Pindah Rumah. (Tips & trik pindahan rumah)





Lima belas bulan yang lalu adalah kali pertama aku pindah rumah ke Tanah Grogot, setelah sebelumnya sangat dimanjakan tinggal di Pondok Mertua Indah selama kurang lebih satu tahun. Tiba-tiba ada rasa haru yang merasuk di relung jiwa, kebersamaan dan kebiasaan yang telah terjalin selama hampir satu tahun akan sirna begitu saja.

Tapi bila mengingat suami yang sendirian tinggal di lokasi, tidur sendirian, masak sendirian, nyuci baju, setrika dll rasa-rasanya tidak tega membiarkannya melakukannya sendiri, lagipula merasakan LDL itu tidak ada enak-enaknya, meskipun setiap seminggu sekali suami pulang ke Balikpapan. Tapi tetap saja rasanya kurang lengkap bila tidak setiap hari bertemu dengan pujaan hati .


Akhirnya setelah melalui perdebatan yang panjang suami menyetujui permintaanku untuk pindah rumah ikut ke Tanah Grogot. ketidaksetujuannya sebenarnya karena kasihan disini aku tidak memiliki teman-teman serta tempatnya yang bisa dikatakan agak perdesaan, maklum dekat area tambang Batubara. Tapi demi cinta kemanapun itu aku akan tetap ikut.

Sementara suami sibuk mencari rumah (Suami memilih pisah dari rumah yang disiapkan dari perusahaannya bekerja, karena harus berbaur dengan yang lainnya.) aku memilih mempersiapkan barang apa saja yang meski aku bawa, meskipun yang aku siapkan tak lebih dari baju, buku dan komputer. Nanti disana usrusan gampanglah sekali-kali merasakan hidup dari nol.

Tapi ternyata pemikiranku berbenturan dengan pemikiran ibu mertuaku yang kekeuh memegang aturan adat Banjar-nya ( memang ini beneran yach?)
*kalau seorang anak tidak boleh keluar rumah tanpa keperluan yang cukup dan memadai minimal untuk hidup selama satu bulan?

Jadilah dalam beberapa hari aku sibuk mengumpulkan, tepatnya merampok alat-alat rumah tangganya ibu. Mulai dari lemari, tempat tidur, lemari buku, karpet, sendok+ garpu, piring, kompor gas, panci, wajan sampai keperluan bumbu dapur ( gula, garam, minyak, beras dll). pokoknya begitu masuk ke rumah baru segala sesuatunya sudah ada, nggak perlu ribet beli kemana-mana. Bahkan sampai nasi plus lauk pauknya lengkap tinggal makan saja.

Suami saja yang hanya datang dengan mobil kantor sampai kaget karena di ruang tamu ada barang menggunung yang siap diangkut, padahal dalam perkiraan suami paling banter bawa dua koper baju, buku serta satu box alat-alat yang kami miliki. Jadilah kami perlu menyewa mobil angkutan barang.

Tapi ternyata semua memang ada hikmahnya, diawal pindahan rumah uang kami sudah terkuras untuk menyewa rumah selama satu tahun, belum lagi untuk urusan yang lainnya. dengan lengkapnya alat-alat yang kami butuhkan meskipun tidak baru, bisa menghemat pengeluaran kami sampai bulan depan suami gajian.

Pindahan rumah itu juga menghabiskan energi, jadi bila dalam keadaan lelah sudah tersedia nasi plus lauknya tentu kamu akan merasa sangat berterimakasih pada Ibu yang tadi bersikeras menyuruh membawanya.




Tips pindah rumahku

1. Mulai pack barang minimal satu minggu sebelumnya.
Agar tidak gerudakan dan menjadi asal nge-pack. Mulailah dari barang-barang yang tidak sering kamu butuhkan dalam waktu dekat, misalnya buku, baju, barang-barang yang ada di ruang tamu dan gudang.

2. Beri label pada kardus, agar ketika menyusun atau mencari barangnya kelak menjadi mudah. nggak ribet bongkar sana-bongkar sini.

3. Untuk barang pecah belah, misal piring, gelas, keramik dll bungkus lagi dengan kertas atau kain agar tidak pecah, dan beri label barang mudah pecah/Fragille.

5. Untuk pakaian usahakan serapi mungkin melipatnya agar ketika sampai tidak repot-repot menyetrikanya. Pakaian kerja biasanya sudah ada dalam gantungan, nggak perlu dilipat biarkan aja dalam gantungannya beri cover ( biasanya kita dapat waktu membelinya atau pas dari laundry) lipat jadi dua saja masukan di mobil bareng kita. jadi ketika sampai di rumah baru tinggal mengantungnya saja dalam lemari.

4. Ciptakan rasa Baiti Jannati atau Home Sweet Home pada rumah baru kita. meskipun pasti pada awalnya akan ada rasa canggung dan tidak nyaman berada di tempat yang baru, mulailah mendekor ruangan agar sesuai dengan hati kita, misalnya warna cat dindingnya tidak sesuai dengan kemauan kita silahkan ubah saja.

5. Bagaimanapun tetangga adalah saudara terdekat kita, jadi usahakan lebih dulu mendekat kepada tetangga, jangan sombong dan murahlah senyum agar orang cepat akrab kepada kita, dengan begitu akan membuat kita cepat merasa nyaman berada di lingklungan baru.

6. Menyiapkan segala keperluan di rumah baru itu memang sangat penting, apalagi bila kita pindahnya justru di perdesaan. Apa yang kita butuhkan belum tentu ada disana, jadi repot sedikit dengan banyak barang siapa takut?? lagipula toh sama saja membayar jasa .

No comments