Strategi Membuat Taman Bangka Asri, Hijau, dan Instagramable

 


Saat ini Kota Bangka sedang gencar meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau. Hal ini  bukan hanya untuk fungsi ekologis dan rekreasi, tapi juga agar ruang publik lebih menarik secara visual dan “instagramable”. 

Banyak dari inisiatif ini diinisiasi atau difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup, DLH Bangka baik di tingkat provinsi maupun kabupaten melalui perencanaan RTH, pemeliharaan taman, pengelolaan sampah, dan program edukasi lingkungan. 

Apa yang dilakukan DLH Bangka untuk Merealisasikannya

DLH terlibat pada beberapa kegiatan inti untuk meningkatkan kualitas taman dan RTH:

  1. Perencanaan dan pengembangan RTH — menyusun rencana penambahan dan perbaikan taman kota, inventaris sarana-prasarana taman, serta integrasi RTH ke dalam perencanaan kota. Dokumen perencanaan dan inventarisasi taman tersedia di publikasi DLH daerah. 

  2. Pemeliharaan sehari-hari — menempatkan personel DLH untuk pemangkasan, penyiraman, pembersihan, dan perawatan fasilitas taman agar selalu rapi dan aman digunakan publik. Laporan kegiatan pembersihan taman dan penempatan personel tercatat di pemberitaan lokal. 

  3. Pengelolaan sampah terintegrasi — penerapan bank sampah, patroli kebersihan, dan pengangkutan sampah untuk mencegah penumpukan sampah di area taman. DLH daerah juga melaporkan program pengelolaan sampah sebagai bagian dari tugasnya. 

  4. Kampanye edukasi & kolaborasi komunitas — program sosialisasi, Aksi Bersih, kerja sama dengan sekolah/LSM, serta keterlibatan masyarakat lokal untuk menjaga kebersihan dan keamanan taman. DLH provinsi/kabupaten kerap memfasilitasi dan mengumumkan kegiatan sejenis. 

 Contoh nyata pelaksanaan

  • Pembersihan rutin taman kota Sungailiat  Kepala DLH Kabupaten Bangka menyatakan penempatan personel untuk membersihkan taman setiap hari guna menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Ini menunjukkan DLH melakukan langkah operasional, bukan sekadar perencanaan. 

  • Publikasi perencanaan dan inventaris taman dokumen-dokumen resmi (PPID / perencanaan DLH kabupaten) mencatat inventaris taman, tugas perawatan, dan target peningkatan luas RTH. Hal ini menjadi dasar alokasi kerja dan anggaran DLH daerah. 

 Langkah teknis untuk membuat taman “instagramable” — praktik yang sering dipakai DLH dan mitra

Berikut langkah konkret yang biasanya difasilitasi atau disupport DLH agar taman tidak hanya hijau tetapi juga menarik secara visual:

  1. Desain lanskap tematik — area bunga musiman, taman kaktus, atau taman pantai dengan elemen lokal (mis. tanaman pesisir khas Bangka) supaya punya identitas visual.

  2. Spot foto (photo-spot) yang aman dan estetik — bangku berdesain, pigura foto besar, gerbang bunga, mural dinding yang memuat motif lokal atau edukasi lingkungan.

  3. Penerangan estetis untuk sore & malam — lampu jalan artistik dan lampu taman yang menyorot unsur tanaman/instalasi sehingga area nyaman dipakai hingga malam.

  4. Jalur pejalan yang rapi & wheelchair-friendly — jalur paving yang bersih, signage, dan fasilitas aksesibilitas meningkatkan kenyamanan pengunjung.

  5. Fasilitas pendukung — tempat sampah terpilah, toilet bersih, area duduk teduh, spot foodtruck/coffee pop-up (dengan pengelolaan sampah ketat).

  6. Perawatan tanaman & kebersihan intensif — jadwal pemangkasan, penyiraman otomatis (irigasi tetes), program anti-hama, dan tim kebersihan yang rutin.
    Langkah-langkah ini sering dijalankan oleh DLH bersama dinas lain, komunitas, dan pihak swasta untuk menciptakan taman yang Instagram-friendly. (Praktik ini merupakan kombinasi pedoman tata kelola RTH dan praktik desain publik yang dilaporkan di program-program DLH daerah). 

Tantangan yang sering dihadapi DLH saat merealisasikan taman asri & instagramable

DLH menghadapi beberapa kendala operasional yang tercatat di berita dan dokumen daerah, antara lain:

  • Keterbatasan sarana (mis. armada pengangkut sampah) yang memengaruhi frekuensi pengangkutan sampah. 

  • Kebutuhan anggaran dan SDM untuk pemeliharaan jangka panjang, perawatan tanaman, dan pengamanan taman. 

  • Partisipasi publik — agar taman tetap bersih dan terawat perlu keterlibatan warga (mengurangi sampah, merawat tanaman). DLH biasanya mengadakan kampanye dan aktivitas bersama komunitas untuk mengatasi hal ini. 

Rekomendasi praktis untuk DLH & komunitas agar taman lebih instagramable (bisa dipakai sebagai checklist)

  • Buat masterplan RTH yang memasukkan photo-spot, jalur tematik, dan pencahayaan.

  • Sediakan zona konten (mis. mural berganti) sehingga pengunjung selalu mendapat suasana baru.

  • Terapkan manajemen sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lokasi taman: tempat sampah terpilah + petugas pengumpul terjadwal.

  • Libatkan komunitas kreatif (seni mural, fotografer lokal, barista mobile) lewat event yang terjadwal — namun sertakan SOP kebersihan pasca-event.

  • Investasi perawatan (irigasi otomatis sederhana, mulsa, pupuk organik) agar tanaman tetap sehat dan tampak rapi.

  • Gunakan signage edukatif singkat (bahasa ramah, visual menarik) untuk mendorong perilaku baik pengunjung.

Langkah-langkah ini selaras dengan fungsi DLH yang meliputi pengembangan RTH, pengelolaan sampah, dan program edukasi. 

Penutup

Baik provinsi maupun kabupaten di Bangka telah melakukan langkah nyata: dari perencanaan RTH dan inventaris taman, program pengelolaan sampah, sampai pelaksanaan pemeliharaan rutin di lapangan. 


Agar taman-taman di Bangka benar-benar asri, hijau, aman, dan instagramable dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan. Dinas lingkungan hidup,  warga, komunitas kreatif, dan sektor swasta. Dengan sinergi itu, taman bukan hanya ruang bersantai, tetapi juga ruang yang mempromosikan citra positif dan identitas lokal Bangka. 

You Might Also Like

Tidak ada komentar

Hai, silahkan tinggalkan komen, pesan dan kesannya. Tapi maaf untuk menghindari spam dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya.