Cara Mencairkan Asuransi Allianz, Asuransi Kesehatan

Cara Mencairkan Asuransi Allianz, Asuransi Kesehatan

Asuransi Allianz
Asuransi Allianz

Asuransi kesehatan dapat dipilih sesuai dengan jenisnya yaitu cashless dan reimburse yang memiliki perbedaan. Sistem cashless memberikan cara sederhana dan mengecek masa aktif kartu maupun menggesek seperti penggunaan kartu kredit dan reimburse memberikan tahapan proses untuk mendapatkan manfaat dari asuransi kesehatan. Sistem cashless memberikan cara mencairkan asuransi Allianz sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lain untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan dari rumah sakit. Jika memilih reimburse maka nasabah diharuskan untuk mengeluarkan biaya dari kantong sendiri dan diklaim dengan memberikan dokumen serta kuitansi yang akan diganti oleh Allianz.

Untuk memilih asuransi kesehatan jika sudah memiliki keluarga sebaiknya memilih polis untuk semua anggota keluarga dalam polis yang sama sehingga akan lebih hemat dari segi premi asuransi per bulan dan memberikan jaminan untuk kesehatan suami dan istri serta anak yang lebih praktis. Jika memiliki dua asuransi maka sebaiknya pilih dengan klaim ganda dimana pengajuan klaim menggunakan kuitansi yang telah dilegalisir dan kuitansi asli digunakan sebagai pengajuanan klaim ke perusahaan lain. Sebaiknya memilih asuransi murni yang memberikan manfaat maksimal sehingga tidak perlu membayar premi mahal dan biasanya tidak disertai dengan investasi.


Untuk membeli polis asuransi akan memberikan perlindungan maupun jaminan terhadap resiko kesehatan dan hal ini menjadi persediaan yang dibutuhkan. Apabila memiliki asuransi ketika jatuh sakit akan lebih sulit untuk mendapatkan pertanggungan karena setiap perusahaan akan memiliki kebijakan masing-masing dan ada perusahaan yang menolak pengajuan jika sudah memiliki penyakit bawaan. Sebaiknya segera membeli asuransi kesehatan yang lebih baik untuk mendapatkan premi yang murah, apabila membayar premi dengan biaya mahal dan jika ditunda akan membuat premi lebih besar.


Cara mencairkan asuransi Allianz untuk asuransi kesehatan dengan membawa dan mengisi lengkap formulir Allianz ketika berobat. Nasabah dapat meminta surat rujukan, hasil pemeriksaan penunjang diagnostik dan fisioterapi, diagnosa dokter, resume medis ditandatangani dan dicap dokter dan rumah sakit dan salinan resep dan sebaiknya meminta bukti pembayaran perincian biaya obat, tindakan dan lainnya dengan adanya kuitansi asli. Dapat juga melakukan klaim dengan Allianz eAZy Claim atau mengirimkan semua dokumen klaim ke Kantor Pusat Allianz Jakarta di bagian Mailing Room. Klaim Analyst Allianz akan memutuskan dan menganalisa status klaim sesuai dengan polis asuransi dan peraturan perusahaan dan service guarantee yang menjamin klaim asuransi kesehatan dan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp100 ribu dan jika diperlukan maka Allianz akan minta tambahan dokumen.


Untuk jaminan penggantian klaim reimbursement selama 7 hari kerja dengan layanan health claim reimbursement service guarantee 7WD dan menjamin klaim yang diserahkan nasabah. Keuntungannya lebih cepat dan mudah. Service guarantee berlaku jika klaim reimbursement rawat inap serta rawat jalan dari pemegang untuk polis asuransi kesehatan perorangan maupun polis asuransi kesehatan kumpulan.


Cara mencairkan asuransi Allianz untuk cashless dengan jaringan Allianz dengan membawa kartu identitas dan menghubungi bagian administrasi. Lalu menandatangani formulir pelayanan medis dan menjalani perawatan serta peserta menjalani rawat inap maupun melahirkan. Biaya pelayanan 


kesehatan akan dibayarkan lebih dulu oleh Allianz dan peserta akan pulang kerumah dan berkumpul dengan keluarga tercinta. Beberapa cara klaim asuransi kesehatan ini dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Fasilitas cashless tidak diberikan apabila jika kartu tidak dibawa, tidak berlaku, perawatan tidak dibutuhkan secara medis dan perawatan termasuk pengecualian polis.

Kartu Kredit Traveloka Paylater Card BRI

Kartu Kredit Traveloka Paylater Card BRI

Yuhuui finnaly yang saya tunggu-tunggu sampai dengan selamat di tangan. Apa nih? Pada kepo pasti. Hihihi tenang, bakalan saya kasih tahu kog. 

Traveloka paylatter card

Hari ini Traveloka Paylater Card saya sampai. Bahagia dong, bahagialah modal ngebolang sudah ada di tangan nih.

Jadi kita mau traveling kemana ?

Kalau mau ditanya pengen pergi kemana, Sebenarnya saya sangat merindukan kampung halaman. Mudik gitu istilah kerennya. Meski rindu kampung halaman tidaklah sebegitunya bila dibandingkan rindu kepada ibunda tercinta.

Seperti kak Linda yang berusaha mewujudkan mimpi ibundanya memiliki rumah dengan program bsps. Maka pulang kampung adalah wujud kasih sayang serta pertautan hati saya kepada ibunda tercinta.

Hanya saja situasi saat ini memang yang mengharuskan tetap bersabar dulu demi menjaga kesehatan kita dan orang-orang yang sangat kita sayangi.

Berawal dari Traveloka Paylater

Jadi sebelum saya mendapatkan kartu kredit traveloka ini saya menggunakan Traveloka Paylater via aplikasi Traveloka. 

Lumayan cukup sering memakainya meski dengan nominal kecil. Sebulan paling banter sejutaan. Kalau nggak bepergian buat beli tiket pesawat dan hotel saya biasanya memakai buat beli voucher pijat di Nakamura, kokuo ataupun facial di Natasha. Sesekali buat beli tiket nonton, voucher makan di pizza hut atau resto lainnya. Mayan nih poinnya meski kecil.

Karena pemakaian saya receh banget, limit yang saya punya juga kecil. Sekitar 5 jutaan saja. Tapi lebih dari cukup kalau buat saya. Well buat apa banyak-banyak karena toh itu hutang yang harus dibayarkan juga kan?

Traveloka Paylater Card

Selama pandemi ini jujur saya tidak membuka sama sekali aplikasi Traveloka. Yang ada malah saya frezzee kan di handphone saya. Tapi tidak saya uninstal hihihi I know someday I need it. 

Hingga satu hari di email saya mendapatkan pemberitahuan kalau limit paylater traveloka saya naik jadi 7 jutaan. Karena penasaran saya cek deh. Dan ternyata bisa juga apply card. 

Saya tertarik dong. Secara lebih enak menyimpan kartu daripada aplikasi. Kalau via aplikasi bisa saja di hack orang ataupun handphone kita rusak juga dicuri orang kan? Kalau berbentuk card kan lebih simple dan praktis.

Flash Back kenapa butuh kartu kredit

Dapat kartu kredit saja bangga, wkwkwk. Pasti ada yang sinis gitu bilang dalam hatinya. Ya kan? Dulu sayapun begitu. Amit-amit deh berurusan dengan yang namanya kartu kredit. Sorry, Big-big no pokoknya (kacau banget sih inggris saya hehe)

Sampai satu hari, Tepatnya 2 tahun yang lalu saya mudik sendirian di rumah ibu. Beberapa hal yang tidak diinginkan terjadi, beruntun dan membuat agak shock. Yang mana berakibat saya harus membeli tiket pesawat Double dan memesan hotel dadakan. Budget belanja saya jadi terpangkas lumayan.

  • Saya salah melihat tanggal keberangkatan kereta api ke Jakarta. Harusnya tanggal 17 pukul 00:30 tapi saya datang ke station kereta api tanggal 18,  Hanguslah tiket kereta. Sementara memesan untuk keesokan harinya nggak mungkin karena lusa saya sudah harus pulang ke Balikpapan dari Jakarta. Dan di Jakarta saya masih harus belanja dulu. Duh kebayang kan gimana waktu berlarian dan sulit dikejar?
  • Jam 11 malam saya harus membeli tiket pesawat penerbangan pagi pertama ke Solo. Memesan memang bisa via Traveloka, tapi nyari Atmnya yang jauh. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari rumah ibu. Kebetulan rumah ibu nggak ada atm bca ataupun bni,  Kebayangkan ribetnya?
  • Harga tiket Solo-Jakarta hampir 1 jutaan (diluar budget karena awalnya naik kereta api)
  • Jam 2 malam sampai solo. Ke Bandara langsung tapi di kunci pagarnya. Beneran baru tahu lho bandara di kunci gate pagarnya. Setahuku dimana-mana free acces. Jadilah ngemper sampai jam 4:30 pagi baru dibuka buat penerbangan pertama. Ini pengalaman paling menyeramkan menurutku. 
  • Keberangkatan pagi delay sampai jam 10 pagi. Alhasil sampai Jakarta jam 11 siang. Dan perjalanan sampai Tanah Abang jam 2 an siang.
  • Chek in Penginapan langganan full. Begitu pula penginapan kanan kiri di kebun kacang 1. Solusi terdekat hanya Hotel Fokus. Kalau biasa penginapan permalam hanya Rp 150.000 maka di hotel Fokus Rp 450.000.
  • Sampai di Jakarta jam 2 siang, masih harus keliling cari hotel dan makan siang, maka belanjapun tak sempat karena PGMTA jam 3 sore sudah tutup
  • Mau tak mau saya harus mereschedule tiket pesawat, lebih mahal pastinya karena tiket dadakan dan tentu saja harus stay 1 malam lagi di hotel.

Inilah waktunya saya merasakan enaknya hidup andai ada kartu kredit. Minimal bisa buat mengcover tiket pesawat dan hotel. Hahaha jiwa dagang saya meronta nih, uang 3 jutaan minimal dapat gamis 25 pcs. kalau per pcs dapat keuntungan 100k minimal dapat 2,5 juta ya kan?

Kenapa Traveloka Paylater Card

- Tidak ada biaya tahunan seumur hidup.

Well jujur faktor yang menyebalkan dari kartu kredit adalah anual fee atau biaya tahunannya. Beberapa teman saya yang memakai kartu kredit cerita kalau biaya tahunannya sampai Rp 500.000. Sebagai emak-emak yang irit plus perhitungan nilai segitu lumayan banget kan?

- Proses super cepat

Dari pertama apply, ditinjau serta dikirim ke alamat hanya 7 harian. Gila super cepat tanpa telefon, konfirmasi yang belibet langsung acc saja.

- Limit lumayan besar bagi pemula.

Sebelum kartu datang saya sudah mengira mendapatkan limit diatas 10 juta. Karena limit di aplikasi sudah 5 jutaan lebih. Dan benar saja, ketika kartunya datang limitnya malahan 14 jutaan. Kebanyakan sih, buat apa coba? Takut tiba-tiba kalap dan asal belanja

- Bisa dipakai belanja offline maupun online dimana saja. 

Betulkan jadi lebih praktis? Kalau pakai aplikasi paylatter traveloka agak sulit nih buat transaksi offline store, tapi dengan kartu jadi lebih mudah.


 


Raih Kepercayaan Suami Kelola Financial Keluarga

Raih Kepercayaan Suami Kelola Financial Keluarga

 Hi sobat blogger, apa kabar? Are you okey?  Hihihi Menjelang pertengahan bulan begini bagaimana kabar isi dompetnya? Uang gaji di tabungan aman? Menipis atau kian tiris? 

 

Tenang banyak kog yang senasib kaya kamu banyak, termasuk aku dulu. Apalagi sepuluh hari menjelang gajian, tak punya hutang saja sebuah anugerah terindah. Ya kan?

By the way pada mau tahu nggak bagaimana caranya mengelola uang yang baik? Kalau mau yuk mari kita ngerumpi cantik di blog chitchat bareng kak Citra.

Be Smart Wife


Smart wife itu yang gimana sih? Yang pintar mengurus rumah tangga? Pinter  masak sembari memutar uang belanja yang dikasih suami pada kita? Gitu doang? Duh nelangsanya hati

Lalu apa bedanya dengan kehebohan suatu group dengan curcolan salah satu suami yang mengatakan bahwa istri adalah seseorang yang kebetulan harus diurus itu. Nggak boleh pelit tapi juga jangan terlalu royal. Rasanya ingin ikutan komen, tapi saya urungkan.

Padahal kalau uang yang dikasih dalam sebulan tiga juta itu lumayan banyak lho. Paling sedikit harusnya bisa menyisihkan 10% - 30% buat tabungan. Tapi tergantung dimana kamu tinggal. Wilayah Balikpapan kalau mau irit cukup kog. Berlebih malah.

Smart Wife kalau menurut saya adalah seorang istri yang bisa membalikkan keadaan menjadi 360°. Mengubah sesuatu yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin. Ceile

Menarik kepercayaan suami


Ngomongin masalah kepercayaan, Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan seorang suami untuk menyerahkan kepercayaan semua keuangan kepada istri?

Bersyukurlah Kalau sejak awal menikah sudah diberi kepercayaan. Tapi kalaupun belum berarti pe'er besar nih. Apa yang harus diperbaiki? Apakah selama ini kita yang terlalu boros ataukah memang suami yang tipenya nggak mudah percaya?

Kalau pengalaman saya lumayan lama. Ada 2 tahunan lebih saya dalam fase dikasih uang buat saya sendiri. Tapi tidak untuk belanja dapur maybe 20%-30% dari gajinya. 

Sekecil itu? Iya dan saya tak ambil pusing. Pengaruh orang tua, saudara, teman serta rekan kerja terkadang tak bisa kita abaikan.

Kebetulan saat itu memang tinggal di kota kecil yaitu Tanah Grogot. Tak ada mall ataupun tempat spa. Uang pemberian suami utuh tuh. Paling banter beberapa bulan sekali saya belikan perhiasan emas.

Yakinlah saat tidak ada saling kepercayaan dan keterbukaan keuangan dalam rumah tangga kata bahagia itu hanya di mulut saja. Yang ada hanyalah sama-sama saling mengumpulkan aset buat diri sendiri. Mempersiapkan kemungkinan terburuk. Contohnya nih kalau dikasih uang harian belanja sayur 100 ribu saya belanjain 70-80 ribu sisanya masuk tabungan lagi.

Lama saya berfikir. Sampai kapan keadaan ini akan berlanjut? Sebenarnya juga tak ada yang salah, toh saya tidak kekurangan. Kebutuhan dapur, makan dll selalu berlebih, terkesan boros malahan. Yang tak perlu dibeli jadi dibeli. 

Sampai di satu hari akhir tahun 2011 Allah menunjukan jalannya. Suami mendapatkan kepercayaan menggantikan manager lab yang lama di Tabang. Satu kota di pedalaman Kukar. Sementara saya kembali ke Balikpapan. Hidup di site itu berat jadi biar suami sajalah.

Mendapatkan 2 Kepercayaan Sekaligus


Entah karena terpaksa atau apa saat sebelum berangkat ke Lokasi  suami menyerahkan ATMnya pada saya. Semua gaji dan tabungan ada dibawah kendali saya. (bawa kabur saja yuks)

Begitu juga mertua kebetulan sudah sepuh dua toko berikut isinya dikasihkan kepada saya, what's? Ini serious? Jujur kalau ingat saya rasanya nggak percaya. Entahlah saya merasa dijebak. Padahal kan lebih enak di rumah saja jadi full time blogger,  makan, tidur serta menghabiskan uang gaji suami ketimbang jadi pedagang baju. Hahahaha.

Tapi tentu semua ada konsekuensinya. Saya sadar kog masih dalam tahap diuji. Pintar nggak mengatur keuangan, bisa nggak mengelola toko, bisa nggak jadi menantu siaga saat suami tak ada di rumah dll.

1. Disiplin pembukuan kas.

Jadi dalam rangka menjaga kepercayaan tersebut saya juga tidak serta merta lepas kendali.  Soal pembukuan keuangan saya jagonya. Saya menuliskan dengan demikian rincinya. Padahal suami juga nggak bakalan nanya untuk hal-hal kecil. Saya saja kebiasaan sejak dulu nulis.

Tapi kebiasaan menulis hal-hal kecil ini efeknya luar biasa lho. Misalnya suatu saat butuh data untuk menulis kita punya data realnya.

2. Ikut arisan mingguan/bulanan

Sebagai istri kita kan memiliki uang pribadi (selain uang buat keperluan dapur dan rumah tangga) nah ikutlah arisan yang amanah. Owner yang bertanggung jawab kepada membernya.

Ketika kita mendapatkan arisan jangan serta merta dihabiskan. Bolehlah 5% - 10% kita pakai suka-suka kita, tapi jangan lupa ditabung masuk post investasi.

Arisan adalah tabungan yang dipaksa. Entah dapat di awal, tengah atau akhir. Dari arisan saya bisa membeli tanah. Surat tanah atas nama saya dan membangunnya pakai tabungan uang gaji suami. Sampai disini suami bilang "Kamu beneran smart wife, mi." Hahaha of Course Mr.

Jadi saya berfikir saya memang tidak punya siapa-siapa disini, tapi saya tidak mau kalah kalau sampai terjadi apa-apa yang tidak diinginkan. 

3. Hemat Dan Irit Pada Tempatnya.

Maksudnya gimana tuh hemat dan irit pada tempatnya? Jadi, kita memang harus pintar berhemat. Memasak sendiri, harus dong biar sehat. Ingat ya alasannya biar sehat dan jangan bilang biar irit. Jaga perasaan suami ya, nanti dikiranya kita kekurangan dan tak bersyukur.

Sesekali berikan juga hak nya suami buat makan diluar. Belikan hadiah, kasih kejutan di hari special. Intinya senangkan hati suami. Biar tetap ikhlas memberikan seluruh gajinya sama kita.

4.Sayangi mertua sebagai mana menyayangi orang tua kita.


Mau suami kita respek sama keluarga kita? Berikan perlakuan yang sama pada mertua kita. Ambil hatinya. Sering-seringlah membelikan makanan, baju, tas serta berikan perhatian pada mertua kita. 

Mau investasi jangka panjang kan? Jangan perhitungan dengan mertua. Apa yang diminta berikan. Kalau nggak ada carikan. Percayalah dengan mertua sayang pada kita maka akan menambah nilai plus suami pada kita.