Kesalahan Masak Nasi di Rice Cooker yang Bikin Nasi Cepat Basi

 


Sebagai seorang ibu rumah tangga, urusan dapur itu bukan sekadar rutinitas belaka. Tetapi juga soal menjaga Kesehatan, rasa serta seluruh anggota keluarga. Hal sederhana seperti nasi pun bisa jadi penentu suasana di meja makan lho. 

Bayangkan saja, sudah bangun sahur dengan kondisi mata setengah terbuka, ngantuk, membayangkan lauk yang dengan penuh cinta, pas nasi dibuka, hasilnya malah lembek dan terlalu basah. 

Huhuhu rasanya pasti bikin kecewa. Belum lagi kadang malah ada aroma kurang sedap sudah pasti hilang deh selera makannya. Daging rendang yang dimasak berjam-jam itu terasa kurang menarik kalau nasinya terlalu lembek. Tentu berbeda jika nasinya pulen sempurna

Padahal, memasak nasi itu terlihat sangat mudah. Tinggal cuci beras, tambah air, tekan tombol, selesai. Tapi kenyataannya, banyak hal sepele yang justru menjadi penyebab kesalahan saat memasak nasi di rice cooker.  

Nah, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi, mari kita bahas secara lengkap di artikel ini

Kesalahan  yang Biasa Dilakukan Saat Masak Nasi di Rice Cooker

Nasi yang hasilnya lembek, benyek tidak pulen  biasanya terjadi karena rasio air yang tidak tepat atau perlakuan beras yang kurang benar sebelum dimasak. Jika air yang dimasukan terlalu banyak atau beras diperlakukan kurang tepat, hasilnya tentu tidak akan maksimal.

1. Terlalu Banyak Air

Ini adalah penyebab paling klasik. Banyak orang mengira semakin banyak air, nasi akan semakin pulen. Padahal, air yang berlebih justru membuat tekstur nasi terlalu basah dan lengket. Apalagi jika jenis berasnya memang sudah cenderung lembut. 

Coba deh hindari perasaan sok tahu kita dengan mengira-ngira takaran air tanpa patokan yang tepat, tidak memperhatikan garis takarannya. 

Menggunakan gelas takar sembarangan, melebihkan atau mengurangi takaran beras. Karena hal itu justru membuat kita menjadi sosok ibu yang tidak profesional mengelola dapur. 

2. Tidak Menyesuaikan dengan Jenis Beras

Setiap beras punya karakter berbeda. Ini benar-benar kejadian waktu beras yang biasa saya beli langka. Saya keliling Kota Balikpapan untuk mencari merk tersebut tapi tak ketemu sehingga harus gonta-ganti merk beras sampai menemukan beras yang tepat buat keluarga saya. 

  • Beras pera  : membutuhkan air yang sedikit lebih banyak

  • Beras pulen :  membutuhkan air lebih sedikit

  • Beras baru panen : Biasanya lebih lembab sehingga air harus dikurangi

Jika memasak nasi menggunakan beras pulen tapi airnya memakai seperti takaran beras pera, sudah dapat dipastikan nasinya akan menjadi lembek.

3. Beras Kurang Ditiriskan Setelah Dicuci

Dulu waktu masih tinggal sama ibu mertua, mencuci beras itu menggunakan tumbu (sejenis anyaman bambu) ditiriskan sampai 5 menitan gitu. Jadi kondisi beras yang sudah dicuci benar-benar tiris sempurna.

Setelah mencuci beras, biasanya masih ada air yang ikut terbawa. Jika langsung ditambahkan air sesuai takaran normal tanpa memperhitungkan air sisa cucian, total air jadi berlebih.

4. Terlalu Sering Membuka Tutup Rice Cooker

Terkadang saya suka penasaran nasi sudah matang belum ya? Atau takaran air sudah tepat belum ya, sehingga jadi membuka tutupnya. Padahal membuka tutup saat proses memasak membuat uap keluar dan sistem pemasakan terganggu. sehingga nasi menjadi tidak matang sempurna dan teksturnya jadi keras.

5. Mengaduk Nasi Saat Belum Matang

Hayooo siapa yang pernah melakukan hal yang sama? Karena ingin memastikan nasi tidak menggumpal saya mengaduknya di tengah proses pematangan. Padahal hal ini justru merusak struktur nasi. Air yang belum terserap sempurna bisa membuat nasi semakin lembek lho. 

6. Tidak Memberi Waktu Resting Setelah Matang

Begitu tombol berubah ke Warm  banyak dari kita langsung membuka nasi, apalagi kalau sedang terburu-buru. Padahal, nasi masih membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit agar uap merata dan air terserap sempurna. Jika dibuka terlalu cepat, bagian bawah bisa basah dan lembek.

7. Menggunakan Rice Cooker yang sudah lama

Setiap barang elektronik pasti ada masa pemakaiannya. Kadang masalah nasi yang terasa lembek dan cepat basi bukan pada cara masaknya, tapi pada  alatnya. Seperti sensor panas tidak akurat, elemen pemanas lemah, tutup tidak rapat hingga mengakibatkan air tidak menguap sesuai yang seharusnya.

Kalau ini masalahnya sih sudah waktunya ganti dengan yang baru. Menggantinya itu gak harus yang mahal kok. Ada loh brand lokal dengan harga murah meriah tetapi tetap berkualitas, Rice Cooker Miyako. 

Rice Cooker Miyako Idola Ibu-ibu di Indonesia


Sudah pada tahu kan kalau Miyako itu salah satu brand lokal kesayangan Nikita Willy. Miyako ini punya banyak model penanak nasi yang recommended untuk kebutuhan ibu-ibu di dapur dengan harga yang terjangkau. 

Keunggulan brand Miyako ini banyak lho seperti, banyak model yang kece sehingga membuat dapur makin cantik. Mempunyai fungsi 3-in 1 yakni menanak, menghangatkan, dan mengukus. Sudah pasti anti lengket sehingga aman dan mudah dibersihkan, garansi panjang, standar SNI dan pastinya harga terjangkau namun berkualitas. 

Penutup: Masak Nasi Pulen Sempurna dengan Rice Cooker Miyako

Memasak nasi memang terlihat mudah, tapi tetap membutuhkan perhatian. Terutama bagi ibu rumah tangga yang ingin menyajikan hidangan terbaik untuk keluarga, hal kecil seperti tekstur lembek, berair akan membuat nasi jadi cepat basi.

Dengan sedikit ketelitian pada takaran air, jenis beras dan Rice Cooker Miyako kesalahan saat memasak nasi dapat teratasi. Yuks sajikan nasi yang pulen sempurna untuk keluarga tercinta.



You Might Also Like

17 komentar

  1. Memberikan terlalu banyak air memang bakalan bikin nasi lembek secara itu mah sama aja dengan cara mau buat bubur ya...
    Saya juga pernah waktu panen padi baru, pas menggiling jadi beras, pertama nanak nasi kirain takaran airnya bakalan sama dengan beras sebelum nya. Eh ternyata jenisnya beda, jadi air takaran juga beda. Bener itu saya masak nasi jadi lembek gitu

    BalasHapus
  2. Saya sedia jenis beras yang berbeda: berasa putih, beras merah, beras basmati, beras jagung....Setiap jenis ternyata punya karakter berbeda saat dimasak. Mesti disesuaikan kebutuhan airnya agar hasilnya tidak lembek atau terlalu keras.
    Setelah tahu hasilnya pun sesuai harapan, apalagi masaknya dengan rice cooker Miyako andalan saya

    BalasHapus
  3. Memang familiar Miyako akan kualitasnya. Makanya cocok dijadikan andalan sebagai rice cookernya keluarga ya.

    BalasHapus
  4. salah masak nasi emang fatal banget ya?
    pakai lauk pauk seenak apa pun jadi gak enak kalo nasinya lembek atau malah bau basi
    Sebaliknya jika nasinya pulen, pakai lauknya hanya sambal pun oke

    BalasHapus
  5. Saya tau tentang manfaat mengaduk nasi setelah matang supaya uap keluar. Tapi, terkadang suka malas hihihi. Baca artikel ini jadi berasa diingetin lagi. Sayang juga kan kalau nasi jadi basi.

    BalasHapus
  6. Tulisan ini relate banget yang tiap hari bergelut di dapur. Daftar kesalahan teknisnya, pengalaman pribadi Mbak Ai, dari keliling Balikpapan cari beras sampai cerita soal tumbu dari ibu mertua, hehehe.

    Fitur 3-in-1, lapisan anti lengket, standar SNI, dan harga terjangkau sudahlah pasti jadi pertimbangan pertama orang pilih Miyako. BTW, aku jadi kepikiran mbak, jangan-jangan memang sudah waktunya upgrade rice cooker di rumah.

    BalasHapus
  7. Waktu resting setelah matang ini yang sering ke-skip. Seringnya karena memang terburu-buru sehingga harus segera makan sesaat setelah nasi matang. Lebih sering lagi karena emang nggak ngeh sama waktu restingnya.

    BalasHapus
  8. Wah aku sih yang kurang paham membedakan jenis beras, jadi ukuran air selalu disamaratakan saja. Trus belum pernah nyoba beras ditiriskan dahulu...
    Hmmm pantesan nasi cepet basi yaa

    BalasHapus
  9. Saya nih suka kecele kalau masak nasi di rice cooker karena beli beras ketengan. Kadang matangnya pas, kadang pulen, kadang lembek padahal takaran air sudah biasa pakai ujung jari gitu, akibat gak tau jenisnya, percaya aja sama penjualnya, sejak itu bela-belain beli beras yang udah jelas merknya. Btw, di rumah juga pakai Miyako rice cooker

    BalasHapus
  10. Masak nasi pun ada tips and triknya ya Mbak. Mau secanggih apa pun rice cooker nya kalau gak paham aturannya nasinya bisa gak jadi. BTW MIYAKO ini memang jenama yang jempolan. Kualitasnya gak kaleng-kaleng dan pasti awet. Saya punya kipas angin MIYAKO. Awet banget dah bertahun-tahun.

    BalasHapus
  11. Uwak saya tuh sering menapis nasi dengan saringan santan yang halus gitu lah. Waktu masih kecil saya mikir buat apa juga karena toh nanti akan dituangi air lagi sebelum dimasak.
    Tapi rupanya pengalaman menang tak bisa bohong, beliau kan menerima pesanan katering dan nasinya tak pernah basi bahkan sampai keesokan hari, mungkin salah satunya ya karena pas menanak takaran jadi pas setelah air mencucinya hilang.

    BalasHapus
  12. Ternyata masak nasi di rice cooker tuh ada triknya ya mbak. Kirain cuma perkara takaran beras dan air saja yang harus sesuai. Pantas aja ada aja yang ngalamin nasi cepat basilah, cepat kering, dan lain sebagainya

    BalasHapus
  13. Gak bisa bayangkan aku, pas lagi mau sahur, nasi ga bisa dimakan... huhuhu... bakal badmood deh pastinya. Apalagi ada banyak anggota keluarga di rumah. Untung ada rice Cooker Miyako ya mbak jadi masak nasi tenang deh selama puasa

    BalasHapus
  14. Lega banget ya ketemu sama Rice Cooker Miyako ini. Masak nasi lebih tenang karena hasilnya pasti bagus Dan tahan lama

    BalasHapus
  15. Nasi emang s2ngaruh itu lo buat menambah selera makan. Kalau nasinya pulen makan jadi lebih nikmat.

    BalasHapus
  16. Tipsnya sangat menarik biar nasi di dalam rice cooker gak cepet basi. Saya sih, biasanya tim yang langsung ambil nasi pas tahu mode rice cooker di warm, hehe. Btw,rice cookernya sama kayak yang di rumah merek Miyako, lumayan awet.

    BalasHapus
  17. wajib banget siapapun yang suka masak tahu soal ini ya Mba, sehingga kesalahan-kesalahan di atas bisa diminimalisir, dan pastinya memilih rice cooker yang berkualitas juga menjadi salah satu solusinya, btw suka banget dengan warnanya, rose gold, jarang-jarang rice cooker warnanya seperti ini mba

    BalasHapus

Hai, silahkan tinggalkan komen, pesan dan kesannya. Tapi maaf untuk menghindari spam dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya.