Mitos dan fakta memancing

Mitos dan fakta memancing


Memiliki hoby memancing ikan itu sebenarnya 1 dari 10 hobby yang bakalan nggak banget dalam hidupku.

Membuang waktu yang sangat berharga, itu dulu anggapanku waktu beberapa kali diajak suami memancing ikan di kolam, pinggiran laut ataupun diatas pipa Somber sana.


Apaan sih, berjam-jam dapat ikan enggak, karuan beli di pasar nggak sampai sejam juga dapat berkilo-kilo. jadilah waktu diajakin pertama yang saya siapkan adalah novel tebal buat membuang bosan. Mau nonton drakor di hape ya pasti nggak bisa karena di tengah laut tak akan ada sinyal.

Belum lagi panas, gosong dimuka meskipun sudah pakai sunblock yang ber spf tinggi. Gegara mancing ini saya sempat depresi karena pas perawatan di clinic sempat dimarahin dokternya. Hasil perawatan berbulan-bulan hancur dalam 1 hari.

Mahal dan buang-buang uang. Sekedar info, memancing di tengah laut gini nggak juga bisa dibilang murah. Sebagai emak minimalis yang super duper irit harus berfikir bolak-balik buat mancing begini. Jargon pengeluaran seminggu lima puluh ribu bisa berantakan karena Sekali mancing di laut Paling murah per orang Rp 150.000 - Rp 300.000. Nah kalau berdua tinggal dikalikan saja, kebayang kan dapat berapa kg ikan kalau beli di pasar.


Tapi, itu dulu. Waktu belum merasakan tarikan ikan kerapu, kakap, mangrove jack, udang trigger, bandeng bahkan saluang. Yah saking sukanya mancing sayapun suka mancing ikan saluang/wader kecil-kecil awalnya buat iseng-iseng membuang waktu sore eh ternyata seru abis, ikannya pun lumayan manis di goreng tepung buat camilan .

Sekarang saking sukanya mancing hampir semua jenis ikan mulai tahu nama-namanya. Muka gosong, ya sudahlah. Kebahagiaannya menarik ikan sebanding dengan pengorbanannya.

Sebagai lady angler amatir, meskipun nggak percaya, kadang kadang berhembus berbagai mitos lokal yang kadang mau nggak mau dipercaya.

Okey lets see Mitos-mitos apaan aja yang berhembus dan dipercaya sama para Angler belakangan ini?

Telur Bulat Rebus

Beberapa kapten kapal memang mewanti-wanti nggak boleh bawa telur bulat (entah dimasak kecap/balado/sambal pokoknya bulat saja) ya sudah kalau emang nggak boleh ya nggak usah dilanggar daripada seharian mancing suasana tidak enak. Tapi ternyata itu mitos karena pernah ketika memancing ikut di kapal lain dapat nasi kotak lauknya telur bulat dan nggak terjadi apa-apa selama memancing 🤣🤣)

 ikan Buntal

Kalau pertama mancing dapatnya ikan buntal wassalam deh, alamat nggak dapat ikan selanjutnya (dan ini nggak terbukti gaes, saya pernah strike pertama ikan Buntal dan selanjutnya masih saja Dapat ikan, banyak lagi. Jadi slow saja, ambil ikannya dan release lagi ke laut)

Meskipun dapat ikan buntal ini termasuk rugi karena ikannya nggak dapat kita masak. Entahlah, daging ikan ini menurut sebagian orang beracun. Walau di Jepang sana ikan buntal termasuk ikan yang dapat dikonsumsi tapi pasti dengan tekhnik rahasia, kalau saya sih nggak berani ambil resiko

Buaya
Nggak boleh panggil-panggil atau menyebut buaya saat memancing karena kita bisa didatangi. Yang ini sih memang saya hindari kalau pas mancing di muara. Hahaha serem aja ngebayangin buaya muara yang segede apa.

Nggak boleh memancing saat istri sedang hamil.

Well it's Mitos, beberapa teman tetep mancing meski istrinya sedang hamil besar. Meski beberapa ada juga yang bener-bener libur memancing sampai istrinya melahirkan. Ada yang bilang takut anaknya bakalan bibirnya sumbing dll tapi ini jelas tak ada buktinya ya gaes.

Melangkahi joran = Boncos seharian.

It's mitos gaes, pernah sengaja melangkahi joran suami karena doski sudah strike banyak sementara saya belum dapat satupun. Niatnya sih usil, tapi ternyata mitos, suami terus strike justru saya yang zonk seharian.

-ikan sapu-sapu/ikan remora/ikan Gemi.

Kali ini bukan mitos ya, Ikan ini biasa  menempel pada ikan hiu. Nah jadi kalau memancing ikan di laut dan mendapatkan ikan ini. Udah deh mending pindah spot mancingnya. Dijamin boncos kalau tetap bertahan disana karena daerah tersebut dikuasai ikan hiu. Kebayang kan kalau ikan hiu sudah menguasai, jangan harap ada ikan lain yang mendekat.

Tapi, dibandingkan minusnya memancing di Laut lepas itu menyenangkan. Kita bisa menikmati hembusan angin, berolah raga menaikan ikan, apalagi pas arus kencang dan dalam.

sekaligus menikmati keindahan laut. Memancing juga mengajarkan kita tak boleh mudah putus asa jika ber jam - jam pancingan kita belum dimakan ikan. Menahan sabar saat ikan di depan mata tapi pancingan kita putus ataupun tersangkut di batu karang