Tips Merawat Keluarga Yang Isolasi Mandiri

Balikpapan akhir-akhir ini cuacanya sedang tidak bersahabat. Hujan yang terus menerus, angin serta dingin mau tak mau membuat badan menjadi agak kurang sehat. Masuk angin rasanya bukanlah hal yang dapat dihindari.

Kerokan
Pict : klikdokter

Kebetulan saya dan suami tinggal serumah hanya berdua jadi rutinitas pengobatan Kami adalah saling kerokan (kebiasaan yang sukar dihilangkan), bergantian saling memijat juga refleksi kaki sebisanya. Terlebih di situasi pandemi seperti saat ini tak mungkin rasanya memanggil ke rumah tukang pijat yang biasa ke rumah.

Hingga hari berganti hari, lebih dari 3 hari suami suhu badannya tetap panas. Turun kalau pas meminum paracetamol namun beberapa jam naik lagi.

Demam berdarah ataukah tipes? Terlebih badannya kog kian lemas, perut bilangnya terasa nggak nyaman, mungkin asam lambungnya kambuh. Pikir saya sambil flash back sebulan terakhir saya sama sekali nggak masak buat sarapan apalagi bekal makan siang. Duh makin lengkap rasa berdosa dalam diri. 

Hingga senin kemarin mendapatkan kabar kurang menyenangkan. Salah satu rekan kerja suami positif terpapar virus covid 19, lalu menyusul dua rekan yang lain. Total tiga orang, entahlah semoga tidak bertambah lagi. 

Meski beda divisi tetap saja ada kekhawatiran. Seberapa besar area kantor? Bertemu di mushola, toilet, lapangan bulu tangkis, futsal ataupun di ruang security buat absent bisa saja terjadi kemungkinan.

Untunglah kantor suami segera memberlakukan lock down dan semua pekerjaan di handle dari rumah karena kalau tidak entah berapa banyak lagi kasus akibat virus Covid 19 ini. 

Isolasi Mandiri Apa dan Bagaimana?

Rapid test

Percayalah rapid test pada saat tidak sehat akan menimbulkan reaktif, jadi tenang dan jangan panik (bohong dink saya panik banget sampai bingung harus ngapain aslinya)

Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja harus Rapid ulang atau sekalian test swab tenggorokan dan hidung di rumah sakit biar rasa penasarannya terobati. 

Hasil tes swab tentu saja berbeda dengan hasil rapid test yang bisa keluar hari itu juga. Sembari menanti hasil tes swab keluar selama  2 sampai 3 hari. Suami tentu saja harus  mulai isolasi mandiri di dalam kamar dan nggak boleh kemana-mana.

Be Good Nurse To Husband

Selemah-lemahnya seorang istri tentu dia tetap harus kuat ketika menghadapi keadaan yang mengharuskannya untuk tetap kuat dan tegar. Merasa sedih, lemah, tak mampu berbuat apa-apa itu boleh. Tapi jangan lama-lama. Ada orang yang harus kita kuatkan hatinya agar imunnya tidak lemah.

- Setiap saat ingatkan dengan kewajibannya untuk terus mendekat kepada Allah.

- Putar playlist Murottal Qur'an, Sholawat, ataupun ceramah keagamaan yang bisa membuat kita semakin semangat untuk sembuh.

- Hujani dengan kata-kata cinta, kata-kata sayang, kalimat bahwa kita tidak bisa hidup tanpanya. (Bohong lagi kan, eh tapi it's work. Suami sempat muji, so sweet banget sih. Tumben, biasa statusmu isinya Oppa korea wkwkwk)

-Tunjukkan bahwa kita benar-benar sayang, dan Kita benar-benar berharap akan kesembuhannya.

-Upload foto-foto kebersamaan kita di sosmed. Yang lain bilang lebay biarlah, sok manja biarlah. Suami, suami kita sendiri. Nah kalau kita upload foto suami orang baru deh salah hehehehe

Karena ini isolasi mandiri, seharusnya tidak membolehkan kita berinteraksi juga dengan orang lain. Agar kita tidak menjadi pembawa virus keluar juga.

Maka sudah seharusnya kita mempersiapkan detail yang kita butuhkan selama minimal 2 minggu atau lebih.

-Desinfektan, sabun cuci, pengharum ruangan, bayclean, sabun cuci tangan, sabun mandi, Dettol, serta pasta gigi dll.

-obat gosok, balsem, minyak angin, minyak kayu putih.

-Sembako, beras, gula pasir, minyak makan, terigu, dll

-Sayur mayur berikut bumbu dapurnya juga.

- Ikan, telur, daging, ayam

- Buah-buahan yang kaya vitamin  seperti straberry, jeruk, kiwi, apel, peer.

- vitamin C, vitamin E, serta Aneka obat-obatan seperti paracetamol, degirol, antalgin. 

Pastikan semua kebutuhan tercukupi selama dua minggu atau lebih. Berusaha semaksimal mungkin agar bisa hidup di dalam rumah saja.

Persiapan Isolasi Mandiri

Sebenarnya kalau masih bisa dirawat di rumah, Tidak ada keluhan yang parah banget mending di rumah saja deh. Mengingat di ruang isolasi rumah sakit penuh dengan orang yang kita tidak tahu grade sakitnya bagaimana? 

Belajar dari beberapa pasien covid yang berhasil sembuh dulu yang terpenting adalah pikiran tenang, olahraga, berjemur di pagi hari,  asupan nutrisi dan vitamin yang harus benar-benar kita jaga.

Kalau saya lebih suka merawat suami di rumah begini meski kerepotan saya naik jadi 300% mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Pikirkan saja pahala-pahala-pahala agar riang gembira kita melakukannya.

-Gunakan selalu masker meski di dalam rumah.

-Sering cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

-Pisah ranjang eh pisah kamar. Jaga jarak. Seberat apapun perpisahan itu masih tetap satu atap kok, jadi aman saja pasti ya. Masih bisa menatap dari  kejauhan 2-3 meter juga.

-Buka jendela dan pintu  kamar lebar-lebar di pagi hari. Jaga kebersihannya, ganti sprei sarung bantal sehari sekali (biar mirip di rumah sakit eh hotel gitu)

-Jangan makan bersama-sama. Kalaupun harus bersama tetap jaga jarak. Persiapkan sayur dan nasi di mangkok/piring secukupnya. Kalau kurang gampang nambah lagi, tapi kalau bersisa pasti hanya akan dibuang.

-Bikin vitamin c booster dari juice alami. Buah-buahan blender sebanyak mungkin. Tak mengapa mahal sedikit, capek sedikit demi seseorang yang kita sayang kan?

-Perbanyak konsumsi protein dan sayur-mayur. Kalau selama ini makan sehari 3 kali, sekarang tambah 2 kali lagi. Porsi nasinya saja yang dikurangi.

Sepertinya sekian dulu sharringnya ya kalau teman-teman ada saran, kritik boleh banget lho cerita di kolom komen. Gomawo..

Get notifications from this blog

20 komentar

  1. Masih banyak anggapan kl kena covid ni adalah aib. Jd dikucilkan. Trus kebutuhan isolasi mandiri keluarganya ga diperhatikan warga sekitar. Harusnya kita lebih aware dan support mereka yg diisolasi, bukan malah menyudutkan 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju kak, karena jujur sebelum isolasi pasti agak kerepotan juga belanja stok 2 mingguan, sementara belanja di lingkungan rumah juga nggak berani takut dikira menyebarkan virus kan

      Hapus
  2. Semoga hasilnya negatif ya mbak. Sehat dan bisa beraktivitas lagi di luar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah, masih dag dig dug nunggu besok mbak nanik, tapi kondisi sudah membaik 60% an,Alhamdulillah

      Hapus
  3. Semangat mba, insya Allah menjadi ladang pahala buat mba sekeluarga. Nambah skill cooking,washing,crafting,gardening,writing pokonya stay waras dirumahaja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Jaga stay waras ini yang susah. Tapi tetep positif thinking beberapa teman yang terkena covid dengan keadaan lebih parah saja bisa berhasil sembuh kog

      Hapus
  4. Keluargaku juga saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, mohon doanya ya kak... stay safe everyone...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kak, saling mendoakan ya kita agar diberi kesembuhan buat keluarga kita semua aamiin. Stay safe and strong ya sista, kita insyallah bisa melewati ini semua

      Hapus
  5. Noted banget ini, kak. Semoga suami segera sembuh ya kak dan pandemi cepat berakhir ❤️ kaka yg jaga suami tetap sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah sembuh kak, test swab negatif

      Hapus
  6. Biasanya kalau ada yang isolasi mandiri, wajib lapor RT RW kak.. di sana juga begitukah? Dengan melapor, nanti warga sekitar akan berusaha membantu memenuhi kebutuhan tanpa kita harus ke luar. Jadi beneran full isolasi mandiri tetapi tetap mendapatkan dukungan meskipun jaga jarak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sih kak, tapi kalau masih hasil rapid test harusnya nggak usah dulu. Isolasi mandiri dulu saja. Kasihan warga sekitar jadi was-was dan takut kan? Yang penting kita nggak kemana-mana dan nggak terima tamu juga

      Hapus
  7. Tetap romantis meskipun merawat yang sakit. Sungguh patut diteladani mbak yang satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi dalam upaya menenangkan hati suami mbak. Biar imun suami nggak drop juga

      Hapus
  8. Pasti shock ya mbak kalau dikasih kabar reaktif covid. memang perlu dukungan untuk menguatkan mental. ujaran penuh cinta diperlukan disini. semoga semuanya sembuh ya mbak. dan gak bertambah lagi korbannya. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shock banget mbak, waktu itu saya di toko langsung tutup. Gemetaran asli, Alhamdulillah mbak semua sudah terlewati

      Hapus
  9. Yang kuat kak Aisyah Dian..
    Rasanya sedih, tapi harus stay positif dan juga happy. Karena memang cuma perbanyak konsumsi vitamin ya kak

    Semoga virus Corona ini segera berakhir ya kak.. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Robb, trims kak.
      Iya betul kak hanya vitamin.
      Pun suami dapat obat dari dokter hanya berupa vitamin dan obat penurun panas hehehe

      Hapus
  10. Nggak sedikit warga di sekitar rumah yuni yang masih abai dengan pandemi ini.

    Bahkan, setelah bepergian ke luar kota bukannya isolasi mandiri, beberapa malah tetap asyik keliaran. Lebih miris lagi, tanpa masker.

    Jadi, benar-benar harus jaga diri sendiri sih. Meski nggak bermaksud paranoid. Seenggaknya waspada kan juga perlu.

    Iya kan?

    BalasHapus
  11. Semoga Mbak Dian dan suami selalu dalam lindungan Allah 'Azza wa Jalla. Saya setuju banget, di kondisi sulit seperti sekarang ini kita memang harus lebih dekat kepada-Nya. Yah, meskipun di saat lapang juga harus melakukan hal yang sama.

    BalasHapus

Hai... Maaf komen dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya