Urban Farming: Green Job Keren Untuk Gen Z

 

Urban Farming

Apa yang kalian rasakan manakala menemukan banyak plastik di rumah? Kalau saya pribadi jujur bingung mau dibuang kemana, sebab di rumah sudah banyak plastik atau kresek yang  dibawa dari supermarket untuk berbelanja. 


Dahulu ketika mulai ada kebijakan beberapa supermarket maupun minimarket yang tidak menggratiskan lagi kantong plastik belanjaan tidak membuat saya berhenti menggunakan kantong plastic. Dalam hati saya bilang “ah cuma dua ratus rupiah ini”. Namun semakin kesini saya berpikir jika dua ratus rupiah ini dikali seribu transaksi maka berapa ratus ribu yang telah saya hamburkan hanya demi kantong plastik.


Sementara saya biasanya kalau belanja di minimarket dekat rumah kadang tak terhitung berapa kali. Walau hanya sekadar membeli sambal satu botol pun saya rela pergi ke minimarket karena jarak yang dekat dengan rumah. Bayangkan sudah berapa kantong plastik yang telah saya kumpulkan dari hasil berbelanja ke minimarket.


Secara tidak langsung saya turut andil dalam merusak ekosistem di bumi dengan pemakaian kantong plastik berlebihan. Duh rasa berdosa banget ya ketika kita menggunakan bahan-bahan keperluan rumah tangga yang memiliki dampak merusak kelestarian lingkungan hidup.


Untuk menebus rasa bersalah saya akibat penggunaan kantong plastic secara berlebihan, terbersitlah ide untuk membuka peluang usaha dengan tema Green Job. Mungkin inilah saatnya saya memberikan sumbangsih untuk negeri Indonesia tercinta, walau tidak besar namun diharap kontribusi saya menjadi satu dari jutaan penggerak Green Job di negara kita.


Karena sudah terbiasa dengan dunia wirausaha maka ide membuka lapangan pekerjaan bertema Green Job mungkin tidak begitu sulit bagi saya. Apalagi saat ini pandemi sedang menghantui hampir seluruh manusia di dunia tak terkecuali di Indonesia. 


Sebelum berpikir untuk membuka lapangan pekerjaan yang bertema Green Job setidaknya kita harus mengetahui apa sih makna dari istilah tersebut. Masyarakat luas pun juga harus memahami secara garis besar untuk apa diperlukan Green Job saat ini dan apa urgensinya bagi kehidupan di dunia.


Apa sih Green Job Itu?


Green Job sendiri merupakan istilah baru yang sedang digaungkan oleh International Labour Organization (ILO) atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Organisasi Perburuhan Internasional. Istilah Green Job memiliki makna lapangan kerja yang ramah lingkungan dan mampu untuk melestarikan alam sekitar.


Dengan pekerjaan ini maka keanekaragaman hayati mampu terselamatkan serta tidak ada ekosistem yang rusak akibat pencemaran lingkungan. Kemunculan Green Job akan sedikit demi sedikit mengganti beberapa industri yang sekarang ada sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.


Kita tahu setiap hari Indonesia memproduksi limbah dari pabrik maupun rumah tangga. Belum lagi limbah medis yang semakin bertambah jumlahnya terlebih di saat pandemi COVID-19 datang. Jika tidak dikelola dengan baik tentu saja keberadaan limbah tersebut akan semakin mengakibatkan pencemaran lingkungan. Lalu bagaimana dengan nasib anak cucu kita kelak jika hal ini semakin dibiarkan.


Dengan membuka mata adanya fenomena limbah yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk maka sudah saatnya kita sebagai warga negara yang baik berkontribusi walau sedikit terhadap kelestarian ekosistem di bumi. Tidak usah jauh-jauh, alangkah baiknya jika dimulai dari lingkungan sendiri lebih dahulu.


Peluang Usaha Green Job Di Kota Besar


Untuk kalian yang ingin menekuni pekerjaan Green Job, tak perlu khawatir akan ketersediaan lapangan pekerjaan itu karena masih sedikit sehingga kita bisa menjadi perintisnya mulai dari sekarang. 


Adapun beberapa pekerjaan Green Job yang cocok dikembangkan di kota-kota besar antara lain:


1. Urban Farming

2. Daur ulang limbah energy

3. Transportasi umum dengan menggunakan energy ramah lingkungan

4. Bercocok tanam sayuran organik

5. Penciptaan energi baru yang berasal dari alam untuk menunjang berbagai aktivitas manusia.


Dan usaha lainnya yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan hidup beserta komponen pendukungnya.


Saat ini mungkin belum ada yang mempelopori dalam penciptaan lapangan kerja Green Job namun tidak ada salahnya mencari peluang dengan merangkul generasi Z yang sedang dalam proses pencarian kerja. 


Urban Farming: Green Jobs Keren Untuk Gen Z


Berdasarkan uraian yang telah saya tulis sebelumnya maka Green Jobs yang dapat dipilih tentu saja urban farming karena saya tinggal di perkotaan dimana lahan pertanian semakin sempit bahkan bisa jadi hilang sama sekali.


Urban farming sendiri memiliki arti bercocok tanam di lahan terbatas. Lahan terbatas ini dapat dilakukan di halaman, atap maupun pagar rumah sendiri untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan sistem hidroponik maupun aquaponik. 


Urban farming menurut saya merupakan solusi yang tepat saat ini untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga. Apalagi pandemi yang berdampak hampir ke seluruh sektor kehidupan manusia sehingga bagaimana caranya sebuah keluarga bisa tetap memenuhi kebutuhan pangan mereka.


Urban farming sendiri jenisnya dapat bervariasi tergantung dari kebutuhan kita akan bahan makanan. Beberapa contoh produk urban farming antara lain:


Sayuran hijau




Dengan memproduksi sayuran hijau tentu bisa meringankan beban anggaran rumah tangga bagi sebagian keluarga karena sayuran merupakan juga termasuk kebutuhan pangan.


Buah- buahan segar




Di saat pandemi, seluruh individu harus memiliki sistem imun yang tinggi dan itu bisa dihasilkan dari mengonsumsi buah-buahan segar.


Tanaman herbal yang bisa dijadikan obat 




Ketika awal pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, kita tahu harga empon-empon di pasar tradisional melonjak tajam. Padahal empon-empon yang bisa digunakan sebagai obat herbal itu diyakini bisa menjadi penjaga imun tubuh agar tetap kuat dalam menangkal radikal bebas.


Dengan peluang Green Job urban farming menanam tanaman herbal, saya yakin pangsa pasarnya masih sangat bagus dan diminati sebagian besar masyarakat.


Segala jenis umbi yang dapat dikonsumsi


Pada sebagian individu, mengubah pola hidup sehat merupakan alternatif tepat untuk dapat bertahan hidup di tengah pandemi. Salah satu pola hidup sehat adalah dengan mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti karbohidrat.


Umbi-umbian juga dapat digunakan sebagai bahan dasar kudapan yang lezat dan bergizi. Tentunya tidak lupa untuk melihat dengan jeli peluang pasar dari umbi-umbian ini.


Tanaman hias yang bisa dijual kembali


Pandemi yang mengharuskan kita lebih banyak berada di rumah saja mengakibatkan beberapa masyarakat memiliki hobi baru yaitu bercocok tanam tanaman hias. Tanaman hias selain berfungsi untuk rekreasi bagi pemiliknya, juga bisa di kembangkan menjadi kegiatan yang menghasilkan uang.


Demikian penjelasan saya mengenai salah satu Green Job yang bisa menjadi alternatif pekerjaan baru untuk Gen Z saat ini. Kalau bukan sekarang kita turut andil melestarikan lingkungan, lantas kapan lagi!


 

Get notifications from this blog

8 komentar

  1. Anak muda kudu makin akrab dgn Green Jobs ini ya Mba
    Agar bisa berkontribusi positif terhadap kelestarian Planet Bumi.
    Urban farming memang pilihan yg cihuy!

    BalasHapus
  2. Nah, kali ini sedang hits orang2 memelihara tanaman ya :) Kadang harganya ga masuk akal hehe saking berharganya. Green Jobs memang mest digalakkan terutama para milenials zaman now. Perushaan, industri dll berusaha agar meminimalisasi sampah/ limbah dengan cara produknya lebih mudah dan cepat didaur ulang demi kelestarian lingkungan.

    BalasHapus
  3. Peluang green job memang besar buat gen Z, terlebih lagi karena pada mereka jugalah sebagai generasi penerus agar kelestarian bumi ini dapat tetap terjaga

    BalasHapus
  4. Urban farming menjadi Solusi green jobs karena memotong jalur distribusi
    Sayangnya lahan kita terbatas demikian pula pengetahuan kita tentang farming
    Harusnya lulusan ipb berkecimpung di sini dan bagi bagi ilmunya ya?

    BalasHapus
  5. Saya selalu berharap suatu saat nanti akan ada calon pemimpin negara ini yang peduli banget dengan lingkungan. Ya sepertinya salah satu jalannya melalui green job. Setidaknya diawali dengan melakukan pekerjaan sekaligus menjaga kelestarian bumi

    BalasHapus
  6. Kepedulian akan lingkungan nyatanya memang harus dimulai dari skala terkecil yaitu diri sendiri dan keluarga. Karena hasil yang besar berasal dari sumber yang kecil lebih dahulu. Gak gampang memang ya urusan plastik itu, tapi kita bisa kok melakukannya. Tinggal pembiasaan aja ya Mbak.

    Dari sekian banyak green jobs sepertinya usaha sayuran organik sudah mulai banyak nih. Apalagi selama pandemi dan pergerakan kita terbatas. Berkebun jadi salah satu pilihan kegiatan yang aman dan menyenangkan.

    BalasHapus
  7. Sebenernya urban farming menjadi Solusi green jobs karena memotong jalur distribusi tapi lantas jadi "merepotkan" instansi terkait hihi

    BalasHapus
  8. Green job ... lingkup baru dalam bekerja ya mbak.
    Jadi ini sekaligus mencanangkan ramah lingkungan dalam pekerjaan ya.

    BalasHapus

Hai... Maaf komen dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya