Deg-deg'an saat dilamar


Selain nikah, khitbah mungkin menjadi satu momen yang paling menegangkan selain tentunya membahagiakan.

Karena itu ia termasuk dalam satu bagian hidup yang sangat dinantikan. Menjelang khitbah, biasanya (baik pelamar maupun yang dilamar) sama-sama akan merasakan deg-degan.

 Rata-rata karena takut nantinya bagaimana. Si pelamar takut  si akhwat tidak mau, sedangkan si gadis takut ikhwannya tidak berkenan. Apalagi kalau saat khitbah dibarengi dengan nazhar (melihat calon), bisa dipastikan akan membuat hati akan terguncang tidak karuan, lebih-lebih jika keduanya belum pernah bertemu.

Nah kiranya perlu disiapkan segala sesuatunya agar prosesi khitbah tersebut lancar sesuai rencana.

Pastikan Hati

Sebelum acara khitbah, kedua pihak hendaknya memastikan bahwa benar-benar telah siap menikah, secara lahir maupun secara batin, juga siap untuk diterima atau ditolak.
Sehingga keyakinan kuat dalam hal ini sangat dibutuhkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat peminangan.

Dengan keyakinan yang kuat, Insya Allah apapun akan bisa dilewati dengan mudah. Tidak lupa hendaknya terus bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Karena hanya Allah yang bisa mempersulit atau mempermudah urusan. Dengan sikap seperti ini, setiap halangan yang menghadang akan bisa diselesaikan dengan baik. Dan bila ternyata masih ada keraguan, hendaknya tidak memaksakan diri untuk maju. Karena siapa tahu itu awal dari sesuatu yang kurang baik.

Pastikan si Dia

Bagi pihak pelamar juga harus memastikan bahwa akhwat yang akan dilamarnya merupakan wanita sendirian. Bukan istri atau sedang dalam peminangan orang lain.

Ibnu Umar Radhiallahu'anhu pernah berkata, bahwa telah bersabda Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam: "Janganlah ada  seseorang dari kalian yang melamar pinangan saudaranya sehingga dia melepaskannya.

Bagi pihak wanita, juga harus memastikan bahwa si ikhwan serius. Ia tidak main-main dengan niatannya dalam melangkah ke perkawinan. Dipastikan pula, bahwa orang tua si Ikhwan mengetahui rencana anaknya. Walaupun laki-laki tidak harus datang disertai orang tua, tetapi kedatangan orang tua si Ikhwan akan lebih meyakinkan dan menjadi bukti keseriusannya.

Karena ini merupakan khitbah maka sudah semestinya kedua orang tua calon mempelai bertemu, sebagai bagian silaturahmi antar calon besan. 2 keluarga yang akan disatukan. Rasulullah Shalallahu'alaihi wa Sallam telah menasihatkan: "Apabila telah datang kepadamu seorang lelaki yang kamu sukai ibadah dan budi pekertinya, maka nikahkanlah ia dengan anak gadismu. Karena kalau tidak, maka (dikhawatirkan) akan terjadi bencana dan kerusakan besar dimuka bumi ini." (HR. at Tirmidzi)

Pastikan Orang Tuanya
Agar tidak menemui kendala dalam melamar, hendaknya si pelamar memastikan bahwa orang tua si Akhwat akan menerimanya. Hal ini penting untuk menghindari sakit hati atau hal-hal yang tidak diinginkan saat khitbah berlangsung.

Pihak Akhwat juga hendaknya jujur tentang keadaan orang tuanya, dari mulai sifat, karakter, dan keinginan mereka terhadap calon menantunya. Sehingga si Ikhwan bisa mempersiapkan diri dengan baik. Ataupun kalau tidak, bisa membatalkan rencana khitbah dari awal.

Disisi lain pihak Akhwat juga hendaknya telah jauh2 hari memperkenalkan sosok calon suaminya kepada orang tuanya, kalau memang orang tua belum pernah mengenalnya.

Selama Proses
Saat melamar, hendaknya para orang tua yang berbicara. Ini menjadi salah satu adab yang baik. Insya Allah mereka lebih bisa berhati-hati dalam berbicara, juga akan lebih bisa diterima alasan kedatangannya. Kalau nantinya ada pertanyaan2 yang meminta kepastian dari orang tua kepada calon mempelai, hendaknya dijawab dengan sejujurnya dan mantap, agar kedua orang tua yakin.

Saat khitbah dibolehkan membawa hadiah atau buah tangan sebagai bentuk perkenalan. Namun buah tangan ini hendaknya bukan tradisi yang ditentukan sebagaimana yang umum terjadi di masyarakat. Kalau sudah seperti itu, sudah termasuk dalam amalan bid'ah, bahkan kalau dengan keyakinan tertentu termasuk dalam kesyirikan.

Kesalahan Lain

Selain tradisi tukar cincin, kesalahan lain yang umum terjadi di antaranya, mereka menganggap bahwa sesudah khitbah seolah-olah sudah menikah. Sehingga kerap kali setelah itu bebas melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, seperti pergi berdua, bergandengan tangan, atau yang lebih dari itu. Padahal semua itu belum diperbolehkan.

Khitbah adalah proses muqaddimah untuk menikah dan belum terjadi pernikahan. Oleh karena itu untuk menghindari kemaksiatan, dianjurkan agar jarak waktu khitbah dan akad nikah tidak terlalu lama sehingga calon istri tidak dalam kondisi lama menanti.

Nurhidayat online: wrote on Mar 9, '09
Bisa jadi buku yang bagus jika dikembangkan.

antypii wrote on Mar 8, '09
wahh...gimana yah...mungkin rasanya seperti itukah?
ingin sekali.....:)


jokodinejad wrote on Feb 24, '09
jadi pengen....semoga dipercepat TFS ya Teh...he..he..

photocyber wrote on Feb 16, '09
salam...
sudah pengalaman?

Annland wrote on Feb 10, '09
salam kenal...kak...
apa lamarannya diterima?hihiii...

mitaspeaksoftly wrote on Feb 2, '09
:) TFS

angra wrote on Jan 26, '09
Sayang, sudah ada yang melamar. Hahahaha, salam kenal!

firmantiens wrote on Jan 26, '09
semoga bahagia...

dastam wrote on Jan 26, '09
ya.....mmmm

ayahandaaisyah wrote on Dec 24, '08

he...he... perasaan anak ayah masih kecil deh kok da dihitbah ya....oh ternyata salah ini aisyah yang gede ya... salam deh dari anak ayah aisyah juga namanya...

ovhi wrote on Nov 13, '08
Wuiiis artikelnya bagus bwu....bisa jadi pengetahuan nih buat yang belum and yang akan.

jarapat wrote on Jul 5, '08
wah...aku jadi pengen ni....ikut deg-degan....kaya apa rasanya??kapan ya??

Rumahsederhanaku wrote on Jun 18,
selamat ya ukh...

depuguh wrote on Jun 10, '08
Ass. khitbah? emm..................

Amiehamasah wrote on Jun 4, '08
hhhmmm... TFS ya teh..
mudah2an ga sampe jantungan yah... tar bukannya walimahan malah masuk RS lagi heeee......

tunggarawae wrote on Jun 2, '08
deg-degan juga ya...bacanya...

sany291 wrote on Jun 2, '08
pokonya harus dipastikan semuanya sepasti-pastinya :D

Abuluthfia said
sampai kedengaran deg-degannya kesini...:D
he-ehh.. kirain gempaa... :p

Diyansanty wrote on May 29, '08
hmm...mulai deg2an :)

salmanbelajar wrote on May 29, '08
he he. iya ya. Inget 3 tahun yang lalu jadinya. Selamat ya aisyah, Selamat deg-degan mengetuk pintu berkahNya

sawungteteh77 wrote on May 25, '08
wah....kalo baca yang ini saya masih ikut degdegan walopun dah punya anak 4 ingat masa lalu xixixi...

Dafa wrote on May 23, '08
TeteH,, degdeg an ya,,,, tenang2
Na mau yaa,,,

ivoniezahra wrote on May 22, '08
Waduh....gimana rasanya yunda..hih..dinda juga ikutan deg..degan nech
Heh..kapan nyusul ya????

susieutomo wrote on May 22, '08
duuuhhh..Akang..,eh Udaa,..eh, Ucook...

arikunto wrote on May 21, '08
semoga prosesnya lancar ya ais....! aminnn

tenrii wrote on May 21, '08
euleuh-euleuh,, boleh juga nih persiapannya.. okeh dehh,,,

fathiabfg wrote on May 21, '08
hehehehe..... deg2an-nya sampe terasa ke tetangga, slamat ya sis.......

azzamq wrote on May 21, '08

butuh amal nyata..

* ditunggu kabar baiknya

^_^

utheyabdullah wrote on May 21, '08
masak sih deg..deg.. kan syah?
bukannya malah senyum2 kegirangan.
hehehe...

nisma27 wrote on May 21, '08
duh aisyah..
aku kok jd ikut deg2an jg ya bacanya..
* syah.. aku seneng deh baca artikel aisyah..
kliatan bngt aisyah dan calonnya sdh mempersiapkan pernikahan ini dg matang dan sangat islami..
selamet ya sayang.. semoga menjadi kel yg SAMARA..

Vocinna wrote on May 21, '08
kirain Aisyah lagi deg2an .....qiqiiqiqi

genkeis wrote on May 21, '08, on May 21, '08

ya deg2an lah, klo ngga deg2an berarti dah "selesai" dunk hidupnya ^_^
eh, btw, lagi deg2an karena dilamar ngga nih..? :D

tehtina wrote on May 21, '08
ahhhh... jadi ikut deg2an.... hihihiii

sarqina wrote on May 21, '08
wah aisyah tenang deh selawat banyak banyak asal tidak sakit jantung hahahaha kalau si indah kata ada gempa... jangan ada cyclone nagis ya hahahaha

indahmasruroh wrote on May 21, '08
ehem...duh yang deg-deg kan...
awas...ada gempa..:D

cewekblora wrote on May 21, '08
ceileeee Ais....
segitunya..
hehehehehe.....

indra15 wrote on May 21, '08
waaaaaaah...De Isyah dilamar yaaaaa?
oleh2nya yaaaa....*loh?

nadareeda wrote on May 21, '08
kalo aku pas khitbah bukannya deg2 an ..tapi nangis terus ..pasca khitbah baru dech ..deg2an ..mempersiapkan saat2 mendebarkan itu .. banyak berdoa ya mbak .. semoga di berikan yng terbaik ...Amien

ciciatjeh wrote on May 21, '08
nah yaaa...
yang sedang deg deg-an nunggu khitbah...
abis-abisan deh nyari artikelnya... hahahaha
sabar-sabar... semoga semuanya berjalan lancar yaaa..

No comments