me, ini bisa menjadi perubahan yang sangat baik saat kita bisa terus menjaga wudhu pikiran kita menjadi sangat tenang.

- Sholat di Awal waktu
Saat kita sibuk bekerja, biasanya akan sangat susah untuk bisa sholat tepat di awal waktu. Berulangkali bahkan saya sholat menjelang akhir waktu. Terlebih bila banyak pembeli ataupun waktu stock barang datang. Tanpa sadar kita telah melalaikan Allah. Please, maafin saya Ya Allah.

Saat berada di rumah begini sudah seharusnya kita mengubah semua kebiasaan buruk tersebut. Adzan berkumandang kita sudah siap diatas sajadah dengan menggunakan mukena. Semoga bisa terus istiqomah begitu seterusnya.

- Sholat Sunah tanpa terburu-buru
Di hari biasa jangankan sholat sunah, salat wajib sangat terburu-buru. Nah di momen seperti ini kita bisa memperbaiki sholat Sunnah kita. Dimulai dari salat qobliyah ba'diyah, lalu dilanjut salat Tahajud dan salat Dhuha.

Saat kita sudah membiasakan mengerjakan salat salat sunah tersebut Percaya deh hati kita akan menjadi lebih tenang

- Membayar hutang puasa Ramadhan atau Puasa Sunah

Bulan Ramadhan sudah didepan mata Siapa yang masih memiliki hutang puasa? Hayo tunjuk tangan. Segera lunasi hutangmu ya gaes agar tidak semakin menumpuk. Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi nih.

Bagi yang tidak memiliki hutang boleh nih waktu yang tersisa ini kita mencoba untuk latihan puasa Ramadhan. Misalnya puasa Senin. Kamis.

-Tilawah Al Qur'an setiap saat
Di saat hati kita merasa galau, lelah, letih, cemas melanda. Membaca (tilawah) kitab suci Al Qur'an terbukti bisa menenangkan jiwa kita. Karena Alquran adalah kitab yang diberkahi oleh Allah, yang dapat menuntun kita ke jalan yang lurus tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya.

Selain itu membaca Alquran adalah sebaik-baiknya amal perbuatan yang dapat menjadi syafaat (penolong) kita di hari kiamat.

-Mendengarkan Tausiah, nasyid di Youtube

Dimusim pandemi seperti saat ini, kita memang dilarang untuk mengikuti kajian-kajian atau perkumpulan yang bersifat memgumpulkan orang banyak. Seperti ta'lim pengajian dan lain-lain yang biasa kita lakukan untuk mendengarkan tausiyah ustadzah ustadz.

Tapi tak ada yang tidak mungkin, zaman sudah sangat maju sekarang. Hanya bermodalkan kuota internet kita bisa kau tetap mendengarkan tausiah di YouTube ataupun di radio-radio dan di televisi. Jadi nggak ada alasan kan meskipun kita berada di rumah kita tetap bisa mengikuti kajian Islami.

2. Memperbaiki hubungan suami - istri
Kira-kira dosa apa sih yang paling besar yang kita lakukan terhadap suami? Kalau saya sih, mudah ngambek, suka ngeyel atau membantah, sesekali pernah marah apalagi kalau pas pms. Nah pas nih waktunya untuk menebus kesalahan. Apalagi kalau suaminya sedang berada di rumah (work from home)

-Manjakan suami dengan menu favoritnya.
Di musim pandemi gini rasanya jajan diluar menjadi pilihan terakhir. Yang paling aman ya masak sendiri. Meski Agak repot karena harus masuk ke dapur minimal sehari 3 kali untuk menu makan. Belum lagi untuk bikin kue, jajanan, ataupun kudapan manis. Tapi, rasa lelah itu terbayar kog saat melihat ekpresi puas di wajah suami saat menghabiskan makanan kita.

- Ciptakan kenangan Indah Bersama
Selama ini ketemu suami berapa jam sekali dalam 24 jam? Suami ngantor dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Sementara saya berada di toko dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Pulangnya sisa-sisa kelelahan.

Hari Sabtu dan Minggu terkadang diisi dengan jadwal di luar suami mancing bersama gank-nya, Sementara saya sibuk dengan arisan, shopee, tokopedia dan terkadang kegiatan blogger. Fix nggak lagi sehat hubungan. Jarang ada bener-bener waktu 24 Jam Bersama.

Nah dengan adanya stay-at-home ini kita bisa benar-benar punya waktu berdua yang sangat berkualitas. Berjemur di pagi hari, olahraga pagi, ataupun di sore hari main badminton di pekarangan sebelah rumah.

Oh ya setelah merebaknya virus corona ini suami melarang saya untuk berbelanja baik kepasar maupun di minimarket. Semua hal yang pergi keluar rumah di handle sama beliau, terharu kan? Terlihat banget tanggung jawab dan rasa sayangnya terhadap keluarga untuk melindungi.

- Manjakan Pandangan suami

Selama stay at home Apa kabar baju dinas? Kita tidak lagi perlu menggunakan gamis beserta jilbab panjang. Singkirkan jauh-jauh daster batik yang konon rasanya sangat nyaman itu. Siapkan babydoll cantik, lingerie yang seksi buat suami jatuh cinta lagi dan lagi kepada kita.

Percayalah memanjakan mata suami itu berpahala. Selain juga membuat suami makin sayang sama kita. Nah kalau udah Sayang apapun pasti akan diberikan kepada kita. Trust me it's work


Finding One Thousand Love From Travelerien

Finding One Thousand Love From Travelerien


sepanjang perjalanan dari Soeta ke BSD dalam hatiku bertanya-tanya, apa yang membuat mbak Katerine mau menemuiku pagi ini? Bloger keren, juri fenomenal dengan seribu satu kesibukan ini mau meluangkan waktunya buat ngopi cantik denganku. Apakah karena rasa tidak enak karena 2 hari sebelumnya aku todong gitu saja.

"Mbak Rien, aku lusa ke Jakarta. Ketemuan hyuks.." todongku kala itu di pesan whatsapp.

Padahal siapalah aku? Seorang Bloger daerah, yang baru ketemu sekali pas event Asus kemarin. Aku nya aja yang sok kenal sok dekat. Sengaja pengen dekat juga dink biar ilmu-ilmunya mbak Rien ditularkan, biar pintar nge-blog, biar pintar nulis, cari bocoran biar kalau ikutan lomba bisa menang, bagaimana menulis blog yang baik agar sesuai selera juri dll.

Tapi apakah semua itu aku dapatkan jawabannya? Ternyata enggak saudara - saudara. Mencuri ilmu itu tak semudah mencuri dompet penumpang bis atau kereta api (eh sebenarnya nggak punya pengalaman nyopet juga sih wkwkw) niat dihati pengen mencuri ilmu tapi yang ada kami berdua malah sibuk ngerumpi ha ha - hi hi sampai tak terasa waktu 1 jam berlalu dan kami harus berpisah. Sad mode on.

Jumpa Pertama Dengan mbak Katerina. 

Aku ketemu pertama kali dengan mbak Rien pas acara Asus. Bahagia pasti ketemu dengan anak Multiply. Minimal nggak terlalu asing namanya. Tapi sayang penampilan mbak Rien ini menipuku. Jauh dari ekspetasi kacamataku Sebelumnya. Iya, Doski kan emak-emak dengan dua putra-putri, trus bagaimana bisa secantik dan se-energik gini? Kayak baru umur 25 an tahun gitu ckckck. kebanting gaes kebanting. Aku pakai gamis, doski pakai long outers gitu 不不

Setelah pertemuan pertama yang agak serius, dilanjut dengan nge-bolang setengah harian dengan mbak Rien dihari keduanya. Nah hari kedua ini baru bocor cerita apa saja, aku makin terpesona dong. Ada ya orang baik banget begini?. Sharring ilmu pengetahuan tanpa ragu dan tanggung-tanggung. Makin fall in love sih. Dan entah mengapa aku sudah merasa dekat aja.


Kadang rasa rindu itu mengalahkan logika. Dan kali ini aku mengakuinya. Aku rindu aja pengen ketemu mbak Rien. Pengen chit-chat aja meski nggak tahu bakal ngomong apa ha ha. She's just like my sister. Guru ngeblog ku juga. Mungkin kalau dia nggak perduli, nggak bakal ngasih tahu dasar nulis di blog harus bagaimana, misalnya harus rapi kanan kiri, huruf capital yang jarang aku perhatikan dll

Jadi pas kemarin ada lomba Ngeblog Asus dan Lagoom Skandinavia yang mbak Rien sebagai jurinya aku semangat banget mengikutinya. Sempat nulis di semua lombanya bahkan. meski nulisnya awur-awuran. Dan si mbak sist Rien ini jujur banyak membantu.

Tulisan kamu spasinya kebanyakan. Nggak enak dilihat di kompi (iye mbak saiya nulisnya pakai hape sih), tulisan harusnya rapi, teliti lagi huruf capital nya, dan yang terakhir dibilangin tulisan kamu kurang Greget wkwkw. Bingung kan, ya sudah santai saja. Saya yang dinasehati saja santai.

Ribuan milles to meet You.



Awalnya aku janjian sama mbak Rien senin malam. Hari gini asal ada Gojek kan aman mau kemana saja. Eh tapi mbak Rien khawatir kalau melepaskan aku malam-malam dari Serpong ke Tanah Abang. Please deh mbak, aman aja kali. Bismillah. Tukang jalan aku ini mbak, dont worry be happy.

Padahal kalau menurutku sih jarak Serpong ke Tanah Abang dekat banget. Hanya 25 menitan kalau naik KRL trus jauhnya dimana? Jiwa doyan ngukur jalanku  mendadak terluka. Aku sering jalan dengan adek pulang-pulang ke penginapan jam 12 malam bahkan sempat sampai menjelang subuh baru pulang dari Ancol. Derita orang udik, ke Jakarta selalu mepet waktunya demi hemat segalanya ya begini.


Lalu janjian berubah sore jam empatan biar jam 6 sore sudah bisa naik kereta menuju Tanah Abang. Tapi bukankah jam segitu jam sibuk? Jam macet-macetnya kalau naik kendaraan umum. Naik KRL pun pasti susah mendapatkan tempat duduk. Dan waktu goggling cari info, tentang kereta api. Ancaman pertama yang menyebalkan ya tentang copet. Sumpah aku trauma karena dulu beberapa kali melihat korban copet di depan mataku.

"Batalin saja ketemuannya, BSD itu daerah Depok lho. Lumayan jauh." Asli ini info yang menyesatkan dari sobat cantikku 不 padahal BSD daerah Tangerang wkwkwk.

"Cewek, sendirian, serious mau kesana?"  bisik hati kecilku. "iya nggak papa kan? Toh banyak akses transportasi" bisik hatiku yang lain.

"Naik KRL sendiri bahaya lho, malam pula." tapi kan 1 gerbong banyak ceweknya juga.
Kalau mau simple sih bisa naik go car gitu, tapi kan pasti macet parah.

Sumpah rasanya aku mau nangis waktu bercerita sama beberapa teman dekatku waktu mau pergi ke BSD sendiri. Perkiraanku daerah Jakarta itu sama kaya Balikpapan bedanya paling macetnya saja. Semua dengan mudah dan cepat dicapai. Tapi membatalkan pertemuan? Oh tydak bisa. Aku kan sudah janji, meski dalam hati khawatir. Kebayang suasana malam di belakang stasiun KRL Tanah Abang.

Wait, BSD ini daerah Tangerang kan ya?  Trus ngapain aku muter-muter nggak jelas dari Soeta-Tanah Abang - BSD?  Mending sebelum ke Tanabang aku ketemuan sama mbak Rien dulu. Melepas rinduku dulu, sembari ngopi kopi ter-the-best versinya mbak Rien.






Mitos dan fakta memancing

Mitos dan fakta memancing


Memiliki hoby memancing ikan itu sebenarnya 1 dari 10 hobby yang bakalan nggak banget dalam hidupku.

Membuang waktu yang sangat berharga, itu dulu anggapanku waktu beberapa kali diajak suami memancing ikan di kolam, pinggiran laut ataupun diatas pipa Somber sana.


Apaan sih, berjam-jam dapat ikan enggak, karuan beli di pasar nggak sampai sejam juga dapat berkilo-kilo. jadilah waktu diajakin pertama yang saya siapkan adalah novel tebal buat membuang bosan. Mau nonton drakor di hape ya pasti nggak bisa karena di tengah laut tak akan ada sinyal.

Belum lagi panas, gosong dimuka meskipun sudah pakai sunblock yang ber spf tinggi. Gegara mancing ini saya sempat depresi karena pas perawatan di clinic sempat dimarahin dokternya. Hasil perawatan berbulan-bulan hancur dalam 1 hari.

Mahal dan buang-buang uang. Sekedar info, memancing di tengah laut gini nggak juga bisa dibilang murah. Sebagai emak minimalis yang super duper irit harus berfikir bolak-balik buat mancing begini. Jargon pengeluaran seminggu lima puluh ribu bisa berantakan karena Sekali mancing di laut Paling murah per orang Rp 150.000 - Rp 300.000. Nah kalau berdua tinggal dikalikan saja, kebayang kan dapat berapa kg ikan kalau beli di pasar.


Tapi, itu dulu. Waktu belum merasakan tarikan ikan kerapu, kakap, mangrove jack, udang trigger, bandeng bahkan saluang. Yah saking sukanya mancing sayapun suka mancing ikan saluang/wader kecil-kecil awalnya buat iseng-iseng membuang waktu sore eh ternyata seru abis, ikannya pun lumayan manis di goreng tepung buat camilan .

Sekarang saking sukanya mancing hampir semua jenis ikan mulai tahu nama-namanya. Muka gosong, ya sudahlah. Kebahagiaannya menarik ikan sebanding dengan pengorbanannya.

Sebagai lady angler amatir, meskipun nggak percaya, kadang kadang berhembus berbagai mitos lokal yang kadang mau nggak mau dipercaya.

Okey lets see Mitos-mitos apaan aja yang berhembus dan dipercaya sama para Angler belakangan ini?

Telur Bulat Rebus

Beberapa kapten kapal memang mewanti-wanti nggak boleh bawa telur bulat (entah dimasak kecap/balado/sambal pokoknya bulat saja) ya sudah kalau emang nggak boleh ya nggak usah dilanggar daripada seharian mancing suasana tidak enak. Tapi ternyata itu mitos karena pernah ketika memancing ikut di kapal lain dapat nasi kotak lauknya telur bulat dan nggak terjadi apa-apa selama memancing 不不)

 ikan Buntal

Kalau pertama mancing dapatnya ikan buntal wassalam deh, alamat nggak dapat ikan selanjutnya (dan ini nggak terbukti gaes, saya pernah strike pertama ikan Buntal dan selanjutnya masih saja Dapat ikan, banyak lagi. Jadi slow saja, ambil ikannya dan release lagi ke laut)

Meskipun dapat ikan buntal ini termasuk rugi karena ikannya nggak dapat kita masak. Entahlah, daging ikan ini menurut sebagian orang beracun. Walau di Jepang sana ikan buntal termasuk ikan yang dapat dikonsumsi tapi pasti dengan tekhnik rahasia, kalau saya sih nggak berani ambil resiko

Buaya
Nggak boleh panggil-panggil atau menyebut buaya saat memancing karena kita bisa didatangi. Yang ini sih memang saya hindari kalau pas mancing di muara. Hahaha serem aja ngebayangin buaya muara yang segede apa.

Nggak boleh memancing saat istri sedang hamil.

Well it's Mitos, beberapa teman tetep mancing meski istrinya sedang hamil besar. Meski beberapa ada juga yang bener-bener libur memancing sampai istrinya melahirkan. Ada yang bilang takut anaknya bakalan bibirnya sumbing dll tapi ini jelas tak ada buktinya ya gaes.

Melangkahi joran = Boncos seharian.

It's mitos gaes, pernah sengaja melangkahi joran suami karena doski sudah strike banyak sementara saya belum dapat satupun. Niatnya sih usil, tapi ternyata mitos, suami terus strike justru saya yang zonk seharian.

-ikan sapu-sapu/ikan remora/ikan Gemi.

Kali ini bukan mitos ya, Ikan ini biasa  menempel pada ikan hiu. Nah jadi kalau memancing ikan di laut dan mendapatkan ikan ini. Udah deh mending pindah spot mancingnya. Dijamin boncos kalau tetap bertahan disana karena daerah tersebut dikuasai ikan hiu. Kebayang kan kalau ikan hiu sudah menguasai, jangan harap ada ikan lain yang mendekat.

Tapi, dibandingkan minusnya memancing di Laut lepas itu menyenangkan. Kita bisa menikmati hembusan angin, berolah raga menaikan ikan, apalagi pas arus kencang dan dalam.

sekaligus menikmati keindahan laut. Memancing juga mengajarkan kita tak boleh mudah putus asa jika ber jam - jam pancingan kita belum dimakan ikan. Menahan sabar saat ikan di depan mata tapi pancingan kita putus ataupun tersangkut di batu karang