Trik Agar Biaya Pengeluaran Popok Tidak Membengkak

 



Pengeluaran setelah memiliki bayi tentunya akan bertambah, terutama pengeluaran untuk membeli popok.


Meskipun harga popok bayi tidak terlalu mahal, tetapi jika dijumlahkan pemakaian sebulan ternyata nilainya lumayan nih bun. Berikut ini beberapa tips agar pengeluaran popok tidak membengkak.

 

1. Pertimbangkan kebutuhan bayi serta prioritasnya


Setiap keluarga memiliki standar dari beberapa hal seperti kenyamanan dan faktor lingkungan. 


Sama halnya ketika ingin membeli popok sekali pakai untuk bayi. Mama dan pasangan perlu mempertimbangkan apa yang dibutuhkan si Bayi.


Jangan sampai karena terbuai iklan saja, kamu jadi membeli popok sekali pakai dari salah satu merek ternama. Pertimbangkan apakah popok sekali pakai tersebut cocok buat si Bayi, daya serapnya bisa bertahan berapa lama, dan harga yang ditawarkan.

 

2. Jangan borong, kalau belum puas


Selanjutnya, ketika ingin memenuhi kebutuhan popok sekali pakai untuk bayi sebaiknya jangan membeli dalam jumlah besar sampai Mama puas dengan kinerja dan kesesuaian popok tertentu.


Jangan hanya terbuai dengan diskon besar-besaran dari merek yang belum pernah dicoba oleh anak mama.


Kamu dapat memesan atau membeli popok sekali pakai sebagai “percobaan”. Dengan membeli popok sekali pakai minimal dari tiga merek yang berbeda, Mama bisa melihat mana yang cocok untuk kamu dan bayi sebelum memutuskan merek yang benar-benar pas. 


Ini ide yang bagus karena beberapa bayi cenderung akan mendapatkan ruam dari merek tertentu.

 

3. Stand by dengan diskon online


Mungkin Mama juga mengurangi kegiatan belanja langsung ke supermarket. Mama masih bisa sih memanfaatkan belanja online. 


Keuntungannya, ada banyak online shop yang menawarkan diskon besar-besaran dalam flash sale. Jadi jangan sampai kehabisan popok sekali pakai favorit bayi mama.

 

4. Pertimbangkan dengan baik, popok sekali pakai atau popok kain untuk bayi baru lahir!


Harga popok bayi baru lahir biasanya lebih mahal karena memiliki kualitas bahan premium. 


Untuk meminimalisir pengeluaran, Mama bias menghemat dengan menggunakan popok kain. Apakah Mama ingin menggunakan popok kain atau sekali pakai sepenuhnya tergantung pada Mama dan kebutuhan keluarga.


Popok kain perlu dibilas setelah digunakan. Ini lebih murah daripada popok sekali pakai, tetapi pada bayi yang baru lahir atau di bawah satu bulan, setidaknya Mama akan mengganti enam sampai 10 kali popok baru setiap hari selama bulan pertama.


Jika Mama mencuci popok kain dengan hati-hati, popok kain bisa bertahan hampir tiga tahun dan mungkin masih bisa dipakai untuk anak-anak berikutnya.

 

5. Pilih popok dengan daya serap yang lebih lama


Mama setuju dong kalau semakin baik kualitas daya serap dari popok sekali pakai maka penggunaan popok pun semakin hemat. Pilih popok yang berdaya serap tinggi sehingga aman digunakan ketika bayi sedang tidur di malam hari.


Bukan hanya itu saja, seperti yang kita ketahui kulit bayi yang masih sensitif memerlukan kelembutan dari popok sekali pakai. Juga karena bayi banyak bergerak, pita perekat harus cukup kuat menahan posisi popok.


Pilih juga popok pada tipe perekat, popok sebaiknya memiliki bagian luar dan dalam yang lembut untuk menjaga kesehatan kulit sensitif bayi. 


Mama bias memilih popok Merries yang memiliki daya serap tinggi, permukaan lembut, dan 3 lapisan berirkulasi udara. Bayi akan nyaman beraktifitas dengan popok Merries. 


Yuk gunakan popok Merries untuk kenyamanan si Kecil sepanjang hari, tentunya membuat Mama lebih hemat.

Tidak ada komentar

Hai, silahkan tinggalkan komen, pesan dan kesannya. Tapi maaf untuk menghindari spam dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya.