Peluang Usaha Istri Setelah Menikah

Smart Wife vs Lazy Wife 


Andai saja saya saat itu bisa lebih pintar memanage waktu seperti mbak Ida Raihan. yang bisa mendapatkan penghasilan Dari Freelancer. Pasti saya tidak menyesali tiga tahun yang terbuang sia-sia di masa lalu.

Sebenarnya setelah menikah saya memiliki cita-cita yang sangat mulia. Yaitu, murni menjadi seorang ibu rumah tangga. Cukup berada di dalam rumah saja, mengurus segala keperluan suami dan anak-anak. Pokoknya saya hanya ingin menjadi istri yang sholehah.

Ckckckck percayalah itu pikiran sesaat anak umur 20 an yang baru menginjakan kaki dalam rumah tangga. Suami terlalu banyak memanjakan saya. Dia tahu banget kerjaan saya setiap hari setelah beliau berangkat kerja saya berangkat tidur. Kaum rebahan istilah kerennya sekarang. Masak, makan, tidur nonton Drakor.Eh bukannya tugas istri emang cuma kayak gitu ya. Dan saya sudah merasa keren dong menjadi istri yang Sholehah pada masanya.

Nasehat Super Mamer

Kalau kalian berasal dari keluarga yang sudah mapan secara finansial, mungkin bisa skip kalimat saya di bawah ini. Atau jika kalian merasa sebaik-baiknya istri yang tetap berada di dalam rumah. Menerima seberapapun hasil kerja keras suami Kalian, please no debat ya.

I feel you, saya pun pernah merasakan hal yang sama. Cukup nggak cukup segitu aja, disabarin aja kalau memang kurang.

Tapi ada satu waktu dimana ibu mertua saya memberikan satu nasehat yang "Nggak Banget" sempat mau ngamuk rasanya.
"Jadi seorang istri itu harus mandiri, harus pintar mencari uang sendiri. Jadi mau apa-apa nggak perlu mengandalkan gaji suami. Ya kalau suami bakalan berumur panjang, kalau tiba-tiba meninggal bagaimana? Siapa yang bakalan mengcover kehidupan anak-anak?" 
Dalam hati, serius nih mamer? Yang anaknya siapa sih ckckck. Tapi kalau dipikir ya emang bener sih. Saya harus belajar bisnis nih. Pertimbangan kala itu kalau punya usaha sendiri akan sangat mudah mengatur waktu. Beda dengan kalau bekerja di kantor gitu, apalagi kalau masih magang duh gaji dan waktu yang dikeluarkan tidak sebanding, apalagi kalau sudah berkeluarga.

Stabilitas Financial keluarga
Memiliki satu keran mata pencaharian dengan dua keran tentu hasilnya sangat berbeda. Anggap saja penghasilan istri bisa dipakai buat kebutuhan sehari-hari sementara penghasilan dari suami buat ditabung ataupun investasi yang lainnya.

Lagipula memiliki penghasilan yang lain itu melegakan. Nggak ada lagi tuh rasa bersalah ketika menghamburkan uang buat beli kebutuhan kita sendiri, membiayai hobi-bobi kita syukur-syukur kalau hobi suami juga bisa kita biayai, memberikan hadiah buat keluarga, mengirim uang buat orang tua semau kita, ataupun buat jalan-jalan atau kulineran bareng teman satu genk.

Yups bener bilang mamer. "Uangku ya uang ku, uang suami ya uangku" disini suami nggak protes sih soalnya ilmunya diberikan langsung dari mamer. Ngasih wejangannya di depan suami pula hahaha indahnya era transparancy keluarga.

Kalau memiliki usaha takut menelantarkan keluarga kita, sebenarnya banyak kok peluang usaha yang dapat kita lakukan tanpa mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Kita tetap bisa berusaha di dalam rumah ataupun Kalau di luar rumah Kita sesuaikan jadwal kita dengan jadwal suami. Misalnya buka toko setelah suami berangkat kerja ataupun pulang sebelum suami berada di rumah. Ketika suami libur usahakan ikut libur juga agar suami tidak merasa disepelekan.

Yang terpenting kebersihan rumah terjaga, usahakan selalu tersedia makanan entah memasak ataupun membeli sayur matang. Urusan laundry bisa diserahkan sama ahlinya. Yang penting kita jangan juga terlalu capek agar kita tidak melalaikan tugas utama kita sebagai seorang istri.

Peluang Usaha Istri Setelah Menikah
Di era yang serba canggih begini peluang berwirausaha sebenarnya sangat banyak. Kita diberi kemudahan yang luar biasa sekali. Kita bisa mempergunakan social media sebagai media promosi. Caranya post di instagram, facebook, grup jual beli, marketplace Semacam Lazada, shopee, Tokopedia ataupun di status whatsapp kita. Kita hanya butuh kamera, pencahayaan yang terang serta produk buat difoto.

-  Butik / Distro / children fashion

Membuka usaha di bidang fashion, terkadang memang membutuhkan modal yang banyak. Belum lagi sewa ruko atau toko, stok produk serta alat buat mendisplaynya. Selain itu kita juga butuh waktu untuk standby disana minimal jam 10 pagi - 5 sore. Agak melelahkan memang.

Tapi kita juga bisa tetap berusaha di bidang fashion tanpa perlu mengeluarkan uang untuk modal usaha yang sangat besar. Kita bisa memulai usaha Dari bawah. Dengan cara menjadi reseller suatu produk /toko.

Atau kita bisa kerjasama dengan suatu toko untuk menjualkan barang di lingkungan rumah kita atau pada waktu arisan dengan sistem kredit. Keuntungan lumayan banyak. Bisa 25%-50% dari harga barang.

- Penjahit

Kalau kalian memiliki kemampuan menjahit baju berbahagialah. Ucapkan selamat tinggal pada satu hal yang menggelisahkan dalam hal financial.

Masalahnya kerjaan jahit-menjahit selalu dibutuhkan sepanjang masa. Entah cuma merombak jahitan, memotong baju yang kepanjangan ataupun menjahit borongan yang disetorkan pada toko/boutique tertentu. Salah satu pekerjaan yang bisa kita kerjakan dari rumah.

- Minimart /Toko Sembako

Usaha sembako itu tidak akan pernah ada matinya. Bahkan di masa paling sulit seperti saat sekarang ini sembako akan tetap dicari. Biarpun margin keuntungan sembako itu tidak bisa besar, namun perputaran keuangannya bilang sangat cepat dibandingkan dengan usaha lain. Lagi pula usaha sembako tidak perlu dengan toko yang besar pokok membuka usaha sembako di depan rumah kita. Kita bisa memulainya dari satu etalase kecil. Perlahan namun pasti usaha tersebut akan bertambah dan bertambah setiap harinya.

Kita tidak perlu repot-repot belanja ke pasar. Ketika usaha sudah jalan akan banyak mobil-mobil sales yang menawarkan belanjaan kepada kita dengan harga yang sama murahnya ketika kita belanja grosir di pasar atau pusat grosir.

- Makanan Online

Emak-emak zaman now itu bisa banget kita jadikan target market untuk berjualan makanan via online. Doyan makan tapi males masak kayak saiya.

Kalau nggak mau mengambil resiko membuat masakan dengan jumlah yang banyak. Bikin woro-woro open PO di timeline Facebook atau Instagram satu hari sebelumnya. Bikin sesuai jumlah pesanan saja.

Target Market nya, biasanya makanan yang lagi hits pada saat sekarang ini itu yang banyak dicari orang. Atau bikin makanan sesuai thema bulannya. Misalnya bulan puasa bikin po makanan buat berbuka/takjil. Atau Open Po kue-kue kering buat menyambut lebaran.

- Blogger/Youtuber/Influencer.

Tak perlu modal banyak, laptop canggih ataupun camera yang super keren untuk menjadi seorang blogger, youtuber, ataupun influencer.

Cukup satu hape kwalitas sedang, koneksi internet lalu mulai deh menulis. Nggak perlu domain, thema blog yang keren. Mulai saja dulu dari yang gratisan. Perlahan-lahan diperbaiki seiring waktu berjalan pasti bisa. Kalau belum-belum sudah nyerah ya memang susah.

Gunakan accaunt instagram, kalau kalian memiliki followers lebih dari 3K, Congratulation. Satu langkah kalian untuk banyak dikenal orang menjadi lebih mudah. Mulailah dengan mereview makanan, kosmetik, masakan, tempat wisata dll. Ikuti giveaway, Challenge, campaign ataupun lomba menulis yang sering diadakan di Instagram.

Nggak perlu berfikir yang muluk-muluk, memberi informasi bagi orang lain yang bermanfaat itu berpahala lho. Mungkin orang yang membaca tidak berterimakasih, tapi pahala itu Allah yang kasih. Kejutannya suka menyenangkan banget lho.

Tahu nggak kalau blog Kalian itu sebenarnya bisa mendatangkan rezeki, penghasilan serta pahala yang tak disangka-sangka?

Pengalaman saya bisa berkenalan dengan banyak teman itu dari blog. Dulu ada Multiply (adakah anak mpers disini) Persahabatan tetap terjaga indah sejak masih gadis bahkan kini sudah pada memiliki anak 2-3 juga dari blog. Segitu amazingnya dunia blogger ini.

Trus tiba-tiba dikasih deh hadiah dari Allah hadiah cash menang lomba. Hadiah dari nge-review produk, hadiah menghadiri lounching produk baru dll. Seru kan? Hyuks mari ngeblog. Jangan sia-siakan waktumu, karena dipakai produktif ataupun pasif kelak jatah usia kita tetap akan berkurang.



Get notifications from this blog

44 komentar

  1. Yes, banyak teman blogger saya yang ibu rumah tangga dan Me Time mereka ya saat even blogger.

    BalasHapus
  2. Banyak kok ya peluang kerja dari rumah untuk seorang istri
    Gak harus kerja kantoran yang rutin setiap hari
    Jadi penghasilan ada, keluarga tetap terjaga
    Salam sukses dari rumah

    BalasHapus
  3. Awalnya saya ngeblog biar mengembangkan diri kak. Merasa kasian sama diri sendiri karena hidupnya cuma di dunia si kecil dan sepetak rumah.
    Tapi kemudian dunia blogger jadi semakin luas. Menyesal karena gak dari dulu diseriusin. Hehe. Tapi bersyukur karena banyak kenalan rasa sodara di blog.

    BalasHapus
  4. Kalau ada ruang kerja dan peralatannya sih menjahit itu sangat lumayan hasilnya Say. Aku sudah merasakan dulu sama mamakku. Setiap hari pasti dapet. Apalagi masa deket lebaran, wow bener.

    BalasHapus
  5. Salut sama mama mertuanya mbak, bisa memotivasi anak dan mantunya. Karena itu memang benar sekali. Suami memang tulang punggung keluarga tapi sebagai istri sebaiknya kita juga bisa membackup kalau ekonominya sedang surut. Atau minimal buat beli lipen tanpa nunggu sisihan uang belanja, heheh.

    Saya sekaku kagum dengan istri/ibu yang berkarya dan berbisnis dari rumah.

    BalasHapus
  6. Betul mbak jika ada peluang bagi istri tetap berdaya kenapa enggak ya
    Mbak cuma menyia-nyiakan waktu 3 tahun lha saya..baru mulai ngeblog usia 40 tahun kwkwkw. Tujuan awal karena kesepian anak-anak sudah remaja dan enggak banyak butuh saya. Tapi kapanpun dimulai yang utama kita bisa manfaatkan waktu buat hal-hal baik bagi diri maupun sesama

    BalasHapus
  7. betul, apa saja kalo diseriusin, banyak untungnya. akan menemukan jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget kak. Serius, pantang mundur meski kadang juga harus pasang target. Suatu usaha dilihat dari 6-12 bulan (kelamaan sih) kalau nggak cocok tinggalkan, kalau saya gitu sih

      Hapus
  8. Bener nih mbak, sebagai istri maunya ya diem aja di rumah, tetapi semakin dipikir kembali mau sudah mapan ataupun belum memang baiknya istri punya penghasilan sendiri. Setuju sama nasihat Mamer-nya mbak. Kita gak pernah tahu kedepannya akan seperti apa jadi punya penghasilan sendiri itu wajib!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, apalagi sudah punya bakat pada malas seperti saya, lupa waktu kalau pas di rumah gitu. Hahaha nah pas ada pandemi covid 19 gini, minat malas saya kembali muncul

      Hapus
  9. Saya termasuk suami yg ga suka kl istri sibuk urusan rumah tamgga. Sayang rasanya waktu habis cuma masak, nyuci, nyetrika. Mendingan ngerjakan hobi yg menghasilkan, nyuci ke tukang londri n makan bisa beli atau masak sesikpelnya aja, ga perlu seharian masak, haduhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget kak. menyiakan waktu untuk produktif sementara hanya ribet urusan rumah dan dapur itu nggak banget ya.

      Hapus
  10. Setelah menikah asal istri kreatif dan semangat ada saja jalan rejeki ya k, ga harus selalu dari suami. Para istri bisa memanfaatkan peluang untuk membantu suami bekerja. Niatkan karena Alloh pasti ada jalannya ya k. Sukses yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Robb, betul sekali kak, kreatif dan pantang menyerah pastinya. Karna usaha pasti ada pasang surutnya

      Hapus
  11. Mamer serius nasehatin gitu wkwk, tapi memang sie kak perempuan harus punya uang sendiri biar ga terlalu tergantung suami, aku bersyukur mulai terjun ke dunia blog 6 bln ini,yutub rintis juga sama medsosku blm 3K ihhh nyebelin nie , mungkin karena jenuh akan dunia kerjaku tapi aku punya keinginan pengen punya usaha sembako sama kontrakan loh kak , huhuhuhu belum terealisasi. Butuh modal juga sie kalau kaya gitu ya. Karena kita kan ga selamanya jadi pegawai kan. Semoga cita2 ku kesampaian Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Robb, semoga dimudahkan semua cita-cita serta usahanya ya kak.

      Bener kak, mamer ku ngiri sama aku sebenarnya. Beliau sudah sepuh tapi masih punya usaha nah mmenantunya yang masih muda enak-enakan makan tidur aja. Dulu pas rumah belum punya, mobil tak ada, tab haji masih belum ada juga. Gemes kali ya lihat anaknya habis gajian habis pula uangnya 🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  12. Mba Dian, seneng banget masih punya mertua ya, ada yg nasehati hihi. Btw, pensiun nanti insyaallah saya dan suami pingin buka usaha makanan sih rencananya, palagi sekarang udah giat sharing economy ya antara owner usaha - penyedia usaha layanan pesan-antar berbasis digital. Nice share mbasay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanan emang usaha yang nggak ada matinya kak. iya ngebantu banget buat promo sebenarnya kak usaha yang berbasic digital gitu kita juga nggak capek harus sediakan kurir sendiri

      Hapus
  13. Ibu-ibu kan bisa menghasilkan uang dari rumah. Banyak yang dapat dilakukan saat dirumah dengan membuka jasa blogger atau sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak semua orang ngerti ngeblog koh. Balikpapan blogger kapan bikin acara lagi, banyak sih teman emak-emak yang pengen gabung. Beneran dari nol tapi ngajarinnya wkwkw. Mau kuajarin aku sendiri ngeblog masih asal gini

      Hapus
  14. Nah setuju kak dapat penghasilan dari usaha sendiri itu lebih leluasa ya. Bukan tidak mensyukuri pemberian gaji dari suami tapi dengan punya pendapatan sendiri kita bisa lbh bermakna aja..kalau untuk ibu rumah tangga yg ingin pnya pendapatan namun Tdk terikat waktu paling pas ya jualan online ala dropship reseller atau menulis ya..

    BalasHapus
  15. Nah bener mbak dapat penghasilan dari usaha sendiri membuat kita lebih bermakna ya. Kalau buat sy untuk ibu rumah tangga menulis tuh kegiatan yg bisa disambi dng pekerjaan rumah tangga

    BalasHapus
  16. Setuju, kak. Kalau kita bisa memanfaatkan teknologi untuk dijadikan media untuk usaha sendiri. Pasti lebih asik ya. Apalagi kalau ngga perlu keluar rumah dan masih bisa ngawasin anak.

    BalasHapus
  17. Cukup ampuh nasehat mamernya. Wah, mbaknya sudah banyak prestasi. Keren. Dengan memanfaatkan teknologi, mencari penghasilan bagi seorang perempuan pun menjadi semakin mudah.

    BalasHapus
  18. kereeen euy mamernya..bener nih mbak bisa dimulai banyak peluang usaha kok sembari tetap menjalankan kewajiban jadi istri

    BalasHapus
  19. Selagi tangan dan kaki bisa bergerak, insyaallah rezeki datang terus kok. Percaya itu dan Alhamdulillah selama ini meskipun gak sebanyak gaji kantoran saya bisa bantu suami cari uang dengan jualan kue online dan nulis dikit2

    BalasHapus
  20. Istri meskipun di rumah aja harus tetap bisa melihat peluang usaha yah. Beberapa teman yang sudah menikah pun bilang bahwa penting banget punya usaha. HMm,biasanya memang buka toko baju atau jualan online baju paling sering dilakukan. Jualan di facebook dan wa paling banyak yang nampak dilakukan ibu-ibu.

    BalasHapus
  21. Wah blogger atau influencer termasuk ya mba, tapi untuk pemula kayak aku hanya bisa untuk support diri sendiri minimal beli baju gak dari suami

    BalasHapus
  22. aku dulu sebelum menikah kerja di radio, setelah punya anak, full ngurus anak-anak sejak 2004 sampai 2018. setelah si bungsu masuk SD barulah aku mulai cari kegiatan yang menghasilkan uang, pertama jual baju online, sekarang tambah nulis. yaa.. kalau toh penghasilannya belum besar, paling tidak bisa menjadi salah satu penyeimbang dan hiburan, jadi nggak melulu urus anak doang

    BalasHapus
  23. Penghasilan sendiri, jika pendapatan suami cukup, bisa untuk membahagiakan orang di sekitar, terutama orangtua dan mertua. Kalau saya itu sih.

    BalasHapus
  24. Saya anak multiply mbakkkkkk,*ngacung. Ini saran yang bagus mbak. Saya izin share untuk teman ya mbak.

    BalasHapus
  25. Saya menikmati sekali jadi bloger ini Mbak Aisyah,, tp hrs teteup ingat sih ada profesi utama dan jg kewajiban ngurus anak². Jangan sampai kebalik² ya urut²annya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat menjadi blogger, seorang ibu rumah tangga bahkan bisa memperluas jaringannya ya Mbak. Secara tak langsung itu juga akan meluaskan wawasannya

      Hapus
  26. Jualan makanan online, ataupun makanan dijual ke warung-warung sekitar perumahan aja udah sangat cukup buat mengisi waktu dan menambah penghasilan... tentu juga menyalurkan bakat masak.

    BalasHapus
  27. nah saya yang blogger tuh, nyempil cari penghasilan di sini hihi. tapi paling penting sih tetap bermanfaat untuk orang lain, ya. hihi. terima kasih mba sharingnya.

    BalasHapus
  28. Setuju banget sama nasihatnya mama mertuanya, mbak. Istri itu harus punya penghasilan sendiri jadi gak ngerasa bersalah kalo tinggal klak klik waktu belanja online

    BalasHapus
  29. Kalau kata ibu saya, istri mesti punya kerjaan lain setelah ia menyelesaikan kerjaan utamanya sebagai ibu rumah tangga. Pokoknya bekerja deh, biar kemampuan dan pemikirannya tetap terasah. Saya setuju banget dengan itu, apalagi zaman sekarang bekerja bisa dari rumah

    BalasHapus
  30. Saya malah bapak bapak yg penghasilan dari ngeblog. Main seo utk produk sayur organik si. Kalau ada yg baca, minat beli. Alhamdulillah

    BalasHapus
  31. Masya Allah beruntung banget ya mba punya mamer yang perhatian banget sama menantunya
    bahagia bacanya, rasanya jadi pengen cepet2 punya mamer, eh

    BalasHapus
  32. Emak bertua yang hebat ya, jadi istri walau tetap di rumah tetap bisa menghasilkan uang dengan pelbagai kegiatan dan hobi yang ditekuni... Pengen jadi YouTuber tapi malas ngedit video macam mana bisa jadi YouTuber hihi

    BalasHapus
  33. Saya sepakat dengan mamernya,Mbak. Perempuan harus mandiri secara finansial bahkan saat ia sudah menikah. Ibu saya juga berpesan begitu karena ngalamin betapa repotnya ibu ketika bapak meninggal dan 4 anaknya masih kecil2.

    BalasHapus
  34. enakya kalo ada yang menasehati seperti kakak ini, yang di nasehati ibu mertuanya. Tapi memang benarsih meskipun suami sudah bekerja dan berkecukupan. rasanya masih kurang kalo uang itu bukan kita sendiri yang mencari. menjadi penulis atau blogger juga bisa di sambi sambil mengurus anak dan suami

    BalasHapus
  35. Seneng deh liat mamer sm mantunya akur, gak kayak ftv di tv ikan terbang yaa aduduhh saingan terus haha... Nice share Mba Ais

    BalasHapus
  36. Kadang ngeblog ini buat saya sebagai me time kak. Hahaha apalagi kalo ada job event. Duh kangen ke event. Semenjak Corona, semua berubah

    BalasHapus

Hai... Maaf komen dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya