Tabungan Arrum Haji Pegadaian vs Tabungan Haji Syariah

Ketika Cinta Berhaji 


Ketika cinta berhaji

”.... Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”


Sudah sejak lama sebenarnya saya maju-mundur ingin mendaftar haji. Sebagai Menteri keuangan keluarga sudah seharusnya saya mengalokasikan tabungan sisa gaji suami pada pos yang bermanfaat.

Baik bermanfaat di dunia maupun bermanfaat di akhirat kelak. Seperti Umroh yang ulas oleh Blogger Surabaya ini.

Anggaplah keputusan diawal dulu saya salah. Karena saya lebih memilih hunian daripada tabungan haji. hahaha dimana-mana pengantin baru memang rumah yang diutamakan bukan? 

Kesannya dunia banget sih prioritasnya, tapi saya memaklumi. Sebagai seorang suami bisa memberikan hunian yang nyaman kepada istri adalah kebangaan tersendiri. 

Tapi ya harus di rem, tak perlu hunian yang mewah, cukup terhindar dari panas dan hujan saja. Urusan rumah ini kalau dituruti tidak akan pernah ada puasnya. Bangun ini, bangun itu terus sampai kapan? Sementara usia kian menua. Umur tak pernah tahu sampai kapan tersisa.


Saya termangu dalam lamunan panjang. Mendaftar haji bukanlah hal yang bisa diam-diam saya putuskan sendiri. Anggaplah saya ada tabungan untuk saya sendiri, lalu pantaskah saya memiliki tabungan haji sementara suami tidak?

Lagipula itu uang hasil keringat kerja keras suami? Terlebih antrian jadwal tunggu kian panjang. Sementara kalau menurut pendapat suami nggak usah daftar yang regular, furodah/haji plus saja biar cepat.

Tapi haji furodah 1 seat $17.500 setara 260 juta, belum biaya lain-lainnya. Berdua 500 juta, haruskah jual rumah dulu? Atau menunggu dapat warisan? Sementara untuk menabung nominal segitu cukup berat selama 8-10 tahun baru dapat. Lagipula biaya haji dari tahun ke tahun kian naik.

Lalu haji plus, di tahun ini sudah mencapai angka $11.500 setara 170 juta, berdua 340 juta. itupun masih menunggu selama 3 tahunan. Sementara mengumpulkan tabungan segitu butuh 6-7 tahunan. Itu kalau kami hemat sehematnya. Kurang lebih 10 tahunan juga untuk menunggu.

Lalu kenapa tidak mendaftar haji regular dulu yang cukup terjangkau. Hanya dengan tabungan 25 juta sudah mendapatkan 1 seat klotter haji. 

Meskipun harus menunggu selama 20 tahunan. Tapi selama menunggu toh kita masih bisa beribadah umroh. Kalaupun ada tabungan buat haji Furoddah atau haji plus tabungan haji regular tetap bisa diambil bukan?

Tabungan Pegadaian Arrum Haji



“Ada undangan seminar tentang tabungan haji nih dari Pegadaian Syariah di Hotel Platinum, mau ikutan nggak?” tanya saya basa-basi sambil menyodorkan satu undangan kepada suami tercinta.

Saya berdoa dalam hati agar suami mau pergi. Meski pesimis mengingat undangannya jam 2 siang dan di hari kerja pula. Meskipun kalau suami nggak mau pergi saya tetap akan datang dengan teman-teman taklim.Dan Alhamdulillahnya mau. Terimakasih ya Allah sudah memudahkan satu langkah kami menuju ke rumahMu.

Jadi Arrum haji adalah salah satu proses pendaftaran haji yang dibiayai secara Syariah oleh pegadaian. Sesuai dengan fatwa MUI 92/DSN-MUI/IV/2014. Prosesnya terbilang sangat cepat,mudah dan aman. 

Jadi ketika nasabah ingin memiliki tabungan haji tetapi tabungannya belum cukup lebih baik membuka tabungan Arrum haji di Pegadaian. Karena sudah langsung mendapatkan nomer porsi haji.

Sementara kalau di bank Syariah untuk membuka tabungan haji kita hanya perlu menyetor sebanyak seratus ribu rupiah. Tetapi kita mendapatkan porsi haji kalau tabungan sudah mencapai 25 juta. Gimana? Masih mending di pegadaian memakai Tabungan Arrum Haji bukan?

Syarat-Syarat Membuka Tabungan Arum Haji.
  • Memenuhi syarat sebagai pendaftar haji
  • Foto copy ktp
  •  Foto copy kk
  • Jaminan emas LM minimal 3,5 gram. Atau emas perhiasan kadar minimal 70% sekitar 7 gram

Simulasi Angsuran Arrum Haji Pegadaian
1. 12 bulan/1 tahun : Rp 2.336.200
2. 24 bulan/2 tahun : Rp 1.294.500
3. 36 bulan/3 tahun : Rp 947.300
4. 48 bulan/4 tahun : Rp 773.700
5. 60 bulan/5 tahun : Rp669.500

Jangka waktu angsuran Arrum haji paling lama 5 tahun. Kita juga bisa mengambil angsuran 1,2,3 dan 4 tahun sesuai kemampuan kita. 

Dengan pinjaman senilai 25 juta rupiah kita sudah bisa mendapatkan porsi haji di awal pada saat proses pendaftaran serta pembukaan tabungan arum haji sudah disetujui.

Bagaimana masih bilang susah untuk memulai mendapatkan tabungan haji via arum haji pegadaian? Yang lima tahun cicilan perbulannya hanya Rp 669.500. Perhari setara Rp 23.000. Saya sudah membulatkan tekad nih, pokoknya besok harus membuka tabungan arum haji di pegadaian.

Finnaly My Dreams Came True. Terimakasih Ya Allah.


“Jadi gimana, mau ikutan nabung di Arrum haji pegadaiankah? Lumayan lho sudah dapat porsi haji, cicilannya juga nggak berat. Tak juga mengotak-atik tabungan, palingan keluar sedikit buat dp dan beli LM 7 gram (berdua).” Dengan sangat hati-hati saya bertanya, meski dari kemarin saya sudah melihat keantusiasan di Wajahnya.

“Buka tabungan haji langsung di Bank Syariah saja, masa buat berhaji hutang. Beberapa kebutuhan yang nggak urgent dipending dulu.” Tegas suami bilang waktu mau berangkat ke kantor.

Whaaah jujur saya langsung pengen melompat dan memberi big hugs and kiss pada suami. Love you dear husband. “Eh, tapi lama lho daftar tunggu nya, nggak apa-apa kah?” tanyanya lagi.

Ya enggak apa-apa dong honey. Kan sembari menunggu kita masih banyak bisa melakukan banyak ibadah lain.

Umroh beberapa tahun sekali misalnya Aamiin Ya Allah. Atau kalau cukup kita bisa haji plus. Tabungan yang regular ya biarkan saja. Toh bisa dipindah tangankan kepada ahli waris kita.


Get notifications from this blog

Hai... Maaf komen dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya