Management Hati Saat Kecewa Melanda

Management Hati Saat Kecewa Melanda

 

MANAGement hati

Pernah kecewa? Sangat kecewa, hingga kepengen menangis? Hahaha cenggeng ya kesannya. Jadi gini ya, sebegai cewek aslinya aku kan suka ngomel. Udah dari dulu juga gitu. Tapi kalau sudah mentok malah pengen nangis saking kecewanya.


Ngomel-ngomel nggak jelas, ini kalau yang diomelin ada di depan mata kan? Kalau yang diomelin jauh ya larinya ke wapri. Trus kalau yang diomelin nggak ngerespon biasa langsung ke status, whatsapp, twitter dan facebook. Perang status, saling klarifikasi duh, udah tua juga, berentian sudah.


Terus yang didapat apa? Biasanya plong sesaat, apalagi di sosmed kan banyak teman-teman kita yang sok perduli padahal ya hanya kepo dan suka jadi kompor mbleduk yang suka memanasi. Hahahah tapi yakin deh,hubungan dengan orang yang bermasalah dengan kita yang bubar jalan. Miris ya, masalah selesai enggak tapi buyar iya. Off course setelah dibumbui sana-sini biasanya emang gitu.


Jadi, sebelum masalah muncul di permukaan sebaiknya tahan-tahan-tahan dan tahaaan diri untuk tidak menuliskan di status, karena yang kepo dengan hidup kita itu banyak. Nggak hanya seleb lho yang dikepoin orang gabut itu, kehidupan remeh temeh kaya kita pun tak lepas dari perhatiannya.


Management Hati Saat kecewa Melanda


Management hati saat kecewa melanda ini menurutku sangat penting. Tentu saja agar kita tidak terlihat menjadi pribadi yang penuh emosi dan meledak-ledak. Ingat umur euy, kita bukan lagi berada diusia labil kan?


Ingat kan kalimat kalau suka marah-marah itu temennya Setan Merah aka Red Devil. Eh itu sih MU ya wakaka, aku pun fans Manchester United sebenarnya. Tapi setan disini maksudnya ya setan beneran bukan setan merah yang isinya cowok-cowok cakeb, atletis, energik nan penuh talenta itu.

 

Ingat Allah, Just Remember Allah.




Jadi saat kecewa melanda satu-satunya yang harus dihadirkan di hati kita adalah dengan mengingat Allah. Ingat Allah, just Allah. Ingat segala sesuatunya sudah ditakdirkan oleh Allah.


Bilang sama hati, ”Hari ini kamu boleh kecewa tapi semua akan baik-baik saja”  Everything will be okay…. Hal ini tidak akan mengurangi apapun yang kamu punya, karena takaran apa yang kamu miliki sudah ditakar oleh Allah.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (Qs. Ar Ra’du ; 28)

 

Semua Hanya Titipan


Ingat apapun yang kita punya hanyalah titipan.  Harta, anak,istri, suami, orang tua, saudara, sahabat hanyalah titipan. Kelak kalau penitipnya  mengambil nggak boleh marah. Kecewa boleh karena kita sudah biasa bergantung, tapi crazy in love jangan.


Hal terberat adalah ketika Allah mengambil sosok almarhum Bapak dalam hidupku empat tahun yang lalu. Berat karena bapak adalah tempat aku bergantung, tempat aku curhat dan tempat mencurahkan kasih sayang. Dalam sehari nggak terhitung berapa kali sms, telefon, curhat.


Setua ini, aku kalau ada apa-apa lebih suka curhat ke bapak karena realistis menurutku. Jadi kalau pas aku salah jalan dibenerin. Nah kalau dengan ibuk kan suka mengedepankan emosi.. ( perempuan kan gitu ya)


Jadi ketika Allah mengambil titipannya aku sempat shock, separuh jiwaku beneran nggak menginjak bumi saking merasa kehilangannya. Tahun demi tahun berlalu baru bisa mengikhlaskan kepergiannya.


Tapi ini menjadi pelajaran berharga banget bagiku. Sekarang kalau ada hal-hal kecil hilang, ya udah lempeng aja, yang terbaik saja ketika hilang harus ikhlas apalagi yang remeh temeh dalam hidup.

 

Mengadu Sama Allah


Klise banget sih ya kalimat di atas? Hihihi akupun baru akhir-akhir ini mempraktekan.  Meski ada suami, ada sahabat dekat yang bisa kita aduin. Tapi, ada beberapa hal yang tak bisa kita adukan kan ya untuk hal-hal yang terlalu private. Jadi solusinya ya mengadu sama Allah.


Mengadu sama Allah waktu pada waktu berdoa setelah sholat itu bagus. Tapi ada kalanya kita nggak perlu menunggu waktu-waktu itu. Mau mengadu ya mengadu saja.


 “Ya Allah hatiku saat ini sedang sakit banget, please sembuhin ya.”


Amazingnya, nanti ada saja hal-hal yang membuat kita sibuk. Misal tiba-tiba ada job dadakan yang membuat kita sibuk lalu lupa deh dengan hal yang membuat kita sakit hati tadi.

 

No Conference Pers


Nggak perlu konferensi pers deh. Meminta kejelasan pada orang yang sedang kalut dengan hidupnya sendiri itu percuma. Yang ada kita akan semakin kecewa.


Jadi kadang kita sering kan memakai jasa sahabat, teman ataupun memberi kesempatan pekerjaan pada orang terdekat kita. Mahal atau murah itu bukan masalah. Bagiku bisa memberi rezeki sesuai akad kepada orang terdekat itu lebih membahagiakan.


“Dinda, aku mau dong pesan baju 100 kodi buat lebaran ini.”


Yes, akad sudah dibuat, pembayaran sudah dimuka. Padahal kalau dengan penjahit lain biasa pembayaran hanya 30% sebagai tanda jadi. Barang sudah diterima baru dibayar, itupun kadang masih ada tempo pembayaran selama 3 bulan.


Tapi kerja sama yang baik apalagi dengan saudara ataupun sahabat aku lebih memilih membayar cash. Siapa tahu uangnya buat beli bahan, siapa tahu bisa buat jajan ortu dan anaknya. Tapi kadang disitu malah ujiannya.  Dan entah kenapa kaya ada sinyal sebelumnya, aku harus siap kecewa.


Pada hari H, jilbab yang dikirim hanya 75%. Masih berhusnudzon on proses maybe. Nggak ada kabar sampai Ramadhan hari ke 15, stock sudah habis akhirnya memberanikan diri menelfon.


“Dinda, kekurangan jilbabnya gimana? Ekspedisi lima hari lagi tutup lho.”

“Lho, sudah selesai itu kakak. Jilbabnya nggak tepat 100 kodi karena bahan kain naik, gaji pegawai konveksi naik juga karena efek Corona. Kakak tahu sendirikan kondisi sedang begini?”


Tears, uang itu tak seberapa, tapi Attitude nya dear.  Kalau aku memesan di konveksi lain mungkin aku mendapatkan 120 kodi jilbab. Atau kalau kejadiannya benar begitu, harusnya ngomong kalau sudah selesai. Bukan hanya pada waktu akad saja.


Mungkin aku bisa memviralkan di sosmed dengan alasan biar nggak ada lagi korban sama seperti aku. Rezeki kamu bisa hancur karena nggak amanah dan nggak akan ada yang mau memesan jilbab di tempatmu lagi.


Tapi aku memilih diam, memilih ya sudahlah. Dari 75 kodi aku sudah mendapatkan keuntungan sekian juta tapi halal. Daripada kamu yang nggak amanah memakan sekian juta tapi nggak halal.

 

Kecewa Karena Hutang? Ikhlaskan.

 

“Mbak hutangnya dibayar dong, sudah 5 tahun nggak ada kabarnya? Aku juga perlu uang nih”


Pesan hanya diread aja. Besok lagi di ping sudah di block dong. Pas ditelfon pakai nomer lain pura-pura lupa siapa kita. Duh Gusti ingkang maha kaya, gantikanlah rezeki yang sudah dia ambil dengan berlipat ganda.


Done cukup disitu saja. Sekedar cukup tahu saja kalau misal persahabatan hanya berharga sekian juta. 


Kalau dulu aku pernah emosi, sempat marah-marah di status, pernah viralin orang. Ah itu kesalahan besar banget. Uang tak Kembali, persahabatan pun hilang. Poor me. 


Biarlah Allah dengan segala rencana dan caranya. Nanti pasti dikasih rezeki yang lebih banyak daripada yang hilang.


Penutup


Sekian  dulu curcol tentang management hati yang kecewa kali ini. intinya kalau pas kecewa gitu harus sering-sering istigfar. Nggak semua akan berjalan mulus sesuai yang kita mau. Dalam berusahapun ada up, down dan juga terperosoknya. Tak apa-apa yang penting bisa bangkit Kembali dan move on. Jangan lupa terus Bahagia ya teman-teman. See you…

 

 

 

 

Ngaku Pecinta Drakor? Ini Yang Harus Kamu Tahu

Ngaku Pecinta Drakor? Ini Yang Harus Kamu Tahu



Annyeonghaseyo chinggu.
Bagaimana aktivitas selama lock down? Sebagai kaum rebahan sejati sudah berapa episode drama korea yang dihabiskan? (Kalau saiya sudah tidak terhitung lagi) oh ya kalau mau intip recomendasi judul drakor  bisa mampir ke blog nya kak icha ya.

Membicarakan Drama Korea, tentu tak bisa lepas dari makanannya kan? nah, ini contoh makanan yang sering muncul di  drakor yang harus kamu tahu

1. Kimchi
Resepkokiku.com

Kimchi merupakan fermentasi  sawi putih dan bubuk cabe. Rasanya segar, bisa dimakan sebagai makanan pendamping pada saat makan mie ataupun nasi. Dapat dengan mudah kita dapatkan di supermarket ataupun bisa kita buat sendiri di rumah.

Cara membuat kimchi
- Sawi putih besar potong jadi 2 atau 4 bagian. Wortel potong korek api, daun bawang memanjang.
- Buat  pasta cabai (bisa beli instant) yang terdiri dari bawang putih, bawang bombay, jahe, gula pasir, tepung beras, garam, bubuk cabai dan air. Blender jadi satu.
- Campur bahan pasta cabai dan sawi putih. Oleskan lembar demi lembar sampai merata.
-Masukan dalam tempat, taburi diatasnya dengan biji wijen yang telah disangrai. 
-kimchi siap disajikan setelah 3-6 hari terfermentasi.

2. Ramen 

Percaya nggak penilaianku pada efek buruk mie instan jadi luntur semenjak doyan nge-drakor. Nggak perduli kamu dokter, Ceo, Jaksa, princess maupun pangeran pasti selalu makan mie Ramen. Makannya pun pakai cara Ala drakor dong. Dimakan satu panci nggak pakai mangkok cukup dengan tutupnya saja. Hemat mencuci peralatan dapur pokoknya. Oh ya pancinya ini sekarang sudah banyak dijual di marketplace indonesia. Harganya berkisar Rp 150.000- Rp 200.000.

3. Kimbab
Sekilas tampilan kimbab terlihat seperti sushi, atau anggap saja kimbab itu sushinya orang Korea. Simple dan mengenyangkan. Apalagi makannya pas nonton drakor, wuiiih seru kan?

Bahan membuat kimbab
- Nori atau rumput laut
- Nasi. Campur nasi hangat dengan garam dan minyak wijen. Tunggu hingga nasi dingin.
- Telur dadar potong memanjang
- Wortel potong korek api panjang
- sayuran (bisa bayam, rebus sebentar, tiriskan)
- sosis potong memanjang

Cara membuat kimbab
- Susun nori, diatas roll bambu. Lalu taruh nasi hingga rata. Tambahkan sosis, telur, sayuran, acar.
- Gulung secara perlahan, agak ditekan agar menyatu. Lalu potong sesuai selera. Kasih taburan biji wijen agar tampilannya lebih cantik.
Sering nonton drakor mau nggak mau ada beberapa kalimat yang kamu hapal luar kepala dong, biar lancar bisa kog diucapkan sedikit-sedikit. misalnya pas lagi chat ataupun membalas obrolan post teman di blog ataupun sosmed.

Beberapa kata panggilan yang wajib kamu tahu waktu nonton drakor.

- Na
Saya (informal) sedangkan untuk kata formal menggunakan Jeo

- Neo
Anda (informal) sedangkan kata formalnya menggunakan kata Dangsin

- Geu
Berarti dia. Dia perempuan menggunakan kata Geu nyeo. Sementara Geu-deul artinya Mereka. Sedangkan untuk kami menggunakan kata : Uri.

- Oppa 
Biasanya adik cewek memanggil kakak laki-lakinya. Atau beberapa sering kita dengar cewek memanggil pacarnya dengan sebutan Oppa.

- Eonni atau Eounni.
kakak perempuan. Biasanya adik perempuan akan memanggil Eounni. Sementara adik laki-laki memanggil Noona kepada kakak perempuannya.

- Dongsaeng
Panggilan untuk adik. Panggilan ini digunakan untuk cewek atau cowok. kita cukup menambahkan Yeo pada adik cewek, YeoDongsaeng. Sedangkan untuk adik cowok kita tambahkan Nam menjadi NamDongsaeng.

- Hyung /Hyeong
Panggilan kepada kakak cowok yang digunakan pada adik cowok atau teman dekat yang usianya lebih muda juga.

- Eommonim / Eommoni
Panggilan anak untuk ibunya (formal) sementara biasanya dalam sehari-hari memakai kalimat Eomma.

- Aboji / Abonim
Panggilan anak kepada ayah dalam bentuk formal. Sementara untuk biasa memanggil dengan sebutan Appa

- Haraboji /Halmoni.
Panggilan cucu kepada kakek dan neneknya.

- Samchon / Imo
Panggilan kepada Paman dan bibi.

- Sunbae 
Panggilan kepada senior. Biasanya akan ditambahkan kata menjadi Sunbae-nim. Sementara senior memanggil juniornya dengan kata Hobae.

- Ahjuma 
Panggilan pada yang lebih tua daripada kita (perempuan) sementara kalau laki-laki dipanggil dengan Ahjusi

- Chagiya 
Panggilan kepada pacar agar lebih romantis. Sementara untuk pasangan suami/istri menggunakan kata Yeobo. Suami : Nampyeon . Istri : Anae.

Kalimat - kalimat ringan yang sering muncul di drakor yang mudah kita ingat

- Mian-hee : Maaf
- Nae Ma eum : Hatiku
- JamKanman : Tunggu sebentar
- Bogoshipo : aku merindukanmu
- Hagoshipo : aku ingin
-Jinjja/jeongmal/jinjjaro/jeongmalyo?: Benarkah
- Eotteokhae (otoke) : Bagaimana?
- Jal-ja : Tidur yang nyenyak
- Gwenjhana : Tidak apa-apa (it's okey)
- Waegeurae? : Ada yang salah?
- Na ddo ara: Aku juga tau
-  Heng-bok-hae : Saya bahagia
-  Gajja /Kajja :  Ayo
- Ga-ji-ma : Jangan pergi!
- Aigo :
-Eomeo (Ommo) : kaget/takjub. Biasa perempuan lebih fasih menggunakan kalimat ini 
- Jebal : Tolong
- Nuguya?: Siapa?
- Nuguseyo?: Anda siapa?/ Ini siapa?
-  Saranghaeyo: Saya mencintaimu
- Nde : Oke
- Uhdeeya/eudiseo: Dimana?
- Shireo (siro) : nggak mau
- Arraso : iya, mengerti
-Onje: Kapan?
-Aya : Aduh (mengeluh rasa sakit, misal kepentok kepala di pintu)
- Eoyu : Aduh (sesuatu yang tak diinginkan terjadi)
- Jaljayo : Baik-baik, ya.
- Mwo/mwoya/mworago?: Apa?
- Wae/waeyo?: Kenapa?
- Ireohge?: Seperti ini?
- Daebak : keren/awesome
- Mashigetta (matsta) :Enak
- Mateobseo : Nggak enak
- Nemsik : Bau
- Anieyo : Bukan
- Yeppo : Cantik
- Uljima : Jangan menangis
- Yeongwonhi : Selamanya
- Haebongkae : Saya bahagia!
- Palli : Cepat
- Yaksohkhae : Janji ya
-Uh-dee-ya : Di mana?
-Jal Meoggesseumnida :Selamat makan
- Gomawo : Terima kasih (informal)
- Molla :  Tidak tahu
- Hwaiting / Fighting: cemunguts/semangat

Gimana-gimana? Pelan-pelan pasti bisa lah ya ngapalin kata-kata sederhana di drakor.  Apalagi kalau sering diucapin, Siapa tahu pan kapan bisa liburan ke Korea kan ya? Masa tahunya cuma Oppa dan Sarangheo ajah.
Megengan Tradisi Yang Menyatukan Hati

Megengan Tradisi Yang Menyatukan Hati

Secuil Kebersamaan Tradisi Megengan


Di Ngawi, tepatnya di desa Ngrambe kampung halaman saya setiap menjelang bulan puasa H-1 selalu ada tradisi Megengan. Yaitu membawa satu bungkus nasi berserta lauk-pauknya yang ditaruh di dalam baskom ditutupi daun pisang dan taplak meja.

Awalnya saya mengira tradisi apaan sih kayak gitu? Toh Nggak ada dalam Hadits Kita harus melakukan tradisi seperti itu? Jadi lebih baik nggak usah dilakukan deh.

Tapi makin kesini saya makin bisa bertoleransi. Ini hanyalah satu salah satu tradisi kalaupun toh dilakukan juga tidak berdosa. Karena tujuan awalnya adalah silaturahim. Mempererat hubungan persaudaraan antar Tetangga. 

Oh ya acara megengan ini biasanya satu KK membawa 1 buah baskom nasi dan lauk pauknya dibawa ke masjid setelah ba'da Ashar. Lalu sampai di masjid kita taruh di tengah ruangan. Setelah semua berkumpul biasa akan ada sedikit Tausiah dari ustadz mengenai penyambutan bulan Ramadhan (malamnya sudah tarawih kan?) Lalu dibacakan doa trus pulang deh.

Oh ya, biasanya makanannya yang dibawa pulang akan saling tukar menukar. Ini yang sesi seru nya, dapat punya siapa ya? Hehehe meskipun rata-rata ya sama menu nya.

Menu yang biasa ada dalam acara megengan.

-  Nasi Putihmudah si Uduk.
Nasi putih kira-kira cukup kenyang untuk dimakan 2-4 orang. Di desa yang rata-rata petani nggak pernah pelit nasi. Kadang cukup sampai kita makan sampai buat sahur lho. 

- Ayam 
Satu potong ayam (ayam 1 dibagi 4) biasa dimasak rujak, bacem, curry. Tergantung dari yang memasak. Disinilah serunya biarpun sama-sama ayam kadang kita mendapatkan masakan yang beda

- Telur Rebus
Telur rebus matang jangan dikupas. Biasa kita mendapatkan 1-2 pcs telur rebus.

- Kering Tempe
Tempe dipotong kecil-kecil korek api. Digoreng lalu dibumbui dengan cabe Rawit, cabe merah,  bawang merah, bawang putih, gula merah dan kecap. 

- Mie goreng / Bihun goreng
Ini juga tergantung pada kesukaan yang memasak. Nggak harus mie kuning ataupun mie bihun putih. Yang penting dimasak dengan cara digoreng dicampur dengan sayuran sop-sop-an.

- Kerupuk
Indonesia tentu identik dengan kerupuk. Entahlah nggak lengkap rasanya makan tanpa kerupuk. Begitu juga isian makanan megengan ini juga ada kerupuknya. Biasanya yang digoreng kerupuk merah, kerupuk opak dan kerupuk rengginan. 3 macam kerupuk ini biasanya ada semua.

- Buah Pisang
Pisang memang buah yang paling mudah didapat. Terlebih di perdesaan. Hampir setiap rumah memiliki pohon pisang. Buah yang enak, manis, mudah didapat serta murah. Pisang yang dipakai biasa pisang raja/ pisang ambon.

- Snack. 

Aneka snack sebagai penyertanya biasa isinya macam-macam. Tapi yang pasti ada yaitu apem. Entah itu apem goreng ataupun apem yang di kukus.
1. Apem
2. Kue lapis
3. Bolu gulung
4. Donat
5. Lumpia
6. Dadar gulung
7. Bolu kukus
8. Cantik manis


Megengan tahun ini sih memang agak berbeda keadaannya. Duduknya pada jauh-jauhan. Sosial distancing tetep berlaku meski di perdesaan lho. Salut sama warganya. Merekapun patuh memakai masker kain. Semoga pandemi ini lekas berlalu. Rindu banget pengen pulang rasanya.
Dapur Minimalis Ala Emak Modern

Dapur Minimalis Ala Emak Modern

Minimalis Sebuah Gaya Hidup Sederhana Yang Menyelamatkan segalanya.
Belajar dari Uda Fadli, yang berbagi cara hidup sederhana ala anak muda sayapun juga jadi tertarik untuk menulis serta menerapkan  gaya hidup sederhana ala emak-emak rumahan.

"Minimalis atau pelit?" Itu adalah pertanyaan pertama yang ditunjukkan suami kepada saya waktu saya menerangkan beberapa gaya hidup minimalis yang akan saya terapkan sehari-hari di rumah. 

Yang paling penting sebenarnya adalah masalah makanan. Sebelumnya suami sangat jarang bawa bekal makan ke kantor. Kira-kira bakal malu-maluin nggak ya? Layak makan nggak masakan saya. Tapi semua ke khawatiran tersebut luntur karena ternyata banyak dari teman-teman satu kantor yang bawa bekal makan siang juga setiap hari.

Oh ya, kami pada istri punya juga dong whatsapp group. Jadi ada apa-apa bisa sharring. Seringnya sih berbagi resep menu masakan. Tapi sering juga buat sarana curcol. Nggak papa, yang penting bermanfaat.

Berawal dari kerinduan kampung Halaman.

Saya berasal dari Ngawi. Kota yang terkenal serba murah, rakyatnya makmur gemah ripah loh jinawi. Bisa dibilang sejak kecil sangat jarang beli beras, sayur-sayuran dan buah-buahan karena selalu tersedia di kebun dan sawah milik keluarga. 

Begitu juga dengan ayam, telur dan kolam ikan. Hahahaha mendadak pengen mudik kalau ingat begini.

Ritme hidup yang serba mudah membuat hidup menjadi nyaman dan damai. Nggak terlalu memaksakan diri mengejar rezeki. Dan rasanya hal itu tertanam dalam alam bawah sadar saya. Sayang beberapa tahun belakangan ini hidup jadi agak berubah. Saya jadi kehilangan ketenangan selama ini.

Terdampar di kota minyak
Saat ini saya berdomisili di kota Balikpapan. Satu kota yang terkenal dengan tingkat kemahalan kebutuhan sehari-harinya. Dulu awal tinggal disini saya agak shock. 

Tapi hidup toh harus tetap berjalan. Seberapa susahnya bertahan ya harus tetap semangat. Kalau nggak cukup ya harus diakali bagaimana caranya agar cukup. 

Lalu teringat dengan beberapa teman suami. Secara gaji mereka bahkan lebih dibawahnya suami. Punya anak 2-3, membiayai sekolah, bahkan masih ada yang ngontrak rumah. Kalau mereka bisa bertahan hidup Bukankah harusnya saya lebih bisa?

Hari ini saya pengen menulis sedikit rahasia dapur Minimalis ala dapur saya. Bismillah, niat menulis kali ini sama sekali nggak ada niat menggurui ya Mom's. Ini hanya sebagian kecil dari tips dan trick dari saya murni agar bisa menambah pundi-pundi tabungan demi impian besar saya yang belum terwujud.

Usia semakin menua, kebutuhan semakin hari semakin meningkat. Kesehatan mulai menurun. Kalau terus-terusan hidup boros, jajan diluar lalu kapan bisa sehat? Msg, gula tinggi, minyak-minyak goreng, rendah serat bisa menjadi kekhawatiran yang nyata.

Kapan bisa menabung buat impian besar? Takutnya sebelum bisa melakukan banyak kebaikan, belum sempat menunaikan ibadah haji malah sudah sakit-sakitan.
Duh padahal untuk biaya haji sendiri biayanya tak juga sedikit. Slot waiting List di Balikpapan sendiri 26 tahun. Saya harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang dua kali lipat dari biasanya agar bisa berhaji. Itu yang terbesit dalam fikiran saya saat itu saat belum memiliki tabungan haji.

Pembukuan Dapur Keluarga

Beberapa bulan terakhir saya benar-benar membukukan pengeluaran harian, masalah terbesar saya adalah biaya makan.  Sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Biaya sekali makan termurah di Balikpapan pasti antara Rp 15.000 - Rp 35.000, dikali 2 karena suami juga otomatis jajan diluar dan terakhir dikali 30 hari. Dan jujur saya agak terkejut karena jumlahnya fantastis banget. Anggap sekali makan Rp 25.000 x 3 : Rp 75.000 x 2 = 150.000 x 30 = Rp 4.500.000 . 

Kalau saja bisa ditabung 50% dari pengeluaran makan tersebut sudah lumayan banget. Padahal jujur nominal sekali makan kadang lebih dari segitu, apalagi pas makan dengan teman-teman sekali makan minimal Rp 50.000 - Rp 100.000. Saya harus secepatnya berubah nih agar tidak berlarut-larut borosnya.

Ternyata salah satu keborosan saya hanyalah urusan perut. Kenapa pula sekarang di marketplace isinya pre order kuliner, di aplikasi ojek online serta aplikasi pemesanan ticket pesawat isinya promo makanan meskipun sudah diskon ya tetep saja mahal. Kalau sesekali nggak papa ya, tapi kalau tiap hari?

Padahal hal tersebut bisa diakali dengan membawa bekal makan. Saya hanya perlu bangun 1/2 jam lebih cepat, habis subuh nggak boleh tidur lagi (berat sumpah ini berat) selain lebih hemat juga akan lebih sehat. 

Kami (saya dan suami) saat ini hanya tinggal berdua. Jadi please jangan disamakan dengan yang tinggal bertiga ataupun berlima. Sudah pasti budget pengeluarannya tidak bakal sama. 

Dulu waktu masih tinggal bersama dengan ibu mertua saya termasuk yang paling bahagia. Urusan dapur dan  segala sesuatunya diatur mamak mertua. Tinggal kasih uang bulanan beres. karena saya kebetulan sibuk di toko jadi urusan dapur beliau yang atur. Pagi-sore-malam selalu ada masakan yang mengenyangkan. Bahkan makan siang dianterin ke toko dalam keadaan panas-panas (maka nikmat punya mertua sayang manalagi yang akan aku dustakan?)  Lagipula masakan mama mertua itu ter the best jadi saya sih nggak pengen merebut daerah kekuasaan beliau, wkwkw (alasan clasic menantu kesayangan *malas)

Nah setelah tiga tahun tinggal dirumah sendiri ini saya kebingungan dengan keuangan yang mengalir bak air bah. Suami kerja, istri punya usaha tapi tabungan minus? Lalu salahnya dimana? Bahahaha sumpah merasa tertuduh gitu soalnya suami sudah memasrahkan segalanya kesaya, eh belum akhir bulan tabungan sudah kosong saja.

Sehat itu mahal? Ah nggak juga.

Sebulan Rp 2.000.000 cukup nggak sih? Awalnya saya tertawa ngakak dengan kegilaan tersebut. Niat hidup ingin minimalis atau kurang nutrisi nih? Tapi jujur ini jadi tantangan tersendiri, terlebih suami sudah menyerahkan segala sesuatunya kepada saiya sebagai pemegang kekuasaan dapur.

Saya nggak boleh egois. Selain sederhana harus memastikan kebutuhan nutrisi, gizi dan vitamin terpenuhi. Apalah artinya hidup sederhana tapi malah sakit-sakitan. Biaya ke dokter dan rumah sakit mahal kakak. Nggak semuanya tercover BPJS.

Kebutuhan selama sebulan di dapur sehat saya

- Listrik Rp 300.000
-Pulsa + kuota : 250.000
- Pdam Rp 100.000
- Gas melon (2) Rp 40.000
- Sembako Rp 250.000
- Daging, ayam, ikan Rp 400.000
- Sayur mayur Rp 150.000
- Buah - buahan Rp 400.000

Setelah bikin list belanja satu bulan saya bahagia banget dong ya karena totalnya hanya Rp 1.900.000 masih ada banyak sisa dari yang biasa saya keluarkan tiap bulannya hanya untuk biaya makan. Wish me luck.

Tips agar kebutuhan dapur tercukupi dengan budget yang terbatas.

-Belanja kebutuhan dapur ke Pasar tradisional. Beberapa barang dijual sangat murah di pasar tradisional ketimbang di minimart. Dalam kasus tertentu saya memilih membeli di nenek-nenek yang sudah tua dan tanpa menawar harganya. Barangnya dapat sedekahnya pun tepat sasaran.

- Belanja ke minimart (giant dan hypermart) di jam-jam sore/malam. Banyak roti, sayur, buah dan ikan/daging dijual dengan harga diskon 20-50%

- Beli beberapa barang pada saat diskon. Tapi pastikan hanya beli 1-2 pcs. Perhatikan tanggal expirednya.
Beberapa barang sengaja di diskon karena tanggal berlakunya sudah mendekati expired date.

- Apabila belum diperlukan tak perlu kalap belanja seperti orang lain hanya gara-gara transferan gaji sudah masuk ATM.

- Beli kemasan kecil.
Berbeda dengan beberapa orang yang menyarankan membeli dalam kemasan besar lebih murah. Tapi untuk kepraktisan saya menyarankan membeli dalam kemasan kecil, selain lebih murah, tertata rapi juga alam bawah sadar kita akan terbentuk agar selalu berhemat.

-Food preparing
Selain lemari es kita tertata rapi, bahan makanan juga akan lebih awet. susun sayuran dll dalam kotak sayuran yang rapi. Beri alas kain atau tisyu dapur untuk mencegah cepat berair.
2 Cara Mengisi Liburan Yang Menyenangkan

2 Cara Mengisi Liburan Yang Menyenangkan

Hi everybody apa kabarnya hari ini? Di hari jumat yang penuh berkah ini Bagaimana keadaannya? Sudah mulai bosan di rumah? Sama, saya pun juga. 
*curcol mode on* nggak papa mari Saling menguatkan sebagai emak-emak yang biasanya super power full menjadi emak-emak rumahan yang sholehah.
Rindu Ta'lim, pengajian, jalan bareng teman, kulineran,  nonton, dan tentu saja rindu buka toko. Meski hasilnya tak seberapa tapi menghasilkan uang sendiri itu menyenangkan. Sekedar info, Ketika tulisan macam begini dibuat berarti dompet saya sedang menipis sementara lihat kalender gajian suami masih lama wkwkwk. Abaikan kalimat terakhir.

Tapi apapun itu stay at home adalah hal yang paling bijak untuk kita lakukan sat ini. Hal yang terbaik untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Jadi sabar sabar ya. Banyak kog hal-hal positif yang bisa kita lakukan dari rumah selain mengerutu dalam hati yang tidak ada manfaatnya

Ingat Allah, ingat Dosa kejar pahala.
Nah agar nggak mati bosan hal terbaik yang paling bisa kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah, berusaha menambal sulam dosa dan kesalahan kita di masa lalu. 

Ingat-ingat deh dosa apa yang sering kita lakukan sama Allah dan Soulmate aka suami. Meski Kadang kita tahu itu bukan lupakan dosa besar tapi tetap aja berawal dari titik-titik bisa menjadi noda. Nah saat berada di dalam rumah begini adalah waktu yang tepat untuk kita Muhasabah diri lalu mencari cara untuk memperbaiki nya

1. Memperbaiki hubungan dengan Allah

Pernah nggak sih merasa putus asa dengan keadaan sekarang ini. Kalau saya jujur iya. Setiap sore melihat live dari instagramnya pak Walikota membuat dada deg-deg an tak menentu. Angka odp, pdp, bahkan yang positif covid 19 semakin hari semakin bertambah.

Kemana lagi hati akan mencari ketenangan kalau tidak memasrahkan diri pada pemilik hati, Allah swt. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan agar semakin dekat dengan Allah.

- Menjaga wudhu kita dari waktu ke waktu.
Sebagai pedagang di pasar terkadang susah bagi saya untuk tetap menjaga wudhu. Nggak mungkin juga saya bolak-balik ke toilet untuk wudhu. Kecuali pas waktu sholat zuhur, ashar ataupun magrib. Nah dengan berada di rumah ini Saya berusaha banget untuk bisa menjaga wudhu saya setiap saat. Believe me, ini bisa menjadi perubahan yang sangat baik saat kita bisa terus menjaga wudhu pikiran kita menjadi sangat tenang.

- Sholat di Awal waktu
Saat kita sibuk bekerja, biasanya akan sangat susah untuk bisa sholat tepat di awal waktu. Berulangkali bahkan saya sholat menjelang akhir waktu. Terlebih bila banyak pembeli ataupun waktu stock barang datang. Tanpa sadar kita telah melalaikan Allah. Please, maafin saya Ya Allah.

Saat berada di rumah begini sudah seharusnya kita mengubah semua kebiasaan buruk tersebut. Adzan berkumandang kita sudah siap diatas sajadah dengan menggunakan mukena. Semoga bisa terus istiqomah begitu seterusnya.

- Sholat Sunah tanpa terburu-buru
Di hari biasa jangankan sholat sunah, salat wajib sangat terburu-buru. Nah di momen seperti ini kita bisa memperbaiki sholat Sunnah kita. Dimulai dari salat qobliyah ba'diyah, lalu dilanjut salat Tahajud dan salat Dhuha.

Saat kita sudah membiasakan mengerjakan salat salat sunah tersebut Percaya deh hati kita akan menjadi lebih tenang

- Membayar hutang puasa Ramadhan atau Puasa Sunah

Bulan Ramadhan sudah didepan mata Siapa yang masih memiliki hutang puasa? Hayo tunjuk tangan. Segera lunasi hutangmu ya gaes agar tidak semakin menumpuk. Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi nih.

Bagi yang tidak memiliki hutang boleh nih waktu yang tersisa ini kita mencoba untuk latihan puasa Ramadhan. Misalnya puasa Senin. Kamis.

-Tilawah Al Qur'an setiap saat
Di saat hati kita merasa galau, lelah, letih, cemas melanda. Membaca (tilawah) kitab suci Al Qur'an terbukti bisa menenangkan jiwa kita. Karena Alquran adalah kitab yang diberkahi oleh Allah, yang dapat menuntun kita ke jalan yang lurus tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya.

Selain itu membaca Alquran adalah sebaik-baiknya amal perbuatan yang dapat menjadi syafaat (penolong) kita di hari kiamat.

-Mendengarkan Tausiah, nasyid di Youtube

Dimusim pandemi seperti saat ini, kita memang dilarang untuk mengikuti kajian-kajian atau perkumpulan yang bersifat memgumpulkan orang banyak. Seperti ta'lim pengajian dan lain-lain yang biasa kita lakukan untuk mendengarkan tausiyah ustadzah ustadz.

Tapi tak ada yang tidak mungkin, zaman sudah sangat maju sekarang. Hanya bermodalkan kuota internet kita bisa kau tetap mendengarkan tausiah di YouTube ataupun di radio-radio dan di televisi. Jadi nggak ada alasan kan meskipun kita berada di rumah kita tetap bisa mengikuti kajian Islami.

2. Memperbaiki hubungan suami - istri
Kira-kira dosa apa sih yang paling besar yang kita lakukan terhadap suami? Kalau saya sih, mudah ngambek, suka ngeyel atau membantah, sesekali pernah marah apalagi kalau pas pms. Nah pas nih waktunya untuk menebus kesalahan. Apalagi kalau suaminya sedang berada di rumah (work from home)

-Manjakan suami dengan menu favoritnya.
Di musim pandemi gini rasanya jajan diluar menjadi pilihan terakhir. Yang paling aman ya masak sendiri. Meski Agak repot karena harus masuk ke dapur minimal sehari 3 kali untuk menu makan. Belum lagi untuk bikin kue, jajanan, ataupun kudapan manis. Tapi, rasa lelah itu terbayar kog saat melihat ekpresi puas di wajah suami saat menghabiskan makanan kita.

- Ciptakan kenangan Indah Bersama
Selama ini ketemu suami berapa jam sekali dalam 24 jam? Suami ngantor dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Sementara saya berada di toko dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Pulangnya sisa-sisa kelelahan.

Hari Sabtu dan Minggu terkadang diisi dengan jadwal di luar suami mancing bersama gank-nya, Sementara saya sibuk dengan arisan, shopee, tokopedia dan terkadang kegiatan blogger. Fix nggak lagi sehat hubungan. Jarang ada bener-bener waktu 24 Jam Bersama.

Nah dengan adanya stay-at-home ini kita bisa benar-benar punya waktu berdua yang sangat berkualitas. Berjemur di pagi hari, olahraga pagi, ataupun di sore hari main badminton di pekarangan sebelah rumah.

Oh ya setelah merebaknya virus corona ini suami melarang saya untuk berbelanja baik kepasar maupun di minimarket. Semua hal yang pergi keluar rumah di handle sama beliau, terharu kan? Terlihat banget tanggung jawab dan rasa sayangnya terhadap keluarga untuk melindungi.

- Manjakan Pandangan suami

Selama stay at home Apa kabar baju dinas? Kita tidak lagi perlu menggunakan gamis beserta jilbab panjang. Singkirkan jauh-jauh daster batik yang konon rasanya sangat nyaman itu. Siapkan babydoll cantik, lingerie yang seksi buat suami jatuh cinta lagi dan lagi kepada kita.

Percayalah memanjakan mata suami itu berpahala. Selain juga membuat suami makin sayang sama kita. Nah kalau udah Sayang apapun pasti akan diberikan kepada kita. Trust me it's work


Mitos dan fakta memancing

Mitos dan fakta memancing


Memiliki hoby memancing ikan itu sebenarnya 1 dari 10 hobby yang bakalan nggak banget dalam hidupku.

Membuang waktu yang sangat berharga, itu dulu anggapanku waktu beberapa kali diajak suami memancing ikan di kolam, pinggiran laut ataupun diatas pipa Somber sana.


Apaan sih, berjam-jam dapat ikan enggak, karuan beli di pasar nggak sampai sejam juga dapat berkilo-kilo. jadilah waktu diajakin pertama yang saya siapkan adalah novel tebal buat membuang bosan. Mau nonton drakor di hape ya pasti nggak bisa karena di tengah laut tak akan ada sinyal.

Belum lagi panas, gosong dimuka meskipun sudah pakai sunblock yang ber spf tinggi. Gegara mancing ini saya sempat depresi karena pas perawatan di clinic sempat dimarahin dokternya. Hasil perawatan berbulan-bulan hancur dalam 1 hari.

Mahal dan buang-buang uang. Sekedar info, memancing di tengah laut gini nggak juga bisa dibilang murah. Sebagai emak minimalis yang super duper irit harus berfikir bolak-balik buat mancing begini. Jargon pengeluaran seminggu lima puluh ribu bisa berantakan karena Sekali mancing di laut Paling murah per orang Rp 150.000 - Rp 300.000. Nah kalau berdua tinggal dikalikan saja, kebayang kan dapat berapa kg ikan kalau beli di pasar.


Tapi, itu dulu. Waktu belum merasakan tarikan ikan kerapu, kakap, mangrove jack, udang trigger, bandeng bahkan saluang. Yah saking sukanya mancing sayapun suka mancing ikan saluang/wader kecil-kecil awalnya buat iseng-iseng membuang waktu sore eh ternyata seru abis, ikannya pun lumayan manis di goreng tepung buat camilan .

Sekarang saking sukanya mancing hampir semua jenis ikan mulai tahu nama-namanya. Muka gosong, ya sudahlah. Kebahagiaannya menarik ikan sebanding dengan pengorbanannya.

Sebagai lady angler amatir, meskipun nggak percaya, kadang kadang berhembus berbagai mitos lokal yang kadang mau nggak mau dipercaya.

Okey lets see Mitos-mitos apaan aja yang berhembus dan dipercaya sama para Angler belakangan ini?

Telur Bulat Rebus

Beberapa kapten kapal memang mewanti-wanti nggak boleh bawa telur bulat (entah dimasak kecap/balado/sambal pokoknya bulat saja) ya sudah kalau emang nggak boleh ya nggak usah dilanggar daripada seharian mancing suasana tidak enak. Tapi ternyata itu mitos karena pernah ketika memancing ikut di kapal lain dapat nasi kotak lauknya telur bulat dan nggak terjadi apa-apa selama memancing 🤣🤣)

 ikan Buntal

Kalau pertama mancing dapatnya ikan buntal wassalam deh, alamat nggak dapat ikan selanjutnya (dan ini nggak terbukti gaes, saya pernah strike pertama ikan Buntal dan selanjutnya masih saja Dapat ikan, banyak lagi. Jadi slow saja, ambil ikannya dan release lagi ke laut)

Meskipun dapat ikan buntal ini termasuk rugi karena ikannya nggak dapat kita masak. Entahlah, daging ikan ini menurut sebagian orang beracun. Walau di Jepang sana ikan buntal termasuk ikan yang dapat dikonsumsi tapi pasti dengan tekhnik rahasia, kalau saya sih nggak berani ambil resiko

Buaya
Nggak boleh panggil-panggil atau menyebut buaya saat memancing karena kita bisa didatangi. Yang ini sih memang saya hindari kalau pas mancing di muara. Hahaha serem aja ngebayangin buaya muara yang segede apa.

Nggak boleh memancing saat istri sedang hamil.

Well it's Mitos, beberapa teman tetep mancing meski istrinya sedang hamil besar. Meski beberapa ada juga yang bener-bener libur memancing sampai istrinya melahirkan. Ada yang bilang takut anaknya bakalan bibirnya sumbing dll tapi ini jelas tak ada buktinya ya gaes.

Melangkahi joran = Boncos seharian.

It's mitos gaes, pernah sengaja melangkahi joran suami karena doski sudah strike banyak sementara saya belum dapat satupun. Niatnya sih usil, tapi ternyata mitos, suami terus strike justru saya yang zonk seharian.

-ikan sapu-sapu/ikan remora/ikan Gemi.

Kali ini bukan mitos ya, Ikan ini biasa  menempel pada ikan hiu. Nah jadi kalau memancing ikan di laut dan mendapatkan ikan ini. Udah deh mending pindah spot mancingnya. Dijamin boncos kalau tetap bertahan disana karena daerah tersebut dikuasai ikan hiu. Kebayang kan kalau ikan hiu sudah menguasai, jangan harap ada ikan lain yang mendekat.

Tapi, dibandingkan minusnya memancing di Laut lepas itu menyenangkan. Kita bisa menikmati hembusan angin, berolah raga menaikan ikan, apalagi pas arus kencang dan dalam.

sekaligus menikmati keindahan laut. Memancing juga mengajarkan kita tak boleh mudah putus asa jika ber jam - jam pancingan kita belum dimakan ikan. Menahan sabar saat ikan di depan mata tapi pancingan kita putus ataupun tersangkut di batu karang


Efek buruk Drama korea & China

Efek buruk Drama korea & China


Efek buruk nonton drama korea dan drama china
ala saiya

1. Banyak nge-drama daripada ngajinya. Astagfirulloh, ampuni hamba ya Allah. Maafkanlah muridmu ini ustadzah Nur Jannah Azis insyallah besok mulai setoran ngajinya lagi. Ngepasin moment bakda idul adha sekalian 😘😘😘 (alesan mulu)

2. Rumah agak berantakan. Lebih milih nge-drakor ketimbang beberes rumah 🤣🤣🤣. Entahlah istri macam apa saya ini. Untung tinggal dirumah sendiri, kalau di rumah mertua wassalam deh.

3. Suami nomer sekian (ah kalau ini untung suami maklum karena sesama pecinta drama cuma beda genre, paksu lebih suka drama wuxia china yang silat-silat gitu.)

4. Jadwal tidur berantakan, pasti tidur diatas jam 12 malam.

5. Jarang update jualan online, padahal hp ada 3 entah alasan apalagi selain sibuk padahal waktuku banyak tersita buat nge-drakor 🤣🤣🤣

6. Rencana hanya sebatas wacana.
Harapan kembali memulai menulis, nge-blog ataupun nge-vlog beberapa bulan ini masih kalah dengan drama yang berjibun dan sayang dilewatkan.

Fyi, saya dramaholic mulai sejak awal f4, full house sampai detik ini nggak ngaruh sih kalau kagum sama ketampanan mereka melebihi suami. Ya kali segitunya, kita pasti tahu batas kog.

Makanya saya suka sebel kalau sampai ada yang sampai haram-haramin drakor segala. Kecuali yang ada warning 21+ ya nggak usah ditonton. tapi selama ini nonton drakor nggak sampai seheboh nonton dorama adegan kiss kalau nggak suka skip-skip ajah.

Postingan kali ini mau ucapin 10000 kali terimakasih sama  cece Lily Lily yang udah masukin aku ke group drama asia nya. Bahagia sangat dicemplungin ke kolam yang berisi ratusan drama keren. Xie-xie cece.

Meskipun kali ini aku akan buat batasan kejam buat diriku sendiri. sehari cuma menghabiskan 2-3 episode saja 😂😂😂. Semoga istiqomah.

Percayalah, dibanding efek buruk nge-drakor. nggak akan se-ekstrem efek buruk sinetron dan liveshow di tv lokal.

Meskipun kadar kehaluan drama ini kadang menyesakkan dada. Asal ada camilan, minuman, kuota, baterai penuh sudah cukup bahagia. Irit dompet ketimbang nonton di XXI.