Christmas Tree And My Mom

Christmas  Tree And My Mom
25th December 2003

Bunda ingin kau membeli Christmas tree, dengan kerlap-kerlip lampu indah serta berbagai macam perhiasannya.  Itulah permintaan Bundaku ketika aku menerima gaji pertama. Tak perlu bertanya berapa gajiku, saat itu kalaupun aku mau pasti aku bisa membelikannya, aku mengirimkan pada bunda sejumlah uang, namun bukan itu kemauannya, justru uangku dimasukan kembali kedalam rekening bankku.

Hari berganti hingga aku pada saat liburan langkah kakiku berhenti pada sebuah toko besar, ini bukan lagi discount melainkan tokonya mau tutup, hingga aku hanya perlu membayar 10 % dari tiap barang yang aku beli, sayang tak ada orang yang tertarik membelinya Christmas days dah berakhir dan masih setahun lagi. 

aku membeli berbagai macam bola-bola penghias pohon natal serta boneka santa Claus tak lupa seluruh pernik yang dibutuhkan saat itu yang aku tahu saat aku kirimkan bunda begitu berterimakasih padaku. Aku berjanji tahun depan Akan ada Christmas tree dirumah.

Now 25th Desember 2008

Christmas tree itu belum sempat aku belikan, bahkan seminggu yang lalu saat perang batin itu menggangguku antara kubelikan atau tidak, keegoanku menang. Aku memilih membiarkan hiasan Christmas tree itu tetap teronggok di gudang.

Detik ini,,aku belum menelfon mom ku untuk sekedar mengatakan selamat kepada hari rayanya…tak ada kado ataupun sekedar card…yang aku kirimkan padanya, ( huh betapa egoisnya diriku berlindung pada hukum agama yang tidak memperbolehkan kita mengucapkan selamat, padahal she’s my mom tapi Allah juga pilihanku).

Smoga belum terlambat..tahun depan membelikan Christmas tree pada Bunda.
Dibelikan atau enggak yach?? .. pusyiing

niesafarrel wrote on Jan 29, '09
salut banget d kalo isyah bisa tetap berpegang pada akidah ^_^
niesafarrel wrote on Jan 29, '09
salut banget d kalo isyah bisa tetap berpegang pada akidah ^_^
anotherorion wrote on Jan 28, '09
berbuat baik selama itu tidak dalam rangka mempersekutukan Allah diperbolehkan meskipun berbeda agama, sedangkan membelikan pohon natal berarti kita menyetujui dan membantu orang lain mempersekutukan Allah. Semoga mba mengerti dalam Islam berbakti pada orang tua itu adalah kewajiban dan berpahala namun keTauhidan dalam Islam adalah hal yang harus didahulukan. Allah menguji mba dengan cobaan seperti ini karena Allah tahu hanya mba yang memiliki kekuatan dan keteguhan untuk menghadapinya, sesungguhnya dibalik cobaan ini ada pahala dan rahmat yang menanti anda.
Innallaha Yuhibbul Shobirin
Allah menyukai orang orang yang bersabar
firmantiens wrote on Jan 26, '09
ehm... ibu tetap seorang ibu, perintah ibu harus tetap dilaksanakan selama tdk melanggar syar'i

dunia seisinya tidak akan bisa menggantikan setetes darah ibu saat melahirkan kita.
dedenlesmana wrote on Jan 26, '09
maaf kalo boleh tau..aisyah itu mualaf apa gman ya?
artaqiem wrote on Dec 30, '08
cuma berbagi silahkan kunjungi :
http://artaqiem.multiply.com/journal/item/201
buat pertimbangan....
kali aja berguna dari penulis amatir....
hehehehe....
{^_^}
moestoain wrote on Dec 30, '08
ahai sudah jelas tuntas..
jadi gak perlu kasih tambahan..




SABUDI (sastra budaya indonesia)
mari kita jaga bersama!
tenrii wrote on Dec 26, '08
pohon itu kan hanya simbol saja, sedangkan pengabdian mba ke ibunya lebih utama.
kylanaysha wrote on Dec 26, '08
Jika memang dirasa itu akan mebahagiakannya lakukan. Bukankah pohon natal terlepas dari lebelnya yang pohon natal sebetulnya kan hanya sebuah pohon......
Yang penting keimanam kepada Allah Ta'ala selalu dijaga dan diperkuat setiap hari.....
bythis wrote on Dec 25, '08
cinta tidak hanya sebatas dengan pohon
^___^

hebat euy, semoga tetap tsiqoh
hugs
lovelyaisy wrote on Dec 25, '08
bertanyalah sm alquran n sunnah...

sabar ya mba..
yenisfamilyblog wrote on Dec 25, '08
Ais ini benar-benar terjadi denganmu kah sayang,sorry mba yen ngga tau..
atau hanya menuliskan kisah orang lain,yachh kalo memang benar2 terjadi dengan Ais..
mba yen juga benar bingung dan ngga tau apa yang akan dilakukan,karna gimanapun Dia adalah orang tua kita dan kita harus menghormatinya.
Smoga Ais diberi ketabahan dan ketawakkal ya..
mellshaliha wrote on Dec 25, '08
Tetap istiqomah ya sayang...ikuti hukum yg benar dan hormatilah ortu sebagaimana biasa ...
Miss u
venomjeka wrote on Dec 25, '08
Aish yang lagi bingung, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban anak namun kalo itu sdh menyentuh soal akidah tentu saja Aish harus tau batasannya.

Pernyataan kasih kepada orang tua bukan cuma sehari dalam setahun, hari yang lain bahkan jauh lebih banyak. Tetap berdoa saja dan tawakkal...
ayahandaaisyah wrote on Dec 25, '08
prinsip Din kita tegas Aisy " Lakum dinukum Waliyadin" Hormat dan sayang kepada bunda tetap wajib dilakukan. Siapa tahu dengan sikap baik Aisy beliau jadi tertarik memeluk Din yang mulya ini. Siapa tahu tahun depan beliau bisa beridulfitri bukan natalan lagi. Amin .
sarqina wrote on Dec 25, '08, edited on Dec 25, '08
bagi pendapatku.. walaupun berlainan agama.. tapi hubungan ibu dan anak haruslah dikukuhkan.. meskipun sukar..tapi siibu harus mengerti posisi anak gmana..dan si anak juga harus mengerti posisi ibunya gimana. memang sukar..tapi ingat kembali pada surah al kafirun... yang ayat terakhir bagimu agamamu bagiku agamaku.. kembalilah pada fitrah dan kembali pada ehsan.. ingat bagaimana Rasulullaah s.a.w berhadapan paman pamannya yang bukan beragama islam. kita harus menjaga hati dan perasaan juga sesama . beginilah dik..belikan jika ia sebagai hadiah. pokok itu bukan untuk menyembah cuma hiasan aje kan? kasihanilah siibu.. dalam masa yang sama.. doakannya..mana tahu satu hari dia akan memeluk islam ... kerana kita harus mencontohi akhlak yang islam yang baik ..itulah bagaimana umat rasulullah s.a.w memeluk agama islam kerana akhlak dan sikapnya. ataupun kalau masih was was..istikharahlah dik.. minta pertunjuk pada Allah...mudah mudahan kita dapat dipermudahkan dan pertunjuk dariNya ya... jangan sedihlah..la tahzan ! jangan lupa ya dik.. Wallahualam bissawab..Allah lebih maha mengetahui dari segalanya..:~))
ekop96 wrote on Dec 25, '08, edited on Dec 25, '08
Jangan sedih
Seorang Rasulullah pun ngga mampu untuk membuat pamannya yang sangat dicintainya untuk memeluk Islam
Nabi Ibrahim pun ngga mampu membuat anak dan istrinya untuk mengikutinya
Tapi tetap berusaha dan berdoa
nunkhermawan wrote on Dec 25, '08
Kasih hadiah aja dinda... tapi bukan pohon natal...
Dan bukan untuk perayaan natal
sependapat ku dengan mu mbaku.....
eezar wrote on Dec 25, '08
mmm....gauli bunda secara ihsan,tapi tetap dengan batasan syar'i yg jelas antara halal wa haram.....smoga bunda ukhti m'dapatkan hidayah-NYA....tetap istiqomah.
ninamulhadi wrote on Dec 25, '08
Kasih hadiah aja dinda... tapi bukan pohon natal...
Dan bukan untuk perayaan natal
burdah25 wrote on Dec 25, '08
hmmmmmm..................
azzamq wrote on Dec 25, '08
belajar dari Ibrahim syah............
qiyani wrote on Dec 25, '08
masih ada banyak cara, banyak waktu untuk ungkapan cinta,kasih sayang dll selain pada tanggal tersebut kan Syah? & tanda cinta yang utama tentunya adalah lantunan doรก agar ibunda segera mendapatkan hidayah....
d388y wrote on Dec 25, '08
genkeis said
hummm... mending ngga usah deh, karena kan berhubungan dengan perayaan ibadahnya
tapi klo sehari2 mau ngasih hadiah, atau tiap gajian ngasih hadiah, nah, itu baru boleh, bahkan bagus :)
dan ngga perlu di kasih selamat juga, tapi di telp tanya kabar, kegiatan, dll
kumpul2 buat makan malam dengan meraka juga ngga masalah, selama makanannya tetap terjamin kehalalannya :)

tetap semangat dalam berbakti kepada bundanya ya :)
setuju.....! tetap istiqomah ya...
indra15 wrote on Dec 25, '08
tnang aj De Isyah... klo emang krn hukum agama, insyaAllah ga akan d anggep egois ko
ga usah ngucapin selamat, cukup tanya gmn prayaannya aj
insyaAllah klo gini gpp
sureukis wrote on Dec 25, '08
erryanti said
( huh betapa egoisnya diriku berlindung pada hukum agama yang tidak memperbolehkan kita mengucapkan selamat, padahal she’s my mom tapi Allah juga pilihanku)
eh... itu bukan egois namanya....
memang itu yang tuhan kita perintahkan...
tapi walaupun begitu, tetap isyah harus mempergauli mereka dengan baik....^_^
genkeis wrote on Dec 25, '08
hummm... mending ngga usah deh, karena kan berhubungan dengan perayaan ibadahnya
tapi klo sehari2 mau ngasih hadiah, atau tiap gajian ngasih hadiah, nah, itu baru boleh, bahkan bagus :)
dan ngga perlu di kasih selamat juga, tapi di telp tanya kabar, kegiatan, dll
kumpul2 buat makan malam dengan meraka juga ngga masalah, selama makanannya tetap terjamin kehalalannya :)

tetap semangat dalam berbakti kepada bundanya ya :)


No comments