Kenapa Hasil Las Banyak Percikan? Penyebab dan Cara Mengatasinya


Percikan api saat mengelas (spatter) memang merupakan hal yang wajar. Namun, jika jumlah percikan terlalu banyak, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang kurang tepat pada proses pengelasan. Selain membuat area kerja menjadi lebih kotor, percikan yang berlebihan juga dapat mengurangi kualitas hasil las, menambah waktu finishing, hingga meningkatkan pemborosan material.

Lalu, apa sebenarnya penyebab hasil las banyak percikan? Simak beberapa faktor berikut beserta cara mengatasinya agar proses pengelasan menjadi lebih efisien.

1. Arus Listrik Terlalu Tinggi

Salah satu penyebab paling umum munculnya percikan berlebih adalah pengaturan arus listrik (ampere) yang terlalu tinggi. Arus yang berlebihan membuat logam pengisi meleleh terlalu cepat sehingga tidak seluruhnya masuk ke kolam las. Akibatnya, sebagian logam cair terlempar menjadi percikan.

Cara mengatasinya adalah menyesuaikan arus dengan diameter elektroda atau kawat las yang digunakan. Setiap jenis elektroda memiliki rentang arus yang direkomendasikan, sehingga sebaiknya operator mengikuti panduan tersebut agar hasil pengelasan lebih stabil.

2. Panjang Busur Las Tidak Tepat

Busur las yang terlalu panjang membuat transfer logam menjadi tidak stabil. Kondisi ini menghasilkan percikan yang lebih banyak sekaligus meningkatkan risiko cacat pada sambungan las.

Sebaliknya, busur yang terlalu pendek juga dapat menyebabkan elektroda menempel pada benda kerja. Oleh karena itu, penting bagi operator untuk menjaga panjang busur tetap konsisten selama proses pengelasan berlangsung.

Semakin terlatih seorang welder, semakin mudah pula menjaga kestabilan busur sehingga hasil las menjadi lebih rapi.

3. Elektroda atau Kawat Las Tidak Sesuai

Tidak semua elektroda cocok digunakan untuk setiap jenis material maupun posisi pengelasan. Penggunaan elektroda yang tidak sesuai dapat menyebabkan pembakaran menjadi kurang stabil dan menghasilkan banyak percikan.

Selain memilih jenis elektroda yang tepat, pastikan juga elektroda masih dalam kondisi baik. Elektroda yang lembap atau telah menyerap uap air sering kali menghasilkan busur yang tidak stabil dan meningkatkan jumlah spatter.

Pada saat mengganti elektroda atau melakukan penyetelan mesin, jangan abaikan penggunaan sarung tangan las listrik yang dirancang untuk melindungi tangan dari panas, percikan logam cair, dan sengatan listrik ringan. Perlengkapan ini membantu operator bekerja lebih aman sekaligus tetap nyaman saat mengelas dalam durasi yang cukup lama.

4. Permukaan Material Masih Kotor

Banyak orang langsung mulai mengelas tanpa membersihkan permukaan logam terlebih dahulu. Padahal, karat, minyak, cat, maupun debu dapat mengganggu proses peleburan logam.

Kontaminan tersebut membuat busur listrik menjadi tidak stabil sehingga percikan lebih mudah muncul. Sebelum mengelas, bersihkan area sambungan menggunakan sikat kawat, gerinda, atau cairan pembersih yang sesuai agar hasil pengelasan lebih optimal.

5. Aliran Gas Pelindung Kurang Optimal

Pada proses las MIG maupun TIG, gas pelindung memiliki peran penting untuk melindungi kolam las dari kontaminasi udara luar. Jika aliran gas terlalu kecil, terlalu besar, atau bahkan terganggu oleh angin, hasil las dapat menjadi tidak stabil dan memicu percikan.

Pastikan regulator bekerja dengan baik serta nozzle tidak tersumbat. Jika pengelasan dilakukan di area terbuka, gunakan pelindung angin agar gas pelindung tetap efektif.

6. Kecepatan Pengelasan Tidak Konsisten

Menggerakkan torch atau elektroda terlalu cepat maupun terlalu lambat juga memengaruhi jumlah percikan.

Kecepatan yang terlalu tinggi membuat logam tidak sempat menyatu secara sempurna, sedangkan gerakan yang terlalu lambat menyebabkan panas berlebih pada area las. Keduanya sama-sama berpotensi menghasilkan spatter yang lebih banyak.

Selain memengaruhi kualitas hasil las, percikan yang berlebihan juga meningkatkan risiko luka bakar ringan pada tangan, lengan, atau wajah apabila alat pelindung diri tidak digunakan dengan benar. Jika kecelakaan kerja sampai memerlukan penanganan medis, memahami cara klaim asuransi kesehatan sejak awal dapat membantu proses administrasi menjadi lebih cepat sehingga pekerja bisa lebih fokus pada pemulihan.

Melatih ritme gerakan secara konsisten akan membantu menghasilkan sambungan las yang lebih kuat sekaligus lebih rapi.

7. Polaritas Mesin Las Salah

Kesalahan dalam mengatur polaritas sering kali tidak disadari, terutama oleh operator pemula. Padahal, polaritas yang tidak sesuai dapat mengubah karakteristik busur listrik sehingga percikan menjadi lebih banyak.

Sebelum mulai bekerja, pastikan pengaturan polaritas telah sesuai dengan jenis elektroda maupun metode pengelasan yang digunakan. Informasi tersebut biasanya tercantum pada spesifikasi elektroda atau buku petunjuk mesin las.

Tips Agar Hasil Las Lebih Bersih

Selain mengatasi berbagai penyebab di atas, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi percikan saat mengelas, di antaranya:

  • Gunakan parameter mesin sesuai rekomendasi.

  • Pilih elektroda atau kawat las yang sesuai dengan material.

  • Bersihkan permukaan logam sebelum proses pengelasan.

  • Periksa kondisi kabel, clamp ground, dan koneksi mesin secara berkala.

  • Gunakan alat pelindung diri, termasuk helm las, pakaian kerja yang sesuai, dan sarung tangan khusus pengelasan.

  • Latih teknik menjaga panjang busur dan kecepatan gerakan yang konsisten.

  • Lakukan perawatan rutin pada mesin las agar performanya tetap optimal.

Dengan langkah-langkah tersebut, jumlah percikan dapat dikurangi secara signifikan sehingga hasil las menjadi lebih halus dan proses finishing tidak memakan banyak waktu.

Kunci Hasil Las yang Lebih Rapi 

Hasil las yang banyak percikan bukan hanya dipengaruhi oleh kualitas mesin, tetapi juga oleh teknik pengelasan, pengaturan parameter, kondisi material, hingga pemilihan elektroda. Mulai dari arus listrik yang terlalu tinggi, busur las yang tidak stabil, permukaan logam yang kotor, hingga kesalahan polaritas dapat menjadi penyebab munculnya spatter berlebihan.

Memahami faktor-faktor tersebut membantu operator melakukan evaluasi dengan lebih cepat ketika kualitas hasil las menurun. Dengan pengaturan yang tepat serta latihan yang konsisten, proses pengelasan dapat menghasilkan sambungan yang lebih kuat, lebih rapi, dan memerlukan proses pembersihan yang jauh lebih sedikit.

You Might Also Like

Tidak ada komentar

Hai, silahkan tinggalkan komen, pesan dan kesannya. Tapi maaf untuk menghindari spam dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya.