6 Cara Lolos Dari Pusaran Masalah Teman

Pernah nggak sih kamu menjadi sasaran masalah orang lain. Nulung malah kepentung.

Teman yang awalnya curhat, minta solusi, eh ketika kita memberikan solusi malah ada pihak ketiga yang merasa kita khianati?

Cara lepas dari pusaran masalah
Cought in the middle 

Terus kita dicap menjadi penghianat. Enggak keren banget kan Ketika seseorang memberikan stempel kata itu di jidat kita.

Rasanya  tuh seperti terperangkap dalam lingkaran masalah yang pada awalnya bukan kita ciptakan namun malah berakhir menjadi seseorang yang tertuduh.

Gila ya, pasti rasa tidak terima itu ada.  Rasa ingin marah, kecewa, berontak lalu berakhir dengan deraian air mata ketika nggak mampu lagi berkata-kata.

ho ho ho, poor of you, but dont worry I ever feel it too. Bukan sekali malah, 3 atau 5 kali pun pernah. Jadi sudah khatam banget dengan hal-hal ginian.

Jadi ketika masalah itu datang Apa yang harus kita lakukan?

1. Tarik nafas panjang. 

Shock itu wajar namun jangan berlebihan. Cukuplah dengan sekali benturan. Lalu coba berfikir realistis.

Ucapkan kalimat istighfar. "Astagfirullah hal adzim" berulang kali sampai kamu merasa kuat.

Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.(HR. Ahmad dari Ibnu Abbas)

Kalau kamu non muslim, berdoalah pada Allah. Minta kekuatan yang sungguh-sungguh pada Allah.

Yakinlah tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh Allah. Minta Allah bantu selesaikan masalah ini secepat mungkin. Kalau perlu pakai paket yang exspress biar cepat sampai doa nya. Dan cepet pula diselesaikan oleh Allah dengan caranya.

2.Tarik diri dari hingar-bingar masalah. 

Tak perlu membela diri.  Semakin  Kita mengklarifikasi biasanya masalah akan semakin panjang. Melebar dan ujung-ujungnya malah kita yang menjadi tersakiti.

Biarkan mereka yang bermasalah menyelesaikan masalahnya sendiri. Toh pada awalnya juga bukan masalah kita kan? 

Kecuali mereka datang baik-baik, minta klarifikasi. Baru sampaikan akar permasalahan yang sebenarnya terjadi.

Tapi biasanya jarang, seseorang yang panas hatinya cenderung akan membabi buta.  Mengeluarkan Kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk diucapkan.

3. Jangan tutup akun sosial media.

Jangan jadi pengecut. Jangan takut. Nggak usah ambil pusing dengan masalah yang ada. 

Sosial media adalah public branding diri kita. Bertahun-tahun kita membangunnya dari 0 followers sampai ribuan followers. Jangan sampai 1 masalah membuat kita tumbang.

Satu teman hilang berganti, kita bisa memunculkan 1000 teman. Tetap konsisten memunculkan feed positif bertutur kata serta tuliskan hal yang baik. Tetap jadilah teman yang baik bagi yang membutuhkanmu.

Kecuali kita di tag postingan, kolom komentar kita dibombardir dengan kalimat-kalimat yang tidak mengenakkan hati. Itupun kalau masih bisa ditoleransi cukup unfollow mute post and story, terakhir pilihannya block.

4. Life must go on. 

Hiduplah dengan normal, seolah tak terjadi satupun masalah.Isi hari-harimu dengan penuh kebahagiaan.

Berkumpul lebih banyak dengan keluarga. Menyibukkan dengan belajar online offline. Mencoba hal-hal baru seperti memasak berkebun, merawat hewan peliharaan.


5. Toxic friends 

Buka pikiran bahwa kita hidup di dunia ini berinteraksi dengan jutaan manusia yang memiliki pemikiran berbeda dengan kita.

Tak semua orang itu baik. Tak semua teman itu tulus seperti apa yang kita lakukan.

Yakini bahwa Toxic people itu ada. Racun itu ada, Suka tidak suka dia adalah penghancur kebahagiaan.

Entahlah Sampai detik ini saya juga tidak tahu kenapa Allah menciptakan orang-orang hidup hanya untuk menjadi kompor, pengadu domba serta tidak bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang buruk.

6. Karena kamu layak bahagia.

Sesuatu yang retak itu akan sangat sulit dikembalikan utuh biarpun kita berusaha semampu sekuat tenaga kita. Sudahlah, belajar untuk melepaskan. Itulah kunci menuju kebahagiaan.

Kadang batin kita menangis saat melihat album kebersamaan kita bersama teman-teman di masa lalu kita yang kini tinggal menjadi cerita. Tapi tak mengapa semua adalah takdir yang harus kita hadapi. Tetap tersenyumlah.

Yang terpenting adalah kita menjadi orang yang terbaik, sahabat yang terbaik dimasa nya. Kita tidak akan pernah bisa memaksa orang tetap di samping kita kalau dia tidak merasa nyaman. Lepaskan dan ikhlaskan.

Kita perlu ruang kosong agar energi positif serta hanya kebaikan mengelilingi kita. 

Eh sudah sampai di penghujung tulisan nih, baper banget sih ini nulisnya. Kalau kamu pernah nggak sih mengalami hal yang sama? Cerita di kolom komentar yuuuk....

9 comments

  1. hihihi.....saya pernah
    Sejak itu, saya agak menarik diri dari pergaulan
    Hanya pertemuan yang penting-penting aja

    ReplyDelete
  2. Menjadi tertuduh tanpa kita tahu apa yang dituduhkan itu memang menyakitkan, benarlah kalau ada pepatah fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

    Tarik nafas panjang memang bisa menenangkan hati dan meredakan gejolak dalam hati

    ReplyDelete
  3. Mba saya pun pernah ngalamin dikecewakan teman sampai pengen tutup sosmed, untung belum sempat terlaksana kan nantinya kita sendiri yang rugi yaa

    ReplyDelete
  4. Karena kamu layak bahagia, aku setuju nih makanya sudah saatnya pilih pertemanan yang benar2 sejalan. Toxic friend lama2 juga bahaya huhu

    ReplyDelete
  5. Semangat Mbak Aisyah sayaaang... skuyy hindarin diri dari toxic friend, itu sebenernya bukan friend siyy hehe... kl teman itu ya berusaha menjalin hubungan baik terus kan ya

    ReplyDelete
  6. Intinya kita harus tetap bisa berdamai dengan keadaan ya, Mbak. Introspeksi diri juga, belajar dari keadaan, jangan sampai berulang-ulang lagi.

    ReplyDelete
  7. Sabar dan ikhlas yang kadang susah juga ya, cuma memang hidup ini harus terus berlanjut jangan biarkan berlarut dalam masalah ya, kuy SemangatCiee

    ReplyDelete
  8. Memang rumit permasalahan seperti itu. Kadang kita diam atau menjelaskan tetap saja nggak menjadi solusi. Yang terbaik memang minta pertolongan Allah dan bersikap biasa saja. Karena tuduhan dan fitnah itu kadang harus kita hadapi suka atau tidak suka.

    ReplyDelete
  9. Pernah. Makanya sampai sekarang nggak punya temen deket dan jaga jarak dengan siapapun selain suami dan saudara kandung yang bisa dipercaya.
    Saya nggak nyaman dengan pertemanan terlalu personal.

    ReplyDelete

Hai... Maaf komen dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya